Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Friday, 28 March 2014

Wasiat Syeikh Asy Syadzilli: Perjalanan Dunia (Bab. 2)

Ceritasufi - Berpesan Syeikh Asy Syadzilli kepada umat Islam:

Lepaskanlah dirimu dari berlebihan terhadap cinta dunia, tinggakanlah untuk terus menerus bermaksiat, langgengkanlah pada masalah rahmat laduniyah (dari sisi Allah), dan mohonlah pertolongan melalui rahmat itu pada segala tindakan, serta janganlah hatimu bergantung dengan sesuatu, maka engkau termasuk orang-orang yang  sangat mendalam (dan benar) dalam ilmu, dimana rahasia batin  dan ilmu tidak pernah hilang.

Apabila muncul gangguan hatimu berupa bisikan maksiat dan dunia, lemparkanlah bisikan itu di bawah dua telapak  kakimu sebagai sesuatu yang hina, sekaligus sebagai refeksi zuhud, lalu penuhilah hatimu dengan ilmu dan petunjuk.

Wednesday, 26 March 2014

Belajar Istiqomah dari Mansur bin al Mu'tabar

Zaidah bin Qudamah berkata, bahwa Mansur bin al Mu'tabar berpuasa selama 40 tahun, bangun di malamnya dan puasa pada siang harinya.

Pernah Ibunya berkata kepadanya "Hai anakku, apakah kamu mau membunuh dirimu sendiri?" Anaknya menjawab dengan halus, "Saya tahu apa yang saya perbuat, wahai ibuku."

Kebiasaan yang jarang di lakukan orang-orang saat itu selain Mansur bin al Mu'tabar adalah jika pagi telah datang, ia selalu mencelak matanya, meminyaki rambut, hiasi bibirnya, barulah ia keluar menemui orang-orang di kampungnya.

Pimpinan Kufah saat itu Yusuf bin Umar sangat ingin menjadikannya seorang pemimpin, tetapi Mansur bin al Mu'tabar  selalu menolak permintaan itu.

Karena kekaguman masyarakat akan kesalehannya, hingga suatu saat, datanglah dua orang yang dianggap dapat meluluhkan hatinya. Hingga terjadi perdebatan kecil diantara mereka bertiga. Sekali lagi Mansur al Mu'tabar tak merubah keputusannya untuk menjadi rakyat jelata. Bahkan sedikitpun ia tidak menanggapi pertengkaran tentang dirinya.

Dikatakan kepada Yusuf bin Umar, "Walau engkau makan dagingnnya, ia tetap tidak ingin menjadi pemimpin."

Akhirnya orang-orang tak mampu meluluhkan pulihan Mansur bin al Mu'tabar untuk menjadi pemimpin mereka. Hingga orang-orang membiarkannya. Ia pun menyibukkan dirinya untuk menyembah Tuhannya.

Saturday, 22 March 2014

Mengadu kepada Allah

Telah menjadi kebiasaan, semoga tidak menjadi budaya masyarakat Islam di Indonesia tentunya, menuangkan segala kegiatannya di dalam social media, facebook, tweet, instagram dll.

Media (sarana) di dunia maya ini menjadi tempat paling ampuh bagi anak-anak hingga orang tua untuk mengungkapkan segala yang mereka alami. Tahukah kita, bahwa semua itu dapat menyebabkan Allah swt mengurangi perhatiannya kepada kita, lantaran keluhan, kesenangan, kebencian dan semuanya itu dapat menggiring ke dalam kebencian Allah?

Padahal Allah Azza wa Jalla yang menciptakan kesedihan dan kesenangan itu.

Tak ada kesia-siaan segala ciptaanNya.

Hingga ujian adalah menjadi bentuk penyucian diri untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Kisah berikut datang dari salah Khlafifah Allah yang kedua, Umar bin Kaththab ra saat dia mendapat masalah dalam hidupnya.

Abdullah bin Umar berkata bahwa telah datang serombongan pedagang dan bermalam di mesjid. Lalu Umar bin Khaththab. Berkata pada Abdurraman bun Auf, "Apakah ada seseorang yang akan menjaga mereka dari pencuri nanti malam?"

Keduanya pun memutuslan berjaga-jaga. Mereka gunakan malam untuk shalat sembari menjaga.

Tak lama, Umar mendengar tangisab anak kecil. Ia berkata kepada ibunya, " Takutlah kepada Allah, berbuat baiklah kepada anakmu."

Setelah kbali ke tempatnya, ia dengar lagi tangisab itu. Maka Umar datangi lagi ibunya dan berkata seperti semula. Lalu kembali  ke tempatnya.

Ketika malam akan berakhir, didengarnya lagi tangisan itu. Kembali Umar mendatangi ibu tersebut dan berkata, " Celakalah kamu, sungguh saya menyangka engkau ibu yang jahat. Kenapa saya melihat anakmu tidak tenang dari tadi malam?"

Maka ibu itu berkata, " Wahai hamba Allah (sedangkan ibu itu tidak tagu siapa Umar bin Kaththab), engkau telah menyuruh saya diam sejenak malam tadi. Saya telah menyapuhnya, tapi ia enggan disapih."

Ia bertanya, "Kenapa disapih?"

Ibu menjawab, "Karena Umar, pemimpin kami tidak mewahibkan kecuali sebatas waktu yang diwajibkan."

Ia berkata, "Celaka kamu! Jangan engkau cepat memutuskan."

Kemudian Umar bin Khaththab salat subuh. Jamaahnya tidak jelas mendengar bacaannya karena tangisannya. Selesai memberi salam, ia berkata, "Hai, betapa jahat Umar, berapa banyak sudah ia membunuh anak-anak muslim."

Lalu ia perintagkan seseorang agar berseru, "Ketahuilah! Jangan kalian sapih anak-anak kalian terlalu cepat. Seaungguhnya kami mewajibkab setiap anak muslim agar disusui. Lalu ditulislah aturan tersebut dan disebar ke aeluruh penjuru negeri Islam."

Semenjak itu Umar selalu membaca dala salat wajib,

...Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku... (Yusuf [12]: 86)

Lalu Umar  bin Khaththab menangis dengan keras dan tinggi, hingga didengar oleh shaf paling belakang.

Begitulah bagaimana Allah swt memberikan pelajaran demi pelajaran bagi Umar bin Khaththab dan tiap kaum muslimin agak selalu mencurahkan kesusahan dan kebahagiannya hanya kepada Allah swt.

Akhirnya, seluruh urusan seorang mukmib adalah baik. Jika ia di timpa musibah, ia  bersabar dan sabar itu adalah baik baginya.

Jika ia di timpa hal yang membahagiakan, ia bersyukur. Karena itulah yang terbaik.

Begitulah  akhirnya sikap seorang muslim  untuk tidak serta merta mencurahkan semuanya kedalam Social Media. Melainkan pengaduan itu hanya tertuju kepada Allah subhanahu wata'ala.

Waallahualam bissawab.

Roh Sejati dalam Dunia Orang Lalai

Jangan ajak aku ke dunia itu,
Aku pernah kesana, melihat kekejian dan kefanaannya.

Ketidakpedulian adalah sebuah tabir; aku melihat cahaya Kebenaran tersembunyi.

Segala sesuatu, seluruh ciptaan, aku melihat begitu fana dan penuh bahaya.

Eksistensi, sesungguhnya aku diletakkan diatasnya.

Sayangnya! Ia adalah non eksistensi; aku sangat menderita.

Seperti kehidupan, aku mengalaminya; aku melihatnya sebagai siksaan di dalam siksaan.

Aku menjadi hukum sejati; aku melihat kekekalan menjadi bencana.

Kehidupan bagaikan angin, ia melintas begitu saja; aku melihat kesempurnaan kerugian sejati.

Alam perbuatan hanya untuk pamer; aku melihat ambisi menjadi penderitaan sejati.

Pertemuan pada kenyataannya adalah perpisahan; aku melihat obat sebagai penyakit.

Cahaya-cahaya ini menjadi kegelapan; aku melihat teman-teman ini menjadi yatim-piatu.

Suara-suara ini adalah pemberitahuan kematian; aku melihat kehidupan menjadi kematian.

Pengetahuan berubah menjadi seloroh; aku melihat ribuan penyakit di dalam ilmu pengetahuan.

Kesenangan menjadi penderitaan; aku melihat eksistensi menjadi non eksistensi terpadu.

Aku telah menemukan Kekasih Sejati; Ah... Aku mengalami banyak penderitaan karena perpisahan.




Oleh Beiduzzaman Said Nursi.

Dalam Al Ahad-Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi

Wednesday, 19 March 2014

Hijab Nya Atas Kamu

Calligraphic Scroll, dari  Syria, atau India, Abad ke 14 - 15. Koleksi Al-Sabah, Dar al-Athar al-Islamiyyah, Kuwait.
Ceritasufi - Hijab adalah penghalang. Begitu arti sederhananya. Namun syarat makna akan kata "penghalang" itu sendiri. Dalam surah Al Ahzab 59, isyarat ini menganjurkan kepada kaum hawa Islam untuk memberikan penghalang dalam berpakaian dari pemakai dan yang melihat.

Disisi lain hijab juga dapat berhubungan dengan vertikal, kepada Allah subhanahu wa ta'ala. (bahasan hijab insya allah akan di artikel selanjutnya)

Ceritasufi sedikit mensarikan dari salah satu literatur kecil bagaimana hijab terhadah Allah Ilahi Robbi ini bergejolak.

Kemudian Allah ciptakan segala kebutuhn mu dan Aku labuhkan hijab (pembatas) atas mu (adm. manusia). Lalu engkau tertutup dengan hijab dirimu sendiri.

Saturday, 15 March 2014

Wasiat Syeikh Asy Syadzilli (Bag. 1)

Kaligrafi Kuno Iraq.Sebagai Cacatan: Tinta hitam dan merah (simbol titik) adalah sebuah kewajiban dalam tradisi kaligrafi Iraq saat itu       

Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzily banyak berpesan bagaimana harus menyelesaikan permasalahan dunia.Telah banyak uraian yang dapat kita temukan dalam literatur sekarang. Baik ulasan langsung atau berupa kutipan pendek dari Wasiat Syeikh As Syadzili. 

Sahabat CS: Ceritasufi kali ini akan menyajikan makanan rohani bagi para pencari Tuhan yang kami rangkum dari berbagai sumber. Pemenuh hati dan pelipur lara bagi sahabat pencari ketenangan sambil "menikmati" hingar-bingarnya dunia dengan tetap berpegang pada tali Allah Azza wa Jalla.

Awas! Waspadalah dengan kesibukan dunia manakala dunia mendekatimu.

Wednesday, 11 December 2013

Awalnya Menolak Untuk Menikah (Akkaf Ibnu Wada’ah al Hilali)

Illustration: i-am-muslimah.tumblr.com
Ceritasufi: Beberapa saat yang lalu, seorang sahabat di kantor bertutur tentang banyaknya remaja di daerah kami menikah dini lantaran hamil duluan. Untuk bulan Desember 2013, tercatat 11 anak SMP (belum tamat sekolah) yang menikah di kecamatan ini, tutur salah satu perawat kepada temanku. Dan mendapat Walimahan cukup besar dari keluarga pihak kedua mempelai. Apakah ini pertanda persetujuan? Atau menghindari rasa malu? Wallhualam bissawab.. 

Menikah adalah menjadikan perubahan hukum Haram menjadi Halal. Tapi kehalalan dalam proses pencapaian pula menjadi tolak ukur dalam hokum Islam. Islam tidak mengajarkan layaknya Robin Hood yang mencuri si kaya kemudian menyedekahkan dengan si miskin. Kesederhanaan tanpa merusak tatanan norma masyarakat Islam. Begitulah menikah yang di inginkan Allah dan di ajarkan Rosulullah saw kepada ummat Islam. 

Terkisah salah seorang sahabat di zaman Rosulullah, Akkaf Ibnu Wada’ah  al Hilali, seorang sahabat yang bertemu Rosul ketika ia masih bujangan. Dikisahkan dalam riwayat Imam Ahmad dalam kitab Musnad nya, Akkaf Ibnu Wada’ah  al Hilali datang menghadap Rosulullah saw. Dan beliau bersabda, “ Hai Akkaf, apakah kau punya istri?”

Akkaf menjawab, “Belum.” 
“Juga tak punya seorang hamba sahaya?” 
“Tidak.”, jawab Akkaf. 
“Bukankah kau sehat dan mampu?” 
“Benar, Alhamdulillah.”

“Jika begitu, kau termasuk salah satu teman setan. Atau mungkin kau termasuk golongan peendeta Nasrani. Tapi, kau pun bisa termasuk bagian dari kami (Ummat Muhammad-pen). Maka berprilakulah seperti kami. Sesungguhnya menikah adalah salah satu sunnah kami. Seburuk-buruknya kalian adalah bujangan, dan sehina-hinanya orang mati diantara kalian adalah para bujangan. Celakalah engkau, wahai Akkaf. Menikahlah!”

Akkaf menjawab, “ Aku tidak akan menikah sampai Paduka menikahkanku pada wanita pilihan Paduka.”
Rosulullah saw bersabda, “Aku telah menikahkanmu atas nama Allah dan berkahNya kepada Karimah binti Kultsum al Humairi.”

Berbahagialah Akkaf yang telah mendapat pencerahaan untuk melaksanakan salah satu sunnah AnabiNya. Smeoga Allah merahmatinya.

Rosulullah saw menjadi panutan bagi para bujangan yang menunda, merasa takut dan kahwatir dalam melaksanakan pernikahan. Tak di pungkiri akan banyak kendala, tak pula di pungkiri bahwa Allah lebih menyukai pernikahan dari pada membujang. Maka langsungkanlah semampunya. Carilah petunjuk Rosulullah dalam menikah.

Begitulah sebagian kecil dari kisah tentang anjuran menikah bagi remaja Islam. Sungguh hikam hanya dapat dikenali dengan berpikir dan bertindak selayaknya sekelumit kisah di atas.

Wallhualam bissawab..

Thursday, 5 December 2013

F T W

Ceritasufi - Sekian bulan sudah tak kusentuh dasbor ceritasufi00.blogspot.com/ ini. Ada rasa rindu untuk menambah lagi artikel, tapi kesibukan otak masih harus menyita perhatian lebih. Entah itu lebih banyak berkutat dalam alam pikiran atau raga.

Lama pula aku tak mengeluarkan tumpahan isi kepala. Jikapun harus tumpah, berusak ku menjadi tumpahan lebih bermanfaat bagi ku dan kalian.

Carut marut sistem birokrasi memang menjadi hal yang cukup menjauhkan diriku.
Aku tak berani sama sekali untuk mengakui kehebatan ke jeniusan diri dari mereka. Tapi sungguh tanpa kusadari aku hanyut dalam alam materi mereka. Penuh dengan aturan manusia yang sesekali membuatku harus tertunduk lama. Menahan rasa dengan nafas diatur sedemikian rupa agar tak memecahkan meja di hadapan kami.

Hari penantian yang belum juga dapat keputusan untuk hijrah. Hijrah dari embanan tugas yang sebenarnya aku sangat enggan menerimanya. Hanya lantaran tak ada lagi pilihan lain, maka jadilah aku sasaran tembak yang jitu. Tak kuasa menolak karena memang aku susah berkata tidak.

Sungguh Allah mneganugrahkan keyakinan akan takdir. Allah tahu aku mampu. Tapi setelah itu, aku berkata, "Aku tak mampu Ya..Allah..!"

Begitu banyak dunia abu-abu yang selalu menjadi hijab. Yah...penghalang akan melihat kebesaran Allah.

Berurusan dengan lembar yang di beri nilai oleh manusia-money memang rentan dengan rejeki abal-abal. Tak rela rasanya hanya gara-gara serupiah aku harus bercengkrama dengan malaikat penyiksa kubur. Tak rela, pikirku, jika harus berhadapan dengan tuntutan akhirat.

"Selamatkan Aku, Wahai Zat Maha Pelindung bagi hamba yang yang meminta perlindungan. Segerakanlah Ya Allah...!", Segerakanlah Ya Allah...!"Segerakanlah Ya Allah...!"

Bukan aku tak rela menerima semua tanggung jawab ini. Tapi aku tak rela jika ini menjadi pemicu untuk menjanda dengan Tuhanku. Aku khawatir ini menjadi awal menduda dengan Nya.

Entah berapa banyak kongkuw-kongkuw yang terpaksa harus kujalankan demi kemudahan birokrasi. Disisi lain batinku teriak. Menolak segala perlakuan dan kelakuan sbejat sendiri. Sebagian besar bukan untuk diriku sebenarnya, tapi untuk orang-orang ku tanggung.

"Meminimalisir kebejatan birokrasi.. " Hanya itu usaha terbaikku saat ini.

Hasbunallah wa ni'mal wakil Ni'mal maula wa Ni'mal wakil

Wednesday, 9 October 2013

Doa Keluar Rumah dan Hikmahnya



Ceritasufi. Salah satu doa yang wajid teringat tiap saat adalah doa keluar rumah. Bukan tanpa alasan mengapa doa ini menjadi sebuah keharusan diajarkan kepada kaum muslimin/muslimat menjadi salah satu ujung tombak dalam mencari berkah Allah swt di luar rumah.


Keluar rumah menjadi alasan mengapa kita mencari rejeki, menuntut ilmu, dan yang terpenting adalah keselamatan dan keampunan dari Allah Azza wa Jalla saat keluar dari kediaman kita.

Artinya: 
"Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah, aku berserah diri kepada Allah, tidak ada daya dan upaya/kekuatan melainkan atas pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung

Indonesian Transcript :
Bismillahi amantu billah, Tawakkaltu a'alallah, La hau lawala quwwata 'illa billahil 'alii yil azhiim.


Kandungan doa ini sangatlah baik buat di amalkan saat tiap kali melangkah keluar rumah. Apapun niat yang terbersit, selama itu kebaikan dan kebenaran saat melangkah keluar rumah, maka janji Allah swt tak akan pernah salah. Janji yang akan selalu mengabulkan tiap permintaan hambanya.

Jauhkanlah prasangka buruk terhadap Allah saat keinginan tak tercapai.

Nilai kepasrahan yang total, tanpa sedikitpun merasa mampu akan sesuatu menjadikan tonggak kebahagian hidup. Doa ini pula menyiratkan penghindaran diri manusia akan kesombongan karena ilmu dan kekuatan fisik pada diri. Kehendak yang diinginkan akhirnya di sandarkan kepada Allah. Dengan begitu pula, sirna rasa kecewa, kesal, rencana yang baru rencana dan segala keinginan.

Peresapan yang mendalam dari pengertian ini menghantarkan emosi menjadi lembut. Berpasrah dengan hasil yang menjadi hak prerogatif Allah swt. Merelakan hasil dengan kerelaan yang total hanya pada Nya.

Wallahu'alam bissawab



Wednesday, 24 July 2013

Piri Reis Pembuat Peta Akurat

Piri Reis lahir di Gallipoli, daerah Pantai Aegea, Turki. Ia hidup antara tahun 877-961 Hijriah atau 1465-1554 Masehi, dengan nama lengkap Hadji Muhiddin Piri Ibnu Hadji Mehmet. Piri kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga remaja bersama pamannya Kemal Reis, seorang pelaut terkenal di masa Kekalifahan Turki Utsmani. Pamannyalah yang mendorong Piri mencintai laut, pelayaran dan kartografi (ilmu pembuatan peta). 

Wasiat Syeikh Abu Hasan Asy Syadzili tentang Kesibukan Dunia

Ceritasufi - Waspadalah dengan kesibukan dunia manakala dunia mendekatimu. 

Berhati-hatilah! Dengan penyesalannya manakala dunia pergi darimu. Orang yang cerdas sama sekali tidak tergantung pada sesuatu (dunia) yang apabila dunia dating-ia sibuk dan apabila pergi-ia menyesal. Lalu ada yang berkata padanya, “Mereka telah memburu dan mereka telah terampas.”

IKHLAS adalah siapapun  yang meraih sedikit saja dari dunia secara halal dengan disertai etika (adab), hatinya telah selamat dari pengotoran dan dari neraka hijab. 

Wednesday, 12 June 2013

Kalimat Sakti Pengantar Tidur dari Nenek (Grandma Days)

Barakallah Grandma..!
Ceritasufi - Bismillahirrohman nirrohim
Allahumma sholli 'ala Muhammah wa'ala ali Muhammad....

Surat ini kukirimkan buat arwah nenek dan kakekku di alam Kubur...
 
Semua anak paling senang dengan sosok nenek. Nenek tak akan marah jika cucunya nakal. Nenek tak pernah pelit jika dimintai uang. Nenek selalu memberi apapun yang cucunya pinta

Rasanya tak pantas jika aku membiarkan nenek yang telah berpulang ke hadirat Allah swt harus menanngung sendiri beban di alam sana. Semoga ini menjadi kenangan hidup dan amal bagi nenek dan kakekku.

Monday, 3 June 2013

Al Hallaj - Apakah Realitas?

Ceritasufi - Al Hallaj memang  seorang yang senang bermain dengan pemaknaan. Sebagian mengungkap dengan apa adanya, sebagain lagi dengan ilmu, dan lainnya dengan sebenar pemahaman. Pencaharian abadi.

Pencaharian akan realitas, adalah segala sesuatu yang sangat subtil, tak kentara,dalam setiap gambarannya-setiap jejak langkah yang bisa membawa Sang Pencari (salik) pada sesuatu yang dangkal. Dan disanalah ia menapak luapan keluh-kesah panjang di padang pasir yang kering-kerontang.

Marikita lihat bagaimana Al Hallaj berujar tentang Realitas.

10 Wanita Islam yang Menginspirasi Dunia

Ceritasufi - Persepsi tentang perempuan Islam masih menyisakan stigma negatif bagi dunia barat. kekhatiran sebenarnya bukan datang dari mereka,tapi generasi muda Islam mendatang yang mengadopsi pikiran in, inilahyang disebut fenomena.

Sorang Muslim yang memegang sebuah Kitab Dunia-Akhirat, Al Quran harus mencaplok dengan segala alasan logikanya dengan mengenyampingkan keyakikan hakiki (Allah dan Rosullullah) pelan-pelan harus berpandangan sama dengan mereka. Walau tak sama persis tapi pengambilan keputusan akhir sangat mempengaruhi pergerakan Islam ke depan.

Wanita dalam Islam hanya layak mengurus anak dan rumah, tak pantas menjadi seorang yang besar, tak perlu berpendidikan dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan ini boleh jadi akan terjawab dengan melihat profil singkat mereka.

Sunday, 2 June 2013

Tina Styliandou Diajar Membenci Islam

"Karikatur dan Fitnah terhadap Muhammad di media Yunani adalah Ujian Besar bagi Kami"

Ceritasufi - Menjadi mafhum, kami telah diajarkan untuk membenci Islam sedari kecil. Kebencian akan Islam masuk dalam sistem pendidikan dan buku-buku sejarah kami. Dogma ini berjalan rapi. Memang begitulah kebencian telah di tanamakan sedari kami lahir.

Nama saya adalah Tina Styliandou berkebangsaan Yunani. Saya terlahir di kota bersejarah Athena, Ibu kota Yunani. 

Saturday, 1 June 2013

Al Hallaj : 40 Maqam Spiritual Sang Pencari (Salik)

Illustration. islampeace1.wordpress.com
Ceritasufi - Pencaharian tak kunjung habis. Mencari kesejatian / hakiki untuk sebuah penghambaan total bagi tiap yang bernama muslim-penyembah Allah Azza wa Jalla dan pengikut Muhammad Rosulullah Shallahu alaihi wasallam.

Ketotalan tiap individu dalam menyembah memang menjadi pembeda akan Kehebatan Nya. Versi Pencipta sungguh tak terjangkau dalam batasan Hamba. Hingga Sang Pencari dapat bersimpuh petunjuk dengan terbukanya tirai pembeda.

Friday, 17 May 2013

Bayer Munich Buat Mesjid Untuk Pemain dan Fans


 



 Ceritasufi - Siapa yang tak kenal Bayer Munich, salah satu klub sepak bola besar di Jerman yang awalnya bernama MTV 1879 memulai babak baru terhadap para pemain dan fans Bayer Munich dengan membangun mesjid di stadionnya.

Siapa pula yang tak kenal Frank Ribery. Pemain asal Perancis dengan gocekan maut dan menjadi salah satu pemain palang pintu - Gelandang, Bayer Munich inilah yang mengusulkan untuk membuat tempat ibadah khusus di Allianz Arena  Stadion.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Wasiat Syeikh Asy Syadzilli: Perjalanan Dunia (Bab. 2)

Ceritasufi - Berpesan Syeikh Asy Syadzilli kepada umat Islam:

Lepaskanlah dirimu dari berlebihan terhadap cinta dunia, tinggakanlah untuk terus menerus bermaksiat, langgengkanlah pada masalah rahmat laduniyah (dari sisi Allah), dan mohonlah pertolongan melalui rahmat itu pada segala tindakan, serta janganlah hatimu bergantung dengan sesuatu, maka engkau termasuk orang-orang yang  sangat mendalam (dan benar) dalam ilmu, dimana rahasia batin  dan ilmu tidak pernah hilang.

Apabila muncul gangguan hatimu berupa bisikan maksiat dan dunia, lemparkanlah bisikan itu di bawah dua telapak  kakimu sebagai sesuatu yang hina, sekaligus sebagai refeksi zuhud, lalu penuhilah hatimu dengan ilmu dan petunjuk.

Belajar Istiqomah dari Mansur bin al Mu'tabar

Zaidah bin Qudamah berkata, bahwa Mansur bin al Mu'tabar berpuasa selama 40 tahun, bangun di malamnya dan puasa pada siang harinya.

Pernah Ibunya berkata kepadanya "Hai anakku, apakah kamu mau membunuh dirimu sendiri?" Anaknya menjawab dengan halus, "Saya tahu apa yang saya perbuat, wahai ibuku."

Kebiasaan yang jarang di lakukan orang-orang saat itu selain Mansur bin al Mu'tabar adalah jika pagi telah datang, ia selalu mencelak matanya, meminyaki rambut, hiasi bibirnya, barulah ia keluar menemui orang-orang di kampungnya.

Pimpinan Kufah saat itu Yusuf bin Umar sangat ingin menjadikannya seorang pemimpin, tetapi Mansur bin al Mu'tabar  selalu menolak permintaan itu.

Karena kekaguman masyarakat akan kesalehannya, hingga suatu saat, datanglah dua orang yang dianggap dapat meluluhkan hatinya. Hingga terjadi perdebatan kecil diantara mereka bertiga. Sekali lagi Mansur al Mu'tabar tak merubah keputusannya untuk menjadi rakyat jelata. Bahkan sedikitpun ia tidak menanggapi pertengkaran tentang dirinya.

Dikatakan kepada Yusuf bin Umar, "Walau engkau makan dagingnnya, ia tetap tidak ingin menjadi pemimpin."

Akhirnya orang-orang tak mampu meluluhkan pulihan Mansur bin al Mu'tabar untuk menjadi pemimpin mereka. Hingga orang-orang membiarkannya. Ia pun menyibukkan dirinya untuk menyembah Tuhannya.

Mengadu kepada Allah

Telah menjadi kebiasaan, semoga tidak menjadi budaya masyarakat Islam di Indonesia tentunya, menuangkan segala kegiatannya di dalam social media, facebook, tweet, instagram dll.

Media (sarana) di dunia maya ini menjadi tempat paling ampuh bagi anak-anak hingga orang tua untuk mengungkapkan segala yang mereka alami. Tahukah kita, bahwa semua itu dapat menyebabkan Allah swt mengurangi perhatiannya kepada kita, lantaran keluhan, kesenangan, kebencian dan semuanya itu dapat menggiring ke dalam kebencian Allah?

Padahal Allah Azza wa Jalla yang menciptakan kesedihan dan kesenangan itu.

Tak ada kesia-siaan segala ciptaanNya.

Hingga ujian adalah menjadi bentuk penyucian diri untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Kisah berikut datang dari salah Khlafifah Allah yang kedua, Umar bin Kaththab ra saat dia mendapat masalah dalam hidupnya.

Abdullah bin Umar berkata bahwa telah datang serombongan pedagang dan bermalam di mesjid. Lalu Umar bin Khaththab. Berkata pada Abdurraman bun Auf, "Apakah ada seseorang yang akan menjaga mereka dari pencuri nanti malam?"

Keduanya pun memutuslan berjaga-jaga. Mereka gunakan malam untuk shalat sembari menjaga.

Tak lama, Umar mendengar tangisab anak kecil. Ia berkata kepada ibunya, " Takutlah kepada Allah, berbuat baiklah kepada anakmu."

Setelah kbali ke tempatnya, ia dengar lagi tangisab itu. Maka Umar datangi lagi ibunya dan berkata seperti semula. Lalu kembali  ke tempatnya.

Ketika malam akan berakhir, didengarnya lagi tangisan itu. Kembali Umar mendatangi ibu tersebut dan berkata, " Celakalah kamu, sungguh saya menyangka engkau ibu yang jahat. Kenapa saya melihat anakmu tidak tenang dari tadi malam?"

Maka ibu itu berkata, " Wahai hamba Allah (sedangkan ibu itu tidak tagu siapa Umar bin Kaththab), engkau telah menyuruh saya diam sejenak malam tadi. Saya telah menyapuhnya, tapi ia enggan disapih."

Ia bertanya, "Kenapa disapih?"

Ibu menjawab, "Karena Umar, pemimpin kami tidak mewahibkan kecuali sebatas waktu yang diwajibkan."

Ia berkata, "Celaka kamu! Jangan engkau cepat memutuskan."

Kemudian Umar bin Khaththab salat subuh. Jamaahnya tidak jelas mendengar bacaannya karena tangisannya. Selesai memberi salam, ia berkata, "Hai, betapa jahat Umar, berapa banyak sudah ia membunuh anak-anak muslim."

Lalu ia perintagkan seseorang agar berseru, "Ketahuilah! Jangan kalian sapih anak-anak kalian terlalu cepat. Seaungguhnya kami mewajibkab setiap anak muslim agar disusui. Lalu ditulislah aturan tersebut dan disebar ke aeluruh penjuru negeri Islam."

Semenjak itu Umar selalu membaca dala salat wajib,

...Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku... (Yusuf [12]: 86)

Lalu Umar  bin Khaththab menangis dengan keras dan tinggi, hingga didengar oleh shaf paling belakang.

Begitulah bagaimana Allah swt memberikan pelajaran demi pelajaran bagi Umar bin Khaththab dan tiap kaum muslimin agak selalu mencurahkan kesusahan dan kebahagiannya hanya kepada Allah swt.

Akhirnya, seluruh urusan seorang mukmib adalah baik. Jika ia di timpa musibah, ia  bersabar dan sabar itu adalah baik baginya.

Jika ia di timpa hal yang membahagiakan, ia bersyukur. Karena itulah yang terbaik.

Begitulah  akhirnya sikap seorang muslim  untuk tidak serta merta mencurahkan semuanya kedalam Social Media. Melainkan pengaduan itu hanya tertuju kepada Allah subhanahu wata'ala.

Waallahualam bissawab.

Roh Sejati dalam Dunia Orang Lalai

Jangan ajak aku ke dunia itu,
Aku pernah kesana, melihat kekejian dan kefanaannya.

Ketidakpedulian adalah sebuah tabir; aku melihat cahaya Kebenaran tersembunyi.

Segala sesuatu, seluruh ciptaan, aku melihat begitu fana dan penuh bahaya.

Eksistensi, sesungguhnya aku diletakkan diatasnya.

Sayangnya! Ia adalah non eksistensi; aku sangat menderita.

Seperti kehidupan, aku mengalaminya; aku melihatnya sebagai siksaan di dalam siksaan.

Aku menjadi hukum sejati; aku melihat kekekalan menjadi bencana.

Kehidupan bagaikan angin, ia melintas begitu saja; aku melihat kesempurnaan kerugian sejati.

Alam perbuatan hanya untuk pamer; aku melihat ambisi menjadi penderitaan sejati.

Pertemuan pada kenyataannya adalah perpisahan; aku melihat obat sebagai penyakit.

Cahaya-cahaya ini menjadi kegelapan; aku melihat teman-teman ini menjadi yatim-piatu.

Suara-suara ini adalah pemberitahuan kematian; aku melihat kehidupan menjadi kematian.

Pengetahuan berubah menjadi seloroh; aku melihat ribuan penyakit di dalam ilmu pengetahuan.

Kesenangan menjadi penderitaan; aku melihat eksistensi menjadi non eksistensi terpadu.

Aku telah menemukan Kekasih Sejati; Ah... Aku mengalami banyak penderitaan karena perpisahan.




Oleh Beiduzzaman Said Nursi.

Dalam Al Ahad-Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi

Hijab Nya Atas Kamu

Calligraphic Scroll, dari  Syria, atau India, Abad ke 14 - 15. Koleksi Al-Sabah, Dar al-Athar al-Islamiyyah, Kuwait.
Ceritasufi - Hijab adalah penghalang. Begitu arti sederhananya. Namun syarat makna akan kata "penghalang" itu sendiri. Dalam surah Al Ahzab 59, isyarat ini menganjurkan kepada kaum hawa Islam untuk memberikan penghalang dalam berpakaian dari pemakai dan yang melihat.

Disisi lain hijab juga dapat berhubungan dengan vertikal, kepada Allah subhanahu wa ta'ala. (bahasan hijab insya allah akan di artikel selanjutnya)

Ceritasufi sedikit mensarikan dari salah satu literatur kecil bagaimana hijab terhadah Allah Ilahi Robbi ini bergejolak.

Kemudian Allah ciptakan segala kebutuhn mu dan Aku labuhkan hijab (pembatas) atas mu (adm. manusia). Lalu engkau tertutup dengan hijab dirimu sendiri.

Wasiat Syeikh Asy Syadzilli (Bag. 1)

Kaligrafi Kuno Iraq.Sebagai Cacatan: Tinta hitam dan merah (simbol titik) adalah sebuah kewajiban dalam tradisi kaligrafi Iraq saat itu       

Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzily banyak berpesan bagaimana harus menyelesaikan permasalahan dunia.Telah banyak uraian yang dapat kita temukan dalam literatur sekarang. Baik ulasan langsung atau berupa kutipan pendek dari Wasiat Syeikh As Syadzili. 

Sahabat CS: Ceritasufi kali ini akan menyajikan makanan rohani bagi para pencari Tuhan yang kami rangkum dari berbagai sumber. Pemenuh hati dan pelipur lara bagi sahabat pencari ketenangan sambil "menikmati" hingar-bingarnya dunia dengan tetap berpegang pada tali Allah Azza wa Jalla.

Awas! Waspadalah dengan kesibukan dunia manakala dunia mendekatimu.

Awalnya Menolak Untuk Menikah (Akkaf Ibnu Wada’ah al Hilali)

Illustration: i-am-muslimah.tumblr.com
Ceritasufi: Beberapa saat yang lalu, seorang sahabat di kantor bertutur tentang banyaknya remaja di daerah kami menikah dini lantaran hamil duluan. Untuk bulan Desember 2013, tercatat 11 anak SMP (belum tamat sekolah) yang menikah di kecamatan ini, tutur salah satu perawat kepada temanku. Dan mendapat Walimahan cukup besar dari keluarga pihak kedua mempelai. Apakah ini pertanda persetujuan? Atau menghindari rasa malu? Wallhualam bissawab.. 

Menikah adalah menjadikan perubahan hukum Haram menjadi Halal. Tapi kehalalan dalam proses pencapaian pula menjadi tolak ukur dalam hokum Islam. Islam tidak mengajarkan layaknya Robin Hood yang mencuri si kaya kemudian menyedekahkan dengan si miskin. Kesederhanaan tanpa merusak tatanan norma masyarakat Islam. Begitulah menikah yang di inginkan Allah dan di ajarkan Rosulullah saw kepada ummat Islam. 

Terkisah salah seorang sahabat di zaman Rosulullah, Akkaf Ibnu Wada’ah  al Hilali, seorang sahabat yang bertemu Rosul ketika ia masih bujangan. Dikisahkan dalam riwayat Imam Ahmad dalam kitab Musnad nya, Akkaf Ibnu Wada’ah  al Hilali datang menghadap Rosulullah saw. Dan beliau bersabda, “ Hai Akkaf, apakah kau punya istri?”

Akkaf menjawab, “Belum.” 
“Juga tak punya seorang hamba sahaya?” 
“Tidak.”, jawab Akkaf. 
“Bukankah kau sehat dan mampu?” 
“Benar, Alhamdulillah.”

“Jika begitu, kau termasuk salah satu teman setan. Atau mungkin kau termasuk golongan peendeta Nasrani. Tapi, kau pun bisa termasuk bagian dari kami (Ummat Muhammad-pen). Maka berprilakulah seperti kami. Sesungguhnya menikah adalah salah satu sunnah kami. Seburuk-buruknya kalian adalah bujangan, dan sehina-hinanya orang mati diantara kalian adalah para bujangan. Celakalah engkau, wahai Akkaf. Menikahlah!”

Akkaf menjawab, “ Aku tidak akan menikah sampai Paduka menikahkanku pada wanita pilihan Paduka.”
Rosulullah saw bersabda, “Aku telah menikahkanmu atas nama Allah dan berkahNya kepada Karimah binti Kultsum al Humairi.”

Berbahagialah Akkaf yang telah mendapat pencerahaan untuk melaksanakan salah satu sunnah AnabiNya. Smeoga Allah merahmatinya.

Rosulullah saw menjadi panutan bagi para bujangan yang menunda, merasa takut dan kahwatir dalam melaksanakan pernikahan. Tak di pungkiri akan banyak kendala, tak pula di pungkiri bahwa Allah lebih menyukai pernikahan dari pada membujang. Maka langsungkanlah semampunya. Carilah petunjuk Rosulullah dalam menikah.

Begitulah sebagian kecil dari kisah tentang anjuran menikah bagi remaja Islam. Sungguh hikam hanya dapat dikenali dengan berpikir dan bertindak selayaknya sekelumit kisah di atas.

Wallhualam bissawab..

F T W

Ceritasufi - Sekian bulan sudah tak kusentuh dasbor ceritasufi00.blogspot.com/ ini. Ada rasa rindu untuk menambah lagi artikel, tapi kesibukan otak masih harus menyita perhatian lebih. Entah itu lebih banyak berkutat dalam alam pikiran atau raga.

Lama pula aku tak mengeluarkan tumpahan isi kepala. Jikapun harus tumpah, berusak ku menjadi tumpahan lebih bermanfaat bagi ku dan kalian.

Carut marut sistem birokrasi memang menjadi hal yang cukup menjauhkan diriku.
Aku tak berani sama sekali untuk mengakui kehebatan ke jeniusan diri dari mereka. Tapi sungguh tanpa kusadari aku hanyut dalam alam materi mereka. Penuh dengan aturan manusia yang sesekali membuatku harus tertunduk lama. Menahan rasa dengan nafas diatur sedemikian rupa agar tak memecahkan meja di hadapan kami.

Hari penantian yang belum juga dapat keputusan untuk hijrah. Hijrah dari embanan tugas yang sebenarnya aku sangat enggan menerimanya. Hanya lantaran tak ada lagi pilihan lain, maka jadilah aku sasaran tembak yang jitu. Tak kuasa menolak karena memang aku susah berkata tidak.

Sungguh Allah mneganugrahkan keyakinan akan takdir. Allah tahu aku mampu. Tapi setelah itu, aku berkata, "Aku tak mampu Ya..Allah..!"

Begitu banyak dunia abu-abu yang selalu menjadi hijab. Yah...penghalang akan melihat kebesaran Allah.

Berurusan dengan lembar yang di beri nilai oleh manusia-money memang rentan dengan rejeki abal-abal. Tak rela rasanya hanya gara-gara serupiah aku harus bercengkrama dengan malaikat penyiksa kubur. Tak rela, pikirku, jika harus berhadapan dengan tuntutan akhirat.

"Selamatkan Aku, Wahai Zat Maha Pelindung bagi hamba yang yang meminta perlindungan. Segerakanlah Ya Allah...!", Segerakanlah Ya Allah...!"Segerakanlah Ya Allah...!"

Bukan aku tak rela menerima semua tanggung jawab ini. Tapi aku tak rela jika ini menjadi pemicu untuk menjanda dengan Tuhanku. Aku khawatir ini menjadi awal menduda dengan Nya.

Entah berapa banyak kongkuw-kongkuw yang terpaksa harus kujalankan demi kemudahan birokrasi. Disisi lain batinku teriak. Menolak segala perlakuan dan kelakuan sbejat sendiri. Sebagian besar bukan untuk diriku sebenarnya, tapi untuk orang-orang ku tanggung.

"Meminimalisir kebejatan birokrasi.. " Hanya itu usaha terbaikku saat ini.

Hasbunallah wa ni'mal wakil Ni'mal maula wa Ni'mal wakil

Doa Keluar Rumah dan Hikmahnya



Ceritasufi. Salah satu doa yang wajid teringat tiap saat adalah doa keluar rumah. Bukan tanpa alasan mengapa doa ini menjadi sebuah keharusan diajarkan kepada kaum muslimin/muslimat menjadi salah satu ujung tombak dalam mencari berkah Allah swt di luar rumah.


Keluar rumah menjadi alasan mengapa kita mencari rejeki, menuntut ilmu, dan yang terpenting adalah keselamatan dan keampunan dari Allah Azza wa Jalla saat keluar dari kediaman kita.

Artinya: 
"Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah, aku berserah diri kepada Allah, tidak ada daya dan upaya/kekuatan melainkan atas pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung

Indonesian Transcript :
Bismillahi amantu billah, Tawakkaltu a'alallah, La hau lawala quwwata 'illa billahil 'alii yil azhiim.


Kandungan doa ini sangatlah baik buat di amalkan saat tiap kali melangkah keluar rumah. Apapun niat yang terbersit, selama itu kebaikan dan kebenaran saat melangkah keluar rumah, maka janji Allah swt tak akan pernah salah. Janji yang akan selalu mengabulkan tiap permintaan hambanya.

Jauhkanlah prasangka buruk terhadap Allah saat keinginan tak tercapai.

Nilai kepasrahan yang total, tanpa sedikitpun merasa mampu akan sesuatu menjadikan tonggak kebahagian hidup. Doa ini pula menyiratkan penghindaran diri manusia akan kesombongan karena ilmu dan kekuatan fisik pada diri. Kehendak yang diinginkan akhirnya di sandarkan kepada Allah. Dengan begitu pula, sirna rasa kecewa, kesal, rencana yang baru rencana dan segala keinginan.

Peresapan yang mendalam dari pengertian ini menghantarkan emosi menjadi lembut. Berpasrah dengan hasil yang menjadi hak prerogatif Allah swt. Merelakan hasil dengan kerelaan yang total hanya pada Nya.

Wallahu'alam bissawab



Piri Reis Pembuat Peta Akurat

Piri Reis lahir di Gallipoli, daerah Pantai Aegea, Turki. Ia hidup antara tahun 877-961 Hijriah atau 1465-1554 Masehi, dengan nama lengkap Hadji Muhiddin Piri Ibnu Hadji Mehmet. Piri kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga remaja bersama pamannya Kemal Reis, seorang pelaut terkenal di masa Kekalifahan Turki Utsmani. Pamannyalah yang mendorong Piri mencintai laut, pelayaran dan kartografi (ilmu pembuatan peta). 

Wasiat Syeikh Abu Hasan Asy Syadzili tentang Kesibukan Dunia

Ceritasufi - Waspadalah dengan kesibukan dunia manakala dunia mendekatimu. 

Berhati-hatilah! Dengan penyesalannya manakala dunia pergi darimu. Orang yang cerdas sama sekali tidak tergantung pada sesuatu (dunia) yang apabila dunia dating-ia sibuk dan apabila pergi-ia menyesal. Lalu ada yang berkata padanya, “Mereka telah memburu dan mereka telah terampas.”

IKHLAS adalah siapapun  yang meraih sedikit saja dari dunia secara halal dengan disertai etika (adab), hatinya telah selamat dari pengotoran dan dari neraka hijab. 

Kalimat Sakti Pengantar Tidur dari Nenek (Grandma Days)

Barakallah Grandma..!
Ceritasufi - Bismillahirrohman nirrohim
Allahumma sholli 'ala Muhammah wa'ala ali Muhammad....

Surat ini kukirimkan buat arwah nenek dan kakekku di alam Kubur...
 
Semua anak paling senang dengan sosok nenek. Nenek tak akan marah jika cucunya nakal. Nenek tak pernah pelit jika dimintai uang. Nenek selalu memberi apapun yang cucunya pinta

Rasanya tak pantas jika aku membiarkan nenek yang telah berpulang ke hadirat Allah swt harus menanngung sendiri beban di alam sana. Semoga ini menjadi kenangan hidup dan amal bagi nenek dan kakekku.

Al Hallaj - Apakah Realitas?

Ceritasufi - Al Hallaj memang  seorang yang senang bermain dengan pemaknaan. Sebagian mengungkap dengan apa adanya, sebagain lagi dengan ilmu, dan lainnya dengan sebenar pemahaman. Pencaharian abadi.

Pencaharian akan realitas, adalah segala sesuatu yang sangat subtil, tak kentara,dalam setiap gambarannya-setiap jejak langkah yang bisa membawa Sang Pencari (salik) pada sesuatu yang dangkal. Dan disanalah ia menapak luapan keluh-kesah panjang di padang pasir yang kering-kerontang.

Marikita lihat bagaimana Al Hallaj berujar tentang Realitas.

10 Wanita Islam yang Menginspirasi Dunia

Ceritasufi - Persepsi tentang perempuan Islam masih menyisakan stigma negatif bagi dunia barat. kekhatiran sebenarnya bukan datang dari mereka,tapi generasi muda Islam mendatang yang mengadopsi pikiran in, inilahyang disebut fenomena.

Sorang Muslim yang memegang sebuah Kitab Dunia-Akhirat, Al Quran harus mencaplok dengan segala alasan logikanya dengan mengenyampingkan keyakikan hakiki (Allah dan Rosullullah) pelan-pelan harus berpandangan sama dengan mereka. Walau tak sama persis tapi pengambilan keputusan akhir sangat mempengaruhi pergerakan Islam ke depan.

Wanita dalam Islam hanya layak mengurus anak dan rumah, tak pantas menjadi seorang yang besar, tak perlu berpendidikan dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan ini boleh jadi akan terjawab dengan melihat profil singkat mereka.

Tina Styliandou Diajar Membenci Islam

"Karikatur dan Fitnah terhadap Muhammad di media Yunani adalah Ujian Besar bagi Kami"

Ceritasufi - Menjadi mafhum, kami telah diajarkan untuk membenci Islam sedari kecil. Kebencian akan Islam masuk dalam sistem pendidikan dan buku-buku sejarah kami. Dogma ini berjalan rapi. Memang begitulah kebencian telah di tanamakan sedari kami lahir.

Nama saya adalah Tina Styliandou berkebangsaan Yunani. Saya terlahir di kota bersejarah Athena, Ibu kota Yunani. 

Al Hallaj : 40 Maqam Spiritual Sang Pencari (Salik)

Illustration. islampeace1.wordpress.com
Ceritasufi - Pencaharian tak kunjung habis. Mencari kesejatian / hakiki untuk sebuah penghambaan total bagi tiap yang bernama muslim-penyembah Allah Azza wa Jalla dan pengikut Muhammad Rosulullah Shallahu alaihi wasallam.

Ketotalan tiap individu dalam menyembah memang menjadi pembeda akan Kehebatan Nya. Versi Pencipta sungguh tak terjangkau dalam batasan Hamba. Hingga Sang Pencari dapat bersimpuh petunjuk dengan terbukanya tirai pembeda.

Bayer Munich Buat Mesjid Untuk Pemain dan Fans


 



 Ceritasufi - Siapa yang tak kenal Bayer Munich, salah satu klub sepak bola besar di Jerman yang awalnya bernama MTV 1879 memulai babak baru terhadap para pemain dan fans Bayer Munich dengan membangun mesjid di stadionnya.

Siapa pula yang tak kenal Frank Ribery. Pemain asal Perancis dengan gocekan maut dan menjadi salah satu pemain palang pintu - Gelandang, Bayer Munich inilah yang mengusulkan untuk membuat tempat ibadah khusus di Allianz Arena  Stadion.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews