Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Monday, 10 December 2012

Doa Ketika Sakit dengan : Kebiasaan Rosulullah SAW

Ceritasufi - Rosulullah saw juga manusia biasa seperti kita. Beliau dapat merasa sedih, gembira, marah, ataupun sakit. Tiap makhluk pasti merasakan mati. begitulah perkataan dari lembaran tuntukan umat Islam.  Dimana prosesi sakit biasanya menjadi awal sebuah pertanda akan kematian atau mati.

Di sudut pandangan lain, manusia di beri sebuah kuasa yang dinamakan sunnatullah untuk berusaha mengobati penyakit itu sendiri. Doa adalah sebuah usaha atau biasa kita namanakan Ikhtiar doa.

Banyak doa yang dia ajarkan oleh orang-orang sholeh baik yang diambil dari Al-Quran yang di sematkan Allah, ada pula dari Rosulllah saw, para sahabat sezaman atau sesduahnya yang dapat kita jadikan penyempurna ikhtiar. 

Doa adalah senjata mukmin. Doa adalah penyempurna ikhtiar. Doa adalah inti ibadah. Banyak lagi anjuran penting dalam hal ini yang dapat meringankan dan melepaskan kita dari belenggu kesakitan.

Aisyah Radhiallahu Anhu menuturkan hal ini :

"Apabila Nabi Shallahu Alaihi wa Sallam mengeluh sakit, beliau membaca Al Muawwizat utnuk dirinya dan meniupnya. Dan manakala sakit beliau bertambah parah, aku membacakannya untuk beliau lalu aku usap ke tangannya, mengharap berkahnya." 
(HR. Malik, Abu Dawud dan Ibn Majah)

Al Mu'awwidzat adaalh tiga surat terraakhir Al Quran, yaitu Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas.

Tiga surat inilah yang sering beliau baca apabila sedang sakit. "Membaca untuk dirinya," maksudnya ialah bacaan tersebut dibaca dengan niat memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk kesembuhan dirinya,

Sungguh salah satu manfaat dari Al Quran adalah sebagai As Syifa atau penyembuh dan penyejuk hati bagi orang yang beriman.

Setelah membaca ke tiga ayat ini beliau meniupkannya kesekujur tubuh sebatas yang bisa di jangkau oleh kedua tangan.

Begitu pula saat badan telah merasa payah dan lelah, Aisyah Radhiallahu Anhu mambacakannya dan meniupkan dan mengusapkannya ke tangan Rosulullah untuk mendapatka berkahnya. dengan kata lain dapat pula kita lakukan dengan mengikuti tata cara yang telah di lakukan oleh Aisyah.

Aisyah Radhiallahu Anhu juga berkata yang diriwayatkan Muslim :

"Adalah Rosulullah saw apabila ada seorang anggota keluarga yagn sakit, beliau meniupkan          Al Muawwizat kepadanya.

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Doa Ketika Sakit dengan : Kebiasaan Rosulullah SAW

Ceritasufi - Rosulullah saw juga manusia biasa seperti kita. Beliau dapat merasa sedih, gembira, marah, ataupun sakit. Tiap makhluk pasti merasakan mati. begitulah perkataan dari lembaran tuntukan umat Islam.  Dimana prosesi sakit biasanya menjadi awal sebuah pertanda akan kematian atau mati.

Di sudut pandangan lain, manusia di beri sebuah kuasa yang dinamakan sunnatullah untuk berusaha mengobati penyakit itu sendiri. Doa adalah sebuah usaha atau biasa kita namanakan Ikhtiar doa.

Banyak doa yang dia ajarkan oleh orang-orang sholeh baik yang diambil dari Al-Quran yang di sematkan Allah, ada pula dari Rosulllah saw, para sahabat sezaman atau sesduahnya yang dapat kita jadikan penyempurna ikhtiar. 

Doa adalah senjata mukmin. Doa adalah penyempurna ikhtiar. Doa adalah inti ibadah. Banyak lagi anjuran penting dalam hal ini yang dapat meringankan dan melepaskan kita dari belenggu kesakitan.

Aisyah Radhiallahu Anhu menuturkan hal ini :

"Apabila Nabi Shallahu Alaihi wa Sallam mengeluh sakit, beliau membaca Al Muawwizat utnuk dirinya dan meniupnya. Dan manakala sakit beliau bertambah parah, aku membacakannya untuk beliau lalu aku usap ke tangannya, mengharap berkahnya." 
(HR. Malik, Abu Dawud dan Ibn Majah)

Al Mu'awwidzat adaalh tiga surat terraakhir Al Quran, yaitu Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas.

Tiga surat inilah yang sering beliau baca apabila sedang sakit. "Membaca untuk dirinya," maksudnya ialah bacaan tersebut dibaca dengan niat memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk kesembuhan dirinya,

Sungguh salah satu manfaat dari Al Quran adalah sebagai As Syifa atau penyembuh dan penyejuk hati bagi orang yang beriman.

Setelah membaca ke tiga ayat ini beliau meniupkannya kesekujur tubuh sebatas yang bisa di jangkau oleh kedua tangan.

Begitu pula saat badan telah merasa payah dan lelah, Aisyah Radhiallahu Anhu mambacakannya dan meniupkan dan mengusapkannya ke tangan Rosulullah untuk mendapatka berkahnya. dengan kata lain dapat pula kita lakukan dengan mengikuti tata cara yang telah di lakukan oleh Aisyah.

Aisyah Radhiallahu Anhu juga berkata yang diriwayatkan Muslim :

"Adalah Rosulullah saw apabila ada seorang anggota keluarga yagn sakit, beliau meniupkan          Al Muawwizat kepadanya.

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews