Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Wednesday, 19 March 2014

Hijab Nya Atas Kamu

Calligraphic Scroll, dari  Syria, atau India, Abad ke 14 - 15. Koleksi Al-Sabah, Dar al-Athar al-Islamiyyah, Kuwait.
Ceritasufi - Hijab adalah penghalang. Begitu arti sederhananya. Namun syarat makna akan kata "penghalang" itu sendiri. Dalam surah Al Ahzab 59, isyarat ini menganjurkan kepada kaum hawa Islam untuk memberikan penghalang dalam berpakaian dari pemakai dan yang melihat.

Disisi lain hijab juga dapat berhubungan dengan vertikal, kepada Allah subhanahu wa ta'ala. (bahasan hijab insya allah akan di artikel selanjutnya)

Ceritasufi sedikit mensarikan dari salah satu literatur kecil bagaimana hijab terhadah Allah Ilahi Robbi ini bergejolak.

Kemudian Allah ciptakan segala kebutuhn mu dan Aku labuhkan hijab (pembatas) atas mu (adm. manusia). Lalu engkau tertutup dengan hijab dirimu sendiri.


Kemudian Aku, Allah meng-hijab engkau dengan diri-diri yang lain (cobaan), yang mana diri-diri yang lain itu menyeru (menggoda) kepadamu dan pada dirinya menjadi penghijab daripada Ku-Allah Azza wa Jalla.

"Hai manusia! Kuciptakan segala sesuatu itu untukmu, maka bagaimana Aku akan rela kalau engkau peruntukkan dirimu bagi yang lain.

Sesungguhnya Aku melarang engkau untuk menggantungkan dirimu dengan sesuatu selain dari Ku, agar kamu senantiasa disisiKu; Di sisi yang tiada sisi, dan dimana yang tiada mana.

Ku ciptakan engkau atas pola gambaran-Ku seorang diri, tunggal, mendengar, melihat dan berkemampuan untuk tajallinya (menyatakan) nama-nama Ku 
 ...dan tempat untuk pemeliharaan-Ku".

Engkau adalah sasaran pandangan-Ku. Tiada dinding penghalang yang memisahkan antara Ku dan antara mu. 

Engkau teman duduk semajlis dengan Ku, maka tiada pembatas antara Ku dan antara mu.

"Hai hamba! Tiada antara Ku dan antara mu, antara Aku lebih dekat kepadamu dari dirimu sendiri. Aku lebih dekat kepadamu dari ucapan lisanmu, maka pandanglah kepada Ku, karena Aku senang memandang kepada mu".


Wallahu'alam bissawab

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Hijab Nya Atas Kamu

Calligraphic Scroll, dari  Syria, atau India, Abad ke 14 - 15. Koleksi Al-Sabah, Dar al-Athar al-Islamiyyah, Kuwait.
Ceritasufi - Hijab adalah penghalang. Begitu arti sederhananya. Namun syarat makna akan kata "penghalang" itu sendiri. Dalam surah Al Ahzab 59, isyarat ini menganjurkan kepada kaum hawa Islam untuk memberikan penghalang dalam berpakaian dari pemakai dan yang melihat.

Disisi lain hijab juga dapat berhubungan dengan vertikal, kepada Allah subhanahu wa ta'ala. (bahasan hijab insya allah akan di artikel selanjutnya)

Ceritasufi sedikit mensarikan dari salah satu literatur kecil bagaimana hijab terhadah Allah Ilahi Robbi ini bergejolak.

Kemudian Allah ciptakan segala kebutuhn mu dan Aku labuhkan hijab (pembatas) atas mu (adm. manusia). Lalu engkau tertutup dengan hijab dirimu sendiri.


Kemudian Aku, Allah meng-hijab engkau dengan diri-diri yang lain (cobaan), yang mana diri-diri yang lain itu menyeru (menggoda) kepadamu dan pada dirinya menjadi penghijab daripada Ku-Allah Azza wa Jalla.

"Hai manusia! Kuciptakan segala sesuatu itu untukmu, maka bagaimana Aku akan rela kalau engkau peruntukkan dirimu bagi yang lain.

Sesungguhnya Aku melarang engkau untuk menggantungkan dirimu dengan sesuatu selain dari Ku, agar kamu senantiasa disisiKu; Di sisi yang tiada sisi, dan dimana yang tiada mana.

Ku ciptakan engkau atas pola gambaran-Ku seorang diri, tunggal, mendengar, melihat dan berkemampuan untuk tajallinya (menyatakan) nama-nama Ku 
 ...dan tempat untuk pemeliharaan-Ku".

Engkau adalah sasaran pandangan-Ku. Tiada dinding penghalang yang memisahkan antara Ku dan antara mu. 

Engkau teman duduk semajlis dengan Ku, maka tiada pembatas antara Ku dan antara mu.

"Hai hamba! Tiada antara Ku dan antara mu, antara Aku lebih dekat kepadamu dari dirimu sendiri. Aku lebih dekat kepadamu dari ucapan lisanmu, maka pandanglah kepada Ku, karena Aku senang memandang kepada mu".


Wallahu'alam bissawab

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews