Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Thursday, 19 January 2012

Salman Rushdie Ikutan Festival Sastra di India?


Masih ingat dong dengan Om Salman Rushdie. Namanya mirip Indonesia ya....Yup bener, seorang novelis berdarah India dan berkebangsaan Inggris dan sempat dilindungi oleh Ratu Inggris karena menjadi buruan Ayatullah Khomaini lantaran novelnya yang berjudul "The Satanic Verse" atau dikenal dengan Ayat-Ayat Setan (Mungkin masih sodaraan dengan "Ayat-Ayat Cinta" kali ya.....).

Sebab kemarahan besar umat Islam adalah Salman Rushdie memasukkan tokoh Tuhan dalam Islam (Allah) sebagai salah satu tokoh novelnya. Na'uzubillah......Kita simak bentar gimana info terakhir buronan orang Islam Sedunia ini yang ngebet jadi pembicara di Acara Festival Sastra.

Novel dan penulis essei yang lahir di India 19 Juni 1947 Mumbai, India mengkalim dirinya sebagai novelis aliran realisme magis. Setelah keluarnya buku Midnight's children yang akhirnya mendapat penghargaan Booker Prize, Salman Rushdie menjadi sangat sangat terkenal dengan buku ke empatnya Ayat-Ayat Setan, "Satanic Verses"(1988). Rencananya ia akan menjadi pembicara di Festival Sastra di Jaipur India. Tapi kecaman dari pihak-pihak Islam di India membuat Salman Rusdi dan pihak penyelenggara Festival harus berpikir panjang untuk mengundangnya.

Festival yang rencananya akan diadakan 20-24 Januari di Hotel Palace Diggi akan menampilkan para sastrawan dan kritikus. Menurut keterangan dari Menteri Dalam Negeri India, bahwa kehadiran Salman Rushdie di ajang Festival Sastra terbesar di Asia ini dapat menyulut masalah.

Tentunya promotor acara tahunan ini tidak ingin mengambil resiko jika Salman Rushdie datang kembali ke India. Sanjay Roy. Ketua penyelenggara menyatakan bahwa Salman Rusdie tidak akan di India karena terjadi perubahan Jadwal.

Protes telah dilayangkan para pemuka muslim di Rajasthan kepada Pemerintah setempat untuk tidak mengikut sertakan Salman Rudie hadir dalam Festival ini.

Protes keras juga dilayangkan oleh organisasi Islam Darul Uloom di kota kecil Deoband yang didukung oleh beberapa pimpinan Partai Politik Bharatiya Janata untuk menyikapi kedatangan Salman Rusdie.

Wakil ketua perwakilan Darul Uloom Deoband mengatakan kepada reporter India, " Rushdie tidak boleh datang ke India. Kalaupun hal itu dilakukan, maka itu akan menyakiti umat Muslim. Dia telah merusak tatanan religi yang ada."

Sebelumnya Salman Rusdie telah dua kali datang ke India sejak diberlakukannya fatwa  hukuman mati tahun 1989 oleh Ayatullah Khomaini. Tahun 2000 dan tahun 2007 untuk menghadiri acara yang sama di Jaipur, India.

Karya Salman Rushdie:


  • Grimus (1975)
  • Midnight's Children (1981) Memenangkan Penghargaan Booker Prize
  • Shame (1983)
  • The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey (1987)
  • The Satanic Verses (1988) Memenangkan kemarahan Umat Muslim Dunia
  • Haroun and the Sea of Stories (1990)
  • Imaginary Homelands: Essays and Criticism, 1981 - 1991 (1992)
  • East, West (1994)
  • The Moor's Last Sigh (1995)
  • The Ground Beneath Her Feet (1999)
  • Fury (2001)
  • Step Across This Line: Collected Nonfiction, 1992 - 2002 (2002)
  • Shalimar the Clown (2005)

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Salman Rushdie Ikutan Festival Sastra di India?


Masih ingat dong dengan Om Salman Rushdie. Namanya mirip Indonesia ya....Yup bener, seorang novelis berdarah India dan berkebangsaan Inggris dan sempat dilindungi oleh Ratu Inggris karena menjadi buruan Ayatullah Khomaini lantaran novelnya yang berjudul "The Satanic Verse" atau dikenal dengan Ayat-Ayat Setan (Mungkin masih sodaraan dengan "Ayat-Ayat Cinta" kali ya.....).

Sebab kemarahan besar umat Islam adalah Salman Rushdie memasukkan tokoh Tuhan dalam Islam (Allah) sebagai salah satu tokoh novelnya. Na'uzubillah......Kita simak bentar gimana info terakhir buronan orang Islam Sedunia ini yang ngebet jadi pembicara di Acara Festival Sastra.

Novel dan penulis essei yang lahir di India 19 Juni 1947 Mumbai, India mengkalim dirinya sebagai novelis aliran realisme magis. Setelah keluarnya buku Midnight's children yang akhirnya mendapat penghargaan Booker Prize, Salman Rushdie menjadi sangat sangat terkenal dengan buku ke empatnya Ayat-Ayat Setan, "Satanic Verses"(1988). Rencananya ia akan menjadi pembicara di Festival Sastra di Jaipur India. Tapi kecaman dari pihak-pihak Islam di India membuat Salman Rusdi dan pihak penyelenggara Festival harus berpikir panjang untuk mengundangnya.

Festival yang rencananya akan diadakan 20-24 Januari di Hotel Palace Diggi akan menampilkan para sastrawan dan kritikus. Menurut keterangan dari Menteri Dalam Negeri India, bahwa kehadiran Salman Rushdie di ajang Festival Sastra terbesar di Asia ini dapat menyulut masalah.

Tentunya promotor acara tahunan ini tidak ingin mengambil resiko jika Salman Rushdie datang kembali ke India. Sanjay Roy. Ketua penyelenggara menyatakan bahwa Salman Rusdie tidak akan di India karena terjadi perubahan Jadwal.

Protes telah dilayangkan para pemuka muslim di Rajasthan kepada Pemerintah setempat untuk tidak mengikut sertakan Salman Rudie hadir dalam Festival ini.

Protes keras juga dilayangkan oleh organisasi Islam Darul Uloom di kota kecil Deoband yang didukung oleh beberapa pimpinan Partai Politik Bharatiya Janata untuk menyikapi kedatangan Salman Rusdie.

Wakil ketua perwakilan Darul Uloom Deoband mengatakan kepada reporter India, " Rushdie tidak boleh datang ke India. Kalaupun hal itu dilakukan, maka itu akan menyakiti umat Muslim. Dia telah merusak tatanan religi yang ada."

Sebelumnya Salman Rusdie telah dua kali datang ke India sejak diberlakukannya fatwa  hukuman mati tahun 1989 oleh Ayatullah Khomaini. Tahun 2000 dan tahun 2007 untuk menghadiri acara yang sama di Jaipur, India.

Karya Salman Rushdie:


  • Grimus (1975)
  • Midnight's Children (1981) Memenangkan Penghargaan Booker Prize
  • Shame (1983)
  • The Jaguar Smile: A Nicaraguan Journey (1987)
  • The Satanic Verses (1988) Memenangkan kemarahan Umat Muslim Dunia
  • Haroun and the Sea of Stories (1990)
  • Imaginary Homelands: Essays and Criticism, 1981 - 1991 (1992)
  • East, West (1994)
  • The Moor's Last Sigh (1995)
  • The Ground Beneath Her Feet (1999)
  • Fury (2001)
  • Step Across This Line: Collected Nonfiction, 1992 - 2002 (2002)
  • Shalimar the Clown (2005)

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews