Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Friday, 27 May 2011

Asal Mula Kata Tashawwuf

Banyak pendapat yang mengemukakan banyaknya arti kata Tashawwuf. Merujuk dari literatur para ulama yang ditulis dari masa lampau hingga saat ini belum ada kesepakatan untuk arti akar kata tashawwuf, sufi.
Lafaz sufi berasal dari kata Shaf yang artinya bersih atau shafa, artinya jernih. ada pula yang mengartikannya dengan merujuk kata Shuffah, yaitu nama suatu kamar disamping mesjid Rosullullah di kota Madinah. 


Lebih lajut dijelaskan oleh Syaikhul Islam dan seorang tokoh pembaharu, Syeikh Ahmad Taqiyuddin Ibnu Taimiyah, bahwa perbedaan pendapat tentang asal kata sufi yang beraneka ragam disebabkan adanya kata ini sebagai kata nisbat kepada sesuatu. Umpamanya
kata Quraisy (orang Quraisy), Madany (orang Madinah), dan sebagainya. Menurut beliau pula yang mengatakan kata ini dinisbatkan dengan kata shufah dan pendapat ini terang salah. Karena kalau dinisbatkan pada kata sufah maka menjadi shufi (tanpa huruf waw).

Hehe kepanjangan intro nya... tulisan ini bukan dari pemikiran sendiri ya mas bro mas bro skalian. Ini hanya keinginan sufi buat share aja dari buku sodara yang ane pinjem. Mudahan berguna buat amal-ilmu, ilmu-amal dunia akhirat... AMEEEN...

Ditemukan bahwa asal kata tashawwuf ini digunakan pertama sekali oleh seorang Zahid yang bernama Abu Hasyim Al Kufi (Wafat 150H). Merujuk pada definisi-desinifi tersebut diatas, dapat runut menjadi:
  1. Ahlus Shuffah. Yaitu orang-orang yang ikut pindah dengan Rosul Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Karena kehilangan harta mereka yag ditinggalkan hijrah ini, mereka tinggal di mesjid diatas bangku batu dengan memaki pelana sebagai bantal. Pelana ini disebut Suffah. Inggrisnya saddle Cushion dan shofa dalam bahasa Eropa juga berasal dari kata ini. Sesungguhnya miskin Ahls Shuffah berarti baik dan mulia. Sifat ini mengacu pada kezuhudan, menggunakan segala macam hal dunia sebagai sarana mencapai akhirat. Dan mulia itulah sifat kaum shufi.
  2. Shof. Shof pertama. sebagaimana halnya dalam sholat berjamaah di shaf (diindonesiakan) pertama lebih dimuliakan Allah dengan ganjaran Allah Jalla Jalaaluh yang berlipat.
  3. Shufi. yaitu orang suci. Orang-orang yang mensucikan dan akhirnya disucikan dinya oleh Allah Jalla Jalaaluh dengan latihan yang berat dan waktu yang lama. Dikisahkan seroang sahabat belajar sholat selama 20 tahun. dan 30 tahun istiqomah menjaga kekhusuannya. (sufi lupa namanya...nanti sufi cari lagi namanya ya sob...).
  4. Shophos. Berasal dari kata Yunani yang berarti hikmah. Shufi memang lebih erat hubungannya dengan hikmat. Hanya saja, huruf S dalam kata shophos di translasikan kedalam bahasa Arab menjadi SIN bukan SHOD sebagaimana kelihatan dalamkata Philoshophia. Demikian seharusnya shufi ditulis dengan sufi (dengan huruf SIN) bukan Shufi (dengan huruf SHOD).
  5. Suf. Kain yang terbuat dari bulu, wol. Kain wol dipakai oleh para sufi saat itu adalah jenis kain wol yang kasar. Menurut tradisi saat ini, pakaian wol kasar adalah penanda kesederhanaan dan kemiskinan. Kebalikan dari pakaian wol adalah sutra yang banyak dipakai oleh orang pemerintahan. Sekelompok orang dengan pakaian ini lebih memilih mengasingkan diri dari orang yang berpakaian sutra.
          Rosulullah berkata bahwa halal bagi kaum wanita itu sutera dan emas dan diharamkan bagi kaum
          laki-laki. Jadilah orang-orang yang ingin mendekatkan dan membersihkan hatinya memisahkan diri dari
          golongan pecinta dunia saat itu. (hehee...sekarang juga banyak...Lindungi dan Jauhkan Kami dari sifat
          yang demikian ya Allah Jalla Jalaaluh).
Kelima pengertian diatas adalah menjadi acuan dasar perujukan dari kata sufi secara etimologi. Drs. Moh, Syaifullah Al Aziz Senali  (penulis buku Risalah Memahami Ilmu Tasawwuf) lebih sependapat dengan item terakhir.

Wallahu'alam.......

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Asal Mula Kata Tashawwuf

Banyak pendapat yang mengemukakan banyaknya arti kata Tashawwuf. Merujuk dari literatur para ulama yang ditulis dari masa lampau hingga saat ini belum ada kesepakatan untuk arti akar kata tashawwuf, sufi.
Lafaz sufi berasal dari kata Shaf yang artinya bersih atau shafa, artinya jernih. ada pula yang mengartikannya dengan merujuk kata Shuffah, yaitu nama suatu kamar disamping mesjid Rosullullah di kota Madinah. 


Lebih lajut dijelaskan oleh Syaikhul Islam dan seorang tokoh pembaharu, Syeikh Ahmad Taqiyuddin Ibnu Taimiyah, bahwa perbedaan pendapat tentang asal kata sufi yang beraneka ragam disebabkan adanya kata ini sebagai kata nisbat kepada sesuatu. Umpamanya
kata Quraisy (orang Quraisy), Madany (orang Madinah), dan sebagainya. Menurut beliau pula yang mengatakan kata ini dinisbatkan dengan kata shufah dan pendapat ini terang salah. Karena kalau dinisbatkan pada kata sufah maka menjadi shufi (tanpa huruf waw).

Hehe kepanjangan intro nya... tulisan ini bukan dari pemikiran sendiri ya mas bro mas bro skalian. Ini hanya keinginan sufi buat share aja dari buku sodara yang ane pinjem. Mudahan berguna buat amal-ilmu, ilmu-amal dunia akhirat... AMEEEN...

Ditemukan bahwa asal kata tashawwuf ini digunakan pertama sekali oleh seorang Zahid yang bernama Abu Hasyim Al Kufi (Wafat 150H). Merujuk pada definisi-desinifi tersebut diatas, dapat runut menjadi:
  1. Ahlus Shuffah. Yaitu orang-orang yang ikut pindah dengan Rosul Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Karena kehilangan harta mereka yag ditinggalkan hijrah ini, mereka tinggal di mesjid diatas bangku batu dengan memaki pelana sebagai bantal. Pelana ini disebut Suffah. Inggrisnya saddle Cushion dan shofa dalam bahasa Eropa juga berasal dari kata ini. Sesungguhnya miskin Ahls Shuffah berarti baik dan mulia. Sifat ini mengacu pada kezuhudan, menggunakan segala macam hal dunia sebagai sarana mencapai akhirat. Dan mulia itulah sifat kaum shufi.
  2. Shof. Shof pertama. sebagaimana halnya dalam sholat berjamaah di shaf (diindonesiakan) pertama lebih dimuliakan Allah dengan ganjaran Allah Jalla Jalaaluh yang berlipat.
  3. Shufi. yaitu orang suci. Orang-orang yang mensucikan dan akhirnya disucikan dinya oleh Allah Jalla Jalaaluh dengan latihan yang berat dan waktu yang lama. Dikisahkan seroang sahabat belajar sholat selama 20 tahun. dan 30 tahun istiqomah menjaga kekhusuannya. (sufi lupa namanya...nanti sufi cari lagi namanya ya sob...).
  4. Shophos. Berasal dari kata Yunani yang berarti hikmah. Shufi memang lebih erat hubungannya dengan hikmat. Hanya saja, huruf S dalam kata shophos di translasikan kedalam bahasa Arab menjadi SIN bukan SHOD sebagaimana kelihatan dalamkata Philoshophia. Demikian seharusnya shufi ditulis dengan sufi (dengan huruf SIN) bukan Shufi (dengan huruf SHOD).
  5. Suf. Kain yang terbuat dari bulu, wol. Kain wol dipakai oleh para sufi saat itu adalah jenis kain wol yang kasar. Menurut tradisi saat ini, pakaian wol kasar adalah penanda kesederhanaan dan kemiskinan. Kebalikan dari pakaian wol adalah sutra yang banyak dipakai oleh orang pemerintahan. Sekelompok orang dengan pakaian ini lebih memilih mengasingkan diri dari orang yang berpakaian sutra.
          Rosulullah berkata bahwa halal bagi kaum wanita itu sutera dan emas dan diharamkan bagi kaum
          laki-laki. Jadilah orang-orang yang ingin mendekatkan dan membersihkan hatinya memisahkan diri dari
          golongan pecinta dunia saat itu. (hehee...sekarang juga banyak...Lindungi dan Jauhkan Kami dari sifat
          yang demikian ya Allah Jalla Jalaaluh).
Kelima pengertian diatas adalah menjadi acuan dasar perujukan dari kata sufi secara etimologi. Drs. Moh, Syaifullah Al Aziz Senali  (penulis buku Risalah Memahami Ilmu Tasawwuf) lebih sependapat dengan item terakhir.

Wallahu'alam.......

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews