Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Sunday, 8 January 2012

Cerita Hikmah Dialog Raja Syetan (Iblis) dan Nabi Musa as

Kuburan Nabi Musa as
wulfrunasufiassociation.com
Cerita ini dimulai dengan dendam dan akan berakhir dengan kesumat. Dimana suatu waktu Raja Syetan harus bertatap muka dengan Nabi dan Rosul pada zamannya karena ketentuan Allah belaka. Hingga tercatatlah dialog-dialog penipuan dan pembenaran oleh Sang Raja Syetan yaitu Iblis la'natullah. Sebagai makhluk yang immortal yang akan musnah hingga terompet Malaikat Kiamat berbunyi, Iblis tentunya ia dikaruniai untuk bertemu dengan manusi-manusia pilihan Allah pada zamannya.

Kisah lalu, dendam kepada Nabiyallah Adam as, Ayah semua manusia menjadi cerita penuh hikmah bagi para pencariNya. Immortallisme ini membuat Iblis punya kemampuan sangat hebat, well experienced creature (makhluk paling berpengalaman), penipu ulung, bapaknya kesombongan dan dendam dan sebutan ter-ter lainnya. Hingga Allah melabelkan Iblis  yang   dilaknat Allah. Tapi doanya diijabah Allah ketika keinginannya untuk menjadi makhluk yang akan mati hingga akhir zaman dan yang kedua adalah hasratnya untuk menggoda anak cucu Adam as. Sungguh adil Allah SWT. Iblis saja doanya terkabul apatah lagi umat Muhammadur Rosulullah saw, kekasih Allah.

Lokasi Mesjid Pekuburan Nabi Musa as
Sisi lain, Allah juga memberi azimat ampuh untuk menangkal godaan makhluk ini. Yup, benar. Orang-orang bertaqwa, orang  yang selalu mengaitkan hatinya dengan Allah dengan zikirnya. Dan jadilah dzikir itu bermakna mengingat dan mengingat ingat. Kalimat ini diulang diulang dan diulang-ulang hingga tiada lagi yang paling di hati selain Dia. Pengulangan mengingat ini menunjukkan makna dibalik makna. Di baca, di hafal, di fahami, diyakini, diamalkan lalu berbuah kedekatan, dan timbul kecintaan (semoga Allah meletakkan kita pada Mahabbah kepadaNya). Sungguh mudah ungkapan di dalam tulisan dan bacaan. Sering berbanding terbalik dengan pengamalan. Disinilah peranan Syetan atau lebih keren dengan nama Iblis (keren tapi juga serem) menjerumuskan anak-cucu Adam as dalam meraih kecintaanNya. "Kami berlindung dari Godaan Syetan yang terkutuk dengan Nama Allah ayng Maha Pengasih dan Maha Penyayang."

Menyandarkan segala jenis tawa dan tangis hanya pada Allah. Meletakkan Dia tanpa apa-apa lagi. Tanpa apa-apa saja. Tanpa kata tapi dan tanpa banyak tanya. Karena kegaiban ini mustahil terlanar oleh akal. Terbersit oleh akan atau terbayang oleh pikiran makhluk.

Marilah kita lihat dialog antara Nabiyallah Musa as terhadap Iblis atau Raja Syetan.

Syetan :
"Hai Musa ! engkaulah yang telah dipilih Allah untuk membawa risalahNya, dan engkaulah yang diajaknya berkata-kata dengan sebenar-benarnya. dan aku salah satu makhluk Allah Ta'ala yang telah berdosa, dan aku ingin bertobat. Maka mohonlah kepada Tuhanku, supaya Ia berikan tobat kepadaku."

Maka Nabyallah Musa as memohon kepada Tuhannya, lantas mendapat jawaban :

"Hai Musa ! Telah aku perkenankan permintaanmu !"

Lantas Nabiyallah Musa as menemui Iblis dan berkata kepadanya :

"Engkau telah diperintahkan sujud hormat kepada kubur Adam dan akan diberi tobat atasmu !"

Mendengar nama Adam, temannya sewaktu di syurga iblis tiba-tiba marah dan bersikap takabur seraya berkata, "Aku tak mau bersujud kepada Adam sewaktu hidupnya, apakah patut aku sujud (bermakna lebih kepada penghormatan) kepadanya sesudah matinya ?"

Rupanya Allah berkehendak lain dengan mempertemukan Iblis dengan Nabiyallah Musa as. Kebaikannya untuk memohonkan ampun kepada Allah lewat manusia mulianya ini membuat Iblis membeberkan rahasia terbesarnya.

Berkata Iblis kepada Naiyallah Musa as:

"Hai Musa ! Sesungguhnya engkau berhak menerima balasan daripada ku karena engkau telah memohon syafaat kepada Allah buat keampunanku. Maka ingatkanlah kepadaku dalam tiga perkara, niscaya aku tidak membuat kebinasaan kepadanya:

Pertama : Ingatlah kepadaku sewaktu engkau marah, karena aku akan membawa bisikan kedalam hatimu, dan mataku berada didalam matamu, dan aku berjalan dalam tubuhmu menurut aliran darah.

Kedua : Ingatlah kepadaku diwaktu engkau bertempur di medan perang menghadapi musuh, karena aku akan datang kepada manusia diwaktu bertempur dengan musuh. Dan aku ingatkan ia akan anak, istri dan keluarganya supaya mereka lari mundur teratur.

Ketiga : Berhati-hatilah duduk dengan perempuan yang bukan mahramnya, karena aku akan menjadi utusan kepadamu dan menjadi utusanmu kepadanya."

Semoga Allah melabuhkan hati kita selalu kepada Dia. Zat yang tak terbayangkan oleh mata, terlintas oleh hati dan pikiran manusia dan makhluk manapun. Sungguh Allah, Dialah yang menggenggam Iblis dalam tanganNya, membolak-balikkan hati manusia dari percaya menjadi Haqqul Yaqin.

Wallahualam bissawab..............Ceritasufi


Lokasi Pekuburan Nabi Musa (Doloe Banget)
Lokasi Pekuburan Nabi Musa as

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Cerita Hikmah Dialog Raja Syetan (Iblis) dan Nabi Musa as

Kuburan Nabi Musa as
wulfrunasufiassociation.com
Cerita ini dimulai dengan dendam dan akan berakhir dengan kesumat. Dimana suatu waktu Raja Syetan harus bertatap muka dengan Nabi dan Rosul pada zamannya karena ketentuan Allah belaka. Hingga tercatatlah dialog-dialog penipuan dan pembenaran oleh Sang Raja Syetan yaitu Iblis la'natullah. Sebagai makhluk yang immortal yang akan musnah hingga terompet Malaikat Kiamat berbunyi, Iblis tentunya ia dikaruniai untuk bertemu dengan manusi-manusia pilihan Allah pada zamannya.

Kisah lalu, dendam kepada Nabiyallah Adam as, Ayah semua manusia menjadi cerita penuh hikmah bagi para pencariNya. Immortallisme ini membuat Iblis punya kemampuan sangat hebat, well experienced creature (makhluk paling berpengalaman), penipu ulung, bapaknya kesombongan dan dendam dan sebutan ter-ter lainnya. Hingga Allah melabelkan Iblis  yang   dilaknat Allah. Tapi doanya diijabah Allah ketika keinginannya untuk menjadi makhluk yang akan mati hingga akhir zaman dan yang kedua adalah hasratnya untuk menggoda anak cucu Adam as. Sungguh adil Allah SWT. Iblis saja doanya terkabul apatah lagi umat Muhammadur Rosulullah saw, kekasih Allah.

Lokasi Mesjid Pekuburan Nabi Musa as
Sisi lain, Allah juga memberi azimat ampuh untuk menangkal godaan makhluk ini. Yup, benar. Orang-orang bertaqwa, orang  yang selalu mengaitkan hatinya dengan Allah dengan zikirnya. Dan jadilah dzikir itu bermakna mengingat dan mengingat ingat. Kalimat ini diulang diulang dan diulang-ulang hingga tiada lagi yang paling di hati selain Dia. Pengulangan mengingat ini menunjukkan makna dibalik makna. Di baca, di hafal, di fahami, diyakini, diamalkan lalu berbuah kedekatan, dan timbul kecintaan (semoga Allah meletakkan kita pada Mahabbah kepadaNya). Sungguh mudah ungkapan di dalam tulisan dan bacaan. Sering berbanding terbalik dengan pengamalan. Disinilah peranan Syetan atau lebih keren dengan nama Iblis (keren tapi juga serem) menjerumuskan anak-cucu Adam as dalam meraih kecintaanNya. "Kami berlindung dari Godaan Syetan yang terkutuk dengan Nama Allah ayng Maha Pengasih dan Maha Penyayang."

Menyandarkan segala jenis tawa dan tangis hanya pada Allah. Meletakkan Dia tanpa apa-apa lagi. Tanpa apa-apa saja. Tanpa kata tapi dan tanpa banyak tanya. Karena kegaiban ini mustahil terlanar oleh akal. Terbersit oleh akan atau terbayang oleh pikiran makhluk.

Marilah kita lihat dialog antara Nabiyallah Musa as terhadap Iblis atau Raja Syetan.

Syetan :
"Hai Musa ! engkaulah yang telah dipilih Allah untuk membawa risalahNya, dan engkaulah yang diajaknya berkata-kata dengan sebenar-benarnya. dan aku salah satu makhluk Allah Ta'ala yang telah berdosa, dan aku ingin bertobat. Maka mohonlah kepada Tuhanku, supaya Ia berikan tobat kepadaku."

Maka Nabyallah Musa as memohon kepada Tuhannya, lantas mendapat jawaban :

"Hai Musa ! Telah aku perkenankan permintaanmu !"

Lantas Nabiyallah Musa as menemui Iblis dan berkata kepadanya :

"Engkau telah diperintahkan sujud hormat kepada kubur Adam dan akan diberi tobat atasmu !"

Mendengar nama Adam, temannya sewaktu di syurga iblis tiba-tiba marah dan bersikap takabur seraya berkata, "Aku tak mau bersujud kepada Adam sewaktu hidupnya, apakah patut aku sujud (bermakna lebih kepada penghormatan) kepadanya sesudah matinya ?"

Rupanya Allah berkehendak lain dengan mempertemukan Iblis dengan Nabiyallah Musa as. Kebaikannya untuk memohonkan ampun kepada Allah lewat manusia mulianya ini membuat Iblis membeberkan rahasia terbesarnya.

Berkata Iblis kepada Naiyallah Musa as:

"Hai Musa ! Sesungguhnya engkau berhak menerima balasan daripada ku karena engkau telah memohon syafaat kepada Allah buat keampunanku. Maka ingatkanlah kepadaku dalam tiga perkara, niscaya aku tidak membuat kebinasaan kepadanya:

Pertama : Ingatlah kepadaku sewaktu engkau marah, karena aku akan membawa bisikan kedalam hatimu, dan mataku berada didalam matamu, dan aku berjalan dalam tubuhmu menurut aliran darah.

Kedua : Ingatlah kepadaku diwaktu engkau bertempur di medan perang menghadapi musuh, karena aku akan datang kepada manusia diwaktu bertempur dengan musuh. Dan aku ingatkan ia akan anak, istri dan keluarganya supaya mereka lari mundur teratur.

Ketiga : Berhati-hatilah duduk dengan perempuan yang bukan mahramnya, karena aku akan menjadi utusan kepadamu dan menjadi utusanmu kepadanya."

Semoga Allah melabuhkan hati kita selalu kepada Dia. Zat yang tak terbayangkan oleh mata, terlintas oleh hati dan pikiran manusia dan makhluk manapun. Sungguh Allah, Dialah yang menggenggam Iblis dalam tanganNya, membolak-balikkan hati manusia dari percaya menjadi Haqqul Yaqin.

Wallahualam bissawab..............Ceritasufi


Lokasi Pekuburan Nabi Musa (Doloe Banget)
Lokasi Pekuburan Nabi Musa as

2 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews