Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)
Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Wednesday, 26 March 2014

Belajar Istiqomah dari Mansur bin al Mu'tabar

Zaidah bin Qudamah berkata, bahwa Mansur bin al Mu'tabar berpuasa selama 40 tahun, bangun di malamnya dan puasa pada siang harinya.

Pernah Ibunya berkata kepadanya "Hai anakku, apakah kamu mau membunuh dirimu sendiri?" Anaknya menjawab dengan halus, "Saya tahu apa yang saya perbuat, wahai ibuku."

Kebiasaan yang jarang di lakukan orang-orang saat itu selain Mansur bin al Mu'tabar adalah jika pagi telah datang, ia selalu mencelak matanya, meminyaki rambut, hiasi bibirnya, barulah ia keluar menemui orang-orang di kampungnya.

Pimpinan Kufah saat itu Yusuf bin Umar sangat ingin menjadikannya seorang pemimpin, tetapi Mansur bin al Mu'tabar  selalu menolak permintaan itu.

Karena kekaguman masyarakat akan kesalehannya, hingga suatu saat, datanglah dua orang yang dianggap dapat meluluhkan hatinya. Hingga terjadi perdebatan kecil diantara mereka bertiga. Sekali lagi Mansur al Mu'tabar tak merubah keputusannya untuk menjadi rakyat jelata. Bahkan sedikitpun ia tidak menanggapi pertengkaran tentang dirinya.

Dikatakan kepada Yusuf bin Umar, "Walau engkau makan dagingnnya, ia tetap tidak ingin menjadi pemimpin."

Akhirnya orang-orang tak mampu meluluhkan pulihan Mansur bin al Mu'tabar untuk menjadi pemimpin mereka. Hingga orang-orang membiarkannya. Ia pun menyibukkan dirinya untuk menyembah Tuhannya.

Saturday, 22 March 2014

Mengadu kepada Allah

Telah menjadi kebiasaan, semoga tidak menjadi budaya masyarakat Islam di Indonesia tentunya, menuangkan segala kegiatannya di dalam social media, facebook, tweet, instagram dll.

Media (sarana) di dunia maya ini menjadi tempat paling ampuh bagi anak-anak hingga orang tua untuk mengungkapkan segala yang mereka alami. Tahukah kita, bahwa semua itu dapat menyebabkan Allah swt mengurangi perhatiannya kepada kita, lantaran keluhan, kesenangan, kebencian dan semuanya itu dapat menggiring ke dalam kebencian Allah?

Padahal Allah Azza wa Jalla yang menciptakan kesedihan dan kesenangan itu.

Tak ada kesia-siaan segala ciptaanNya.

Hingga ujian adalah menjadi bentuk penyucian diri untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Kisah berikut datang dari salah Khlafifah Allah yang kedua, Umar bin Kaththab ra saat dia mendapat masalah dalam hidupnya.

Abdullah bin Umar berkata bahwa telah datang serombongan pedagang dan bermalam di mesjid. Lalu Umar bin Khaththab. Berkata pada Abdurraman bun Auf, "Apakah ada seseorang yang akan menjaga mereka dari pencuri nanti malam?"

Keduanya pun memutuslan berjaga-jaga. Mereka gunakan malam untuk shalat sembari menjaga.

Tak lama, Umar mendengar tangisab anak kecil. Ia berkata kepada ibunya, " Takutlah kepada Allah, berbuat baiklah kepada anakmu."

Setelah kbali ke tempatnya, ia dengar lagi tangisab itu. Maka Umar datangi lagi ibunya dan berkata seperti semula. Lalu kembali  ke tempatnya.

Ketika malam akan berakhir, didengarnya lagi tangisan itu. Kembali Umar mendatangi ibu tersebut dan berkata, " Celakalah kamu, sungguh saya menyangka engkau ibu yang jahat. Kenapa saya melihat anakmu tidak tenang dari tadi malam?"

Maka ibu itu berkata, " Wahai hamba Allah (sedangkan ibu itu tidak tagu siapa Umar bin Kaththab), engkau telah menyuruh saya diam sejenak malam tadi. Saya telah menyapuhnya, tapi ia enggan disapih."

Ia bertanya, "Kenapa disapih?"

Ibu menjawab, "Karena Umar, pemimpin kami tidak mewahibkan kecuali sebatas waktu yang diwajibkan."

Ia berkata, "Celaka kamu! Jangan engkau cepat memutuskan."

Kemudian Umar bin Khaththab salat subuh. Jamaahnya tidak jelas mendengar bacaannya karena tangisannya. Selesai memberi salam, ia berkata, "Hai, betapa jahat Umar, berapa banyak sudah ia membunuh anak-anak muslim."

Lalu ia perintagkan seseorang agar berseru, "Ketahuilah! Jangan kalian sapih anak-anak kalian terlalu cepat. Seaungguhnya kami mewajibkab setiap anak muslim agar disusui. Lalu ditulislah aturan tersebut dan disebar ke aeluruh penjuru negeri Islam."

Semenjak itu Umar selalu membaca dala salat wajib,

...Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku... (Yusuf [12]: 86)

Lalu Umar  bin Khaththab menangis dengan keras dan tinggi, hingga didengar oleh shaf paling belakang.

Begitulah bagaimana Allah swt memberikan pelajaran demi pelajaran bagi Umar bin Khaththab dan tiap kaum muslimin agak selalu mencurahkan kesusahan dan kebahagiannya hanya kepada Allah swt.

Akhirnya, seluruh urusan seorang mukmib adalah baik. Jika ia di timpa musibah, ia  bersabar dan sabar itu adalah baik baginya.

Jika ia di timpa hal yang membahagiakan, ia bersyukur. Karena itulah yang terbaik.

Begitulah  akhirnya sikap seorang muslim  untuk tidak serta merta mencurahkan semuanya kedalam Social Media. Melainkan pengaduan itu hanya tertuju kepada Allah subhanahu wata'ala.

Waallahualam bissawab.

Roh Sejati dalam Dunia Orang Lalai

Jangan ajak aku ke dunia itu,
Aku pernah kesana, melihat kekejian dan kefanaannya.

Ketidakpedulian adalah sebuah tabir; aku melihat cahaya Kebenaran tersembunyi.

Segala sesuatu, seluruh ciptaan, aku melihat begitu fana dan penuh bahaya.

Eksistensi, sesungguhnya aku diletakkan diatasnya.

Sayangnya! Ia adalah non eksistensi; aku sangat menderita.

Seperti kehidupan, aku mengalaminya; aku melihatnya sebagai siksaan di dalam siksaan.

Aku menjadi hukum sejati; aku melihat kekekalan menjadi bencana.

Kehidupan bagaikan angin, ia melintas begitu saja; aku melihat kesempurnaan kerugian sejati.

Alam perbuatan hanya untuk pamer; aku melihat ambisi menjadi penderitaan sejati.

Pertemuan pada kenyataannya adalah perpisahan; aku melihat obat sebagai penyakit.

Cahaya-cahaya ini menjadi kegelapan; aku melihat teman-teman ini menjadi yatim-piatu.

Suara-suara ini adalah pemberitahuan kematian; aku melihat kehidupan menjadi kematian.

Pengetahuan berubah menjadi seloroh; aku melihat ribuan penyakit di dalam ilmu pengetahuan.

Kesenangan menjadi penderitaan; aku melihat eksistensi menjadi non eksistensi terpadu.

Aku telah menemukan Kekasih Sejati; Ah... Aku mengalami banyak penderitaan karena perpisahan.




Oleh Beiduzzaman Said Nursi.

Dalam Al Ahad-Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi

Wednesday, 9 October 2013

Doa Keluar Rumah dan Hikmahnya



Ceritasufi. Salah satu doa yang wajid teringat tiap saat adalah doa keluar rumah. Bukan tanpa alasan mengapa doa ini menjadi sebuah keharusan diajarkan kepada kaum muslimin/muslimat menjadi salah satu ujung tombak dalam mencari berkah Allah swt di luar rumah.


Keluar rumah menjadi alasan mengapa kita mencari rejeki, menuntut ilmu, dan yang terpenting adalah keselamatan dan keampunan dari Allah Azza wa Jalla saat keluar dari kediaman kita.

Artinya: 
"Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah, aku berserah diri kepada Allah, tidak ada daya dan upaya/kekuatan melainkan atas pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung

Indonesian Transcript :
Bismillahi amantu billah, Tawakkaltu a'alallah, La hau lawala quwwata 'illa billahil 'alii yil azhiim.


Kandungan doa ini sangatlah baik buat di amalkan saat tiap kali melangkah keluar rumah. Apapun niat yang terbersit, selama itu kebaikan dan kebenaran saat melangkah keluar rumah, maka janji Allah swt tak akan pernah salah. Janji yang akan selalu mengabulkan tiap permintaan hambanya.

Jauhkanlah prasangka buruk terhadap Allah saat keinginan tak tercapai.

Nilai kepasrahan yang total, tanpa sedikitpun merasa mampu akan sesuatu menjadikan tonggak kebahagian hidup. Doa ini pula menyiratkan penghindaran diri manusia akan kesombongan karena ilmu dan kekuatan fisik pada diri. Kehendak yang diinginkan akhirnya di sandarkan kepada Allah. Dengan begitu pula, sirna rasa kecewa, kesal, rencana yang baru rencana dan segala keinginan.

Peresapan yang mendalam dari pengertian ini menghantarkan emosi menjadi lembut. Berpasrah dengan hasil yang menjadi hak prerogatif Allah swt. Merelakan hasil dengan kerelaan yang total hanya pada Nya.

Wallahu'alam bissawab



Wednesday, 24 July 2013

Piri Reis Pembuat Peta Akurat

Piri Reis lahir di Gallipoli, daerah Pantai Aegea, Turki. Ia hidup antara tahun 877-961 Hijriah atau 1465-1554 Masehi, dengan nama lengkap Hadji Muhiddin Piri Ibnu Hadji Mehmet. Piri kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga remaja bersama pamannya Kemal Reis, seorang pelaut terkenal di masa Kekalifahan Turki Utsmani. Pamannyalah yang mendorong Piri mencintai laut, pelayaran dan kartografi (ilmu pembuatan peta). 

Monday, 3 June 2013

Al Hallaj - Apakah Realitas?

Ceritasufi - Al Hallaj memang  seorang yang senang bermain dengan pemaknaan. Sebagian mengungkap dengan apa adanya, sebagain lagi dengan ilmu, dan lainnya dengan sebenar pemahaman. Pencaharian abadi.

Pencaharian akan realitas, adalah segala sesuatu yang sangat subtil, tak kentara,dalam setiap gambarannya-setiap jejak langkah yang bisa membawa Sang Pencari (salik) pada sesuatu yang dangkal. Dan disanalah ia menapak luapan keluh-kesah panjang di padang pasir yang kering-kerontang.

Marikita lihat bagaimana Al Hallaj berujar tentang Realitas.

10 Wanita Islam yang Menginspirasi Dunia

Ceritasufi - Persepsi tentang perempuan Islam masih menyisakan stigma negatif bagi dunia barat. kekhatiran sebenarnya bukan datang dari mereka,tapi generasi muda Islam mendatang yang mengadopsi pikiran in, inilahyang disebut fenomena.

Sorang Muslim yang memegang sebuah Kitab Dunia-Akhirat, Al Quran harus mencaplok dengan segala alasan logikanya dengan mengenyampingkan keyakikan hakiki (Allah dan Rosullullah) pelan-pelan harus berpandangan sama dengan mereka. Walau tak sama persis tapi pengambilan keputusan akhir sangat mempengaruhi pergerakan Islam ke depan.

Wanita dalam Islam hanya layak mengurus anak dan rumah, tak pantas menjadi seorang yang besar, tak perlu berpendidikan dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan ini boleh jadi akan terjawab dengan melihat profil singkat mereka.

Wednesday, 1 May 2013

Perkembangan Islam di Korea - Abad 19-20

Ceritasufi -  Setelanh berpelesir ke Eropa, kali ini Cerita Sufi akan masuk sedikit dengan Islam di Korea. Perkenalan dengan Korea sekarang tidaklah susah. Dengan kerja keras pemerintah korea selatan khususnya telah menjadi trend setter dunia dalam dunia seni musik dan industri film nya. (indonesia kapan ya jadi trend setter...?) 
Waduh mangkin ngaur ni...yo wes. Lanjuut....

Islam termasuk barang baru. Barang aneh yang jauh dari kata sama di banding dengan budaya dan Agama di Korea. Makanan halal menjadi barang langka nan mahal bagi sorang muslim di negara Korea. 
Boleh jadi keterlambatan ini dimulai pada saat Perang panjang antara dua Isme Demokrasi Amerika Vs Sosialis Rusia telah menjadi hambatan bagi Islam untuk menyebar di negara Ginseng ini. Tanpa berpanjang-panjang. Mari kita simak Perkembangan Awal Islam di Korea - Abad 19-20

Wednesday, 3 April 2013

Muslim Sejati Tidak Harus Meninggalkan Sunni dan Tidak Harus Masuk Syiah

 
Ceritasufi - Artikel ini sengaja saya kopas dari rumahnya. Dialog menarik dapat kita simak dari hasil wawancara dengan seorang mahasiswa Indonesia yang tengah belajar jauh di Negeri Para Mullah. Harapannya sederhana. Semoga kecepatan otak tak melebihi kecepatan mulut dalam menghukumi sesuatu. (terinspirasi dari Artikel Sunni dan Syiah di Tempat Kerja)

Qom, 21 Januari 2012 
Ismail Amin, Mahasiswa Mostafa International University Republik Islam Iran Program Studi Ulumul Qur'an.

Pagi itu Kamis (12/1) kurang lebih pukul 07.00, ia datang ke rumah. Musim dingin di Iran membuat suasana masih gelap, matahari masih malu-malu untuk menampakkan diri. Wajahnya memucat, kepulan kabut keluar dari mulutnya setiap ia menghembuskan nafas. Topi kupluk, syal yang melilit di lehernya dan jaket tebal berwarna gelap lengkap dengan tas ransel di punggungnya, ia menyunggingkan senyum. "Bang, saya numpang sebentar ya!".
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Belajar Istiqomah dari Mansur bin al Mu'tabar

Zaidah bin Qudamah berkata, bahwa Mansur bin al Mu'tabar berpuasa selama 40 tahun, bangun di malamnya dan puasa pada siang harinya.

Pernah Ibunya berkata kepadanya "Hai anakku, apakah kamu mau membunuh dirimu sendiri?" Anaknya menjawab dengan halus, "Saya tahu apa yang saya perbuat, wahai ibuku."

Kebiasaan yang jarang di lakukan orang-orang saat itu selain Mansur bin al Mu'tabar adalah jika pagi telah datang, ia selalu mencelak matanya, meminyaki rambut, hiasi bibirnya, barulah ia keluar menemui orang-orang di kampungnya.

Pimpinan Kufah saat itu Yusuf bin Umar sangat ingin menjadikannya seorang pemimpin, tetapi Mansur bin al Mu'tabar  selalu menolak permintaan itu.

Karena kekaguman masyarakat akan kesalehannya, hingga suatu saat, datanglah dua orang yang dianggap dapat meluluhkan hatinya. Hingga terjadi perdebatan kecil diantara mereka bertiga. Sekali lagi Mansur al Mu'tabar tak merubah keputusannya untuk menjadi rakyat jelata. Bahkan sedikitpun ia tidak menanggapi pertengkaran tentang dirinya.

Dikatakan kepada Yusuf bin Umar, "Walau engkau makan dagingnnya, ia tetap tidak ingin menjadi pemimpin."

Akhirnya orang-orang tak mampu meluluhkan pulihan Mansur bin al Mu'tabar untuk menjadi pemimpin mereka. Hingga orang-orang membiarkannya. Ia pun menyibukkan dirinya untuk menyembah Tuhannya.

Mengadu kepada Allah

Telah menjadi kebiasaan, semoga tidak menjadi budaya masyarakat Islam di Indonesia tentunya, menuangkan segala kegiatannya di dalam social media, facebook, tweet, instagram dll.

Media (sarana) di dunia maya ini menjadi tempat paling ampuh bagi anak-anak hingga orang tua untuk mengungkapkan segala yang mereka alami. Tahukah kita, bahwa semua itu dapat menyebabkan Allah swt mengurangi perhatiannya kepada kita, lantaran keluhan, kesenangan, kebencian dan semuanya itu dapat menggiring ke dalam kebencian Allah?

Padahal Allah Azza wa Jalla yang menciptakan kesedihan dan kesenangan itu.

Tak ada kesia-siaan segala ciptaanNya.

Hingga ujian adalah menjadi bentuk penyucian diri untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Kisah berikut datang dari salah Khlafifah Allah yang kedua, Umar bin Kaththab ra saat dia mendapat masalah dalam hidupnya.

Abdullah bin Umar berkata bahwa telah datang serombongan pedagang dan bermalam di mesjid. Lalu Umar bin Khaththab. Berkata pada Abdurraman bun Auf, "Apakah ada seseorang yang akan menjaga mereka dari pencuri nanti malam?"

Keduanya pun memutuslan berjaga-jaga. Mereka gunakan malam untuk shalat sembari menjaga.

Tak lama, Umar mendengar tangisab anak kecil. Ia berkata kepada ibunya, " Takutlah kepada Allah, berbuat baiklah kepada anakmu."

Setelah kbali ke tempatnya, ia dengar lagi tangisab itu. Maka Umar datangi lagi ibunya dan berkata seperti semula. Lalu kembali  ke tempatnya.

Ketika malam akan berakhir, didengarnya lagi tangisan itu. Kembali Umar mendatangi ibu tersebut dan berkata, " Celakalah kamu, sungguh saya menyangka engkau ibu yang jahat. Kenapa saya melihat anakmu tidak tenang dari tadi malam?"

Maka ibu itu berkata, " Wahai hamba Allah (sedangkan ibu itu tidak tagu siapa Umar bin Kaththab), engkau telah menyuruh saya diam sejenak malam tadi. Saya telah menyapuhnya, tapi ia enggan disapih."

Ia bertanya, "Kenapa disapih?"

Ibu menjawab, "Karena Umar, pemimpin kami tidak mewahibkan kecuali sebatas waktu yang diwajibkan."

Ia berkata, "Celaka kamu! Jangan engkau cepat memutuskan."

Kemudian Umar bin Khaththab salat subuh. Jamaahnya tidak jelas mendengar bacaannya karena tangisannya. Selesai memberi salam, ia berkata, "Hai, betapa jahat Umar, berapa banyak sudah ia membunuh anak-anak muslim."

Lalu ia perintagkan seseorang agar berseru, "Ketahuilah! Jangan kalian sapih anak-anak kalian terlalu cepat. Seaungguhnya kami mewajibkab setiap anak muslim agar disusui. Lalu ditulislah aturan tersebut dan disebar ke aeluruh penjuru negeri Islam."

Semenjak itu Umar selalu membaca dala salat wajib,

...Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku... (Yusuf [12]: 86)

Lalu Umar  bin Khaththab menangis dengan keras dan tinggi, hingga didengar oleh shaf paling belakang.

Begitulah bagaimana Allah swt memberikan pelajaran demi pelajaran bagi Umar bin Khaththab dan tiap kaum muslimin agak selalu mencurahkan kesusahan dan kebahagiannya hanya kepada Allah swt.

Akhirnya, seluruh urusan seorang mukmib adalah baik. Jika ia di timpa musibah, ia  bersabar dan sabar itu adalah baik baginya.

Jika ia di timpa hal yang membahagiakan, ia bersyukur. Karena itulah yang terbaik.

Begitulah  akhirnya sikap seorang muslim  untuk tidak serta merta mencurahkan semuanya kedalam Social Media. Melainkan pengaduan itu hanya tertuju kepada Allah subhanahu wata'ala.

Waallahualam bissawab.

Roh Sejati dalam Dunia Orang Lalai

Jangan ajak aku ke dunia itu,
Aku pernah kesana, melihat kekejian dan kefanaannya.

Ketidakpedulian adalah sebuah tabir; aku melihat cahaya Kebenaran tersembunyi.

Segala sesuatu, seluruh ciptaan, aku melihat begitu fana dan penuh bahaya.

Eksistensi, sesungguhnya aku diletakkan diatasnya.

Sayangnya! Ia adalah non eksistensi; aku sangat menderita.

Seperti kehidupan, aku mengalaminya; aku melihatnya sebagai siksaan di dalam siksaan.

Aku menjadi hukum sejati; aku melihat kekekalan menjadi bencana.

Kehidupan bagaikan angin, ia melintas begitu saja; aku melihat kesempurnaan kerugian sejati.

Alam perbuatan hanya untuk pamer; aku melihat ambisi menjadi penderitaan sejati.

Pertemuan pada kenyataannya adalah perpisahan; aku melihat obat sebagai penyakit.

Cahaya-cahaya ini menjadi kegelapan; aku melihat teman-teman ini menjadi yatim-piatu.

Suara-suara ini adalah pemberitahuan kematian; aku melihat kehidupan menjadi kematian.

Pengetahuan berubah menjadi seloroh; aku melihat ribuan penyakit di dalam ilmu pengetahuan.

Kesenangan menjadi penderitaan; aku melihat eksistensi menjadi non eksistensi terpadu.

Aku telah menemukan Kekasih Sejati; Ah... Aku mengalami banyak penderitaan karena perpisahan.




Oleh Beiduzzaman Said Nursi.

Dalam Al Ahad-Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi

Doa Keluar Rumah dan Hikmahnya



Ceritasufi. Salah satu doa yang wajid teringat tiap saat adalah doa keluar rumah. Bukan tanpa alasan mengapa doa ini menjadi sebuah keharusan diajarkan kepada kaum muslimin/muslimat menjadi salah satu ujung tombak dalam mencari berkah Allah swt di luar rumah.


Keluar rumah menjadi alasan mengapa kita mencari rejeki, menuntut ilmu, dan yang terpenting adalah keselamatan dan keampunan dari Allah Azza wa Jalla saat keluar dari kediaman kita.

Artinya: 
"Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah, aku berserah diri kepada Allah, tidak ada daya dan upaya/kekuatan melainkan atas pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung

Indonesian Transcript :
Bismillahi amantu billah, Tawakkaltu a'alallah, La hau lawala quwwata 'illa billahil 'alii yil azhiim.


Kandungan doa ini sangatlah baik buat di amalkan saat tiap kali melangkah keluar rumah. Apapun niat yang terbersit, selama itu kebaikan dan kebenaran saat melangkah keluar rumah, maka janji Allah swt tak akan pernah salah. Janji yang akan selalu mengabulkan tiap permintaan hambanya.

Jauhkanlah prasangka buruk terhadap Allah saat keinginan tak tercapai.

Nilai kepasrahan yang total, tanpa sedikitpun merasa mampu akan sesuatu menjadikan tonggak kebahagian hidup. Doa ini pula menyiratkan penghindaran diri manusia akan kesombongan karena ilmu dan kekuatan fisik pada diri. Kehendak yang diinginkan akhirnya di sandarkan kepada Allah. Dengan begitu pula, sirna rasa kecewa, kesal, rencana yang baru rencana dan segala keinginan.

Peresapan yang mendalam dari pengertian ini menghantarkan emosi menjadi lembut. Berpasrah dengan hasil yang menjadi hak prerogatif Allah swt. Merelakan hasil dengan kerelaan yang total hanya pada Nya.

Wallahu'alam bissawab



Piri Reis Pembuat Peta Akurat

Piri Reis lahir di Gallipoli, daerah Pantai Aegea, Turki. Ia hidup antara tahun 877-961 Hijriah atau 1465-1554 Masehi, dengan nama lengkap Hadji Muhiddin Piri Ibnu Hadji Mehmet. Piri kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga remaja bersama pamannya Kemal Reis, seorang pelaut terkenal di masa Kekalifahan Turki Utsmani. Pamannyalah yang mendorong Piri mencintai laut, pelayaran dan kartografi (ilmu pembuatan peta). 

Al Hallaj - Apakah Realitas?

Ceritasufi - Al Hallaj memang  seorang yang senang bermain dengan pemaknaan. Sebagian mengungkap dengan apa adanya, sebagain lagi dengan ilmu, dan lainnya dengan sebenar pemahaman. Pencaharian abadi.

Pencaharian akan realitas, adalah segala sesuatu yang sangat subtil, tak kentara,dalam setiap gambarannya-setiap jejak langkah yang bisa membawa Sang Pencari (salik) pada sesuatu yang dangkal. Dan disanalah ia menapak luapan keluh-kesah panjang di padang pasir yang kering-kerontang.

Marikita lihat bagaimana Al Hallaj berujar tentang Realitas.

10 Wanita Islam yang Menginspirasi Dunia

Ceritasufi - Persepsi tentang perempuan Islam masih menyisakan stigma negatif bagi dunia barat. kekhatiran sebenarnya bukan datang dari mereka,tapi generasi muda Islam mendatang yang mengadopsi pikiran in, inilahyang disebut fenomena.

Sorang Muslim yang memegang sebuah Kitab Dunia-Akhirat, Al Quran harus mencaplok dengan segala alasan logikanya dengan mengenyampingkan keyakikan hakiki (Allah dan Rosullullah) pelan-pelan harus berpandangan sama dengan mereka. Walau tak sama persis tapi pengambilan keputusan akhir sangat mempengaruhi pergerakan Islam ke depan.

Wanita dalam Islam hanya layak mengurus anak dan rumah, tak pantas menjadi seorang yang besar, tak perlu berpendidikan dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan ini boleh jadi akan terjawab dengan melihat profil singkat mereka.

Perkembangan Islam di Korea - Abad 19-20

Ceritasufi -  Setelanh berpelesir ke Eropa, kali ini Cerita Sufi akan masuk sedikit dengan Islam di Korea. Perkenalan dengan Korea sekarang tidaklah susah. Dengan kerja keras pemerintah korea selatan khususnya telah menjadi trend setter dunia dalam dunia seni musik dan industri film nya. (indonesia kapan ya jadi trend setter...?) 
Waduh mangkin ngaur ni...yo wes. Lanjuut....

Islam termasuk barang baru. Barang aneh yang jauh dari kata sama di banding dengan budaya dan Agama di Korea. Makanan halal menjadi barang langka nan mahal bagi sorang muslim di negara Korea. 
Boleh jadi keterlambatan ini dimulai pada saat Perang panjang antara dua Isme Demokrasi Amerika Vs Sosialis Rusia telah menjadi hambatan bagi Islam untuk menyebar di negara Ginseng ini. Tanpa berpanjang-panjang. Mari kita simak Perkembangan Awal Islam di Korea - Abad 19-20

Muslim Sejati Tidak Harus Meninggalkan Sunni dan Tidak Harus Masuk Syiah

 
Ceritasufi - Artikel ini sengaja saya kopas dari rumahnya. Dialog menarik dapat kita simak dari hasil wawancara dengan seorang mahasiswa Indonesia yang tengah belajar jauh di Negeri Para Mullah. Harapannya sederhana. Semoga kecepatan otak tak melebihi kecepatan mulut dalam menghukumi sesuatu. (terinspirasi dari Artikel Sunni dan Syiah di Tempat Kerja)

Qom, 21 Januari 2012 
Ismail Amin, Mahasiswa Mostafa International University Republik Islam Iran Program Studi Ulumul Qur'an.

Pagi itu Kamis (12/1) kurang lebih pukul 07.00, ia datang ke rumah. Musim dingin di Iran membuat suasana masih gelap, matahari masih malu-malu untuk menampakkan diri. Wajahnya memucat, kepulan kabut keluar dari mulutnya setiap ia menghembuskan nafas. Topi kupluk, syal yang melilit di lehernya dan jaket tebal berwarna gelap lengkap dengan tas ransel di punggungnya, ia menyunggingkan senyum. "Bang, saya numpang sebentar ya!".

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews