Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Sunday, 25 December 2011

Menjelajah Doa Raja Istighfar (Sayyidul Istighfar )

Dalam sebuah wilayah tentunya punya pimpinan. Layaknya tiap negara memiliki Presiden, Perdana Menteri ataupun Raja. Begitupula diantara Rosul yang Dua Puluh Lima(wajib diketahui) juga dikenal  pemimpinnya, yaitu Muhammadur Rosulullah saw. Bahkan beliau juga pemimpin bagi para Nabiyallah pula. Bahkan umat manusia sedunia. 

Doa istighfar bertujuan untuk meminta ampun
kepada Sang Khaliq pencipta nafas gratis seumur hidup (gimana rasanya kalau ada pajak nafas ya..heheee...). Pencipta detakan nadi dan jantung yang gratis tis..tis..Sebaliknya kebodohan dan kelalaian kita yang berlebihanlah yang mengundang neraka pada diri sendiri. Sesungguhnya engaulah yang telah menghijab dirimu sendiri"
Rosulullah banyak mengajarkan doa untuk meminta ampun kepada Allah. Dari yang paling singkat hingga doa yang panjang. Tak ada salahnya jika sebanyak itu pula doa istighfar, Rosulullah saw mengangkat seorang raja diantara doa-doa untuk memohon ampun. Semisal, doa istighfar (dapat pula dibaca berulang-ulang menjadi zikir) yang dibaca singkat dan padat dan sarat makna.

# astaghfarullah, alhamdulillah, subhanallah, allahuakbar.
# astaghfirullahal azhiim allazi laa ila ha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaik.
# Aghitsni. (ku) Aghistna.(kita)
# Laaila ha illallah muhammadur rosulullah
# dll

Banyak pula doa permohonan ampun lain yang tersurat didalam Quran dapat kita copot dari permohonan ampun Nabi Adam, Nabi Yunus dan banyak lagi semacamnya. Hal ini tek ada salahnya pula jika kita jadikan doa dan zikir pada tiap tarikan nafas hidup. Inilah bekal pembersih hati. Senjata pengkilap diri. Pengakuan kehinaan hamba dan pelepas lara kala dada terasa sesak oleh huru-hara dunia.

Oia bagi yang rada ribet baca arabnya, CS tampilkan latinnya juga dibawah ini:

Allahumma anta Rabbi la ilaha illa anta khalaqtani,  wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika, wawa' dika ma-statha’tu, a’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya wa abu’u bidzanbi fa-gfir li, fainnahu la yaghfirudz-dzunuba illa anta
Alangkah baiknya pula sewaktu di baca dan dihafal kita memaknainya di dalam hati akan artinya kalimat kalimat sakti tersebut...Tenang, saya kasi gratis terjemahnya dibawah ini:
Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yang tiada Tuhan pantas disembah melainkan Engkau. Tuhan yang telah menciptakan diriku.  Aku adalah hamba-Mu  dan aku ada dalam perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku aku laksanakan perintah-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari segala perbuatan buruk yang aku lakukan kepada-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sedangkan aku senantiasa berbuat dosa. Ampunilah dosaku karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Hakim)
Indah nian untaian arti doa ini. Halus dalam ratapan akan pengakuan kebodohan manusia. Penghianatan kita akan perjanjian yang telah di bukukan Allah ini ternyata menjadi bumerang bagi kita. Pantaslah jika Sahabat Ali Karamallhu wajhah berkata bahwa ia lebih baik menjadi sebuah bulu pada hewan yang sangat hina ketimbang memikul perjanjian menjadi manusia. Penghianatan. Yah..itulah manusia yang lemah.  Celakanya Allah lah yang kita khianati. Na'uzubillah hi manzalik
Insyallah, dengan mengetahui arti dalam doa (doa apa saja actually), maka kesungguhan dan kehadiran hati, dengan kata lain kekhusu'an kita bertambah. Amin.
Oia..sekedar flash news salah seorang tua yang kukenal menyarankan agar mengamalkan doa ini pada sujud terakhir sholat. Tentunya dengan tanpa lafaz, cukup di dalam hati. Awas batal sholatnya kalau terucap.
Tambahan lagi ya...berikanlah hatimu akan rasa takut kepada Allah (karena banyaknya dosa kita) dan penuh harap HANYA kepada Allah Jalla Jalaa luh. Keluarkanlah airmata atau paksalah ia keluar dari mata agar terasa hinanya diri. Sebenarnya banyak adab dalam berdoa. Insy akan saya posting kemudian. Dengan dua ini rasanya sudah membuat hati bergetar takut akan Kemurahan Allah.
Salah satu sandaran adalah: " Barangsiapa mengucapkan pada siang hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, niscaya ia termasuk penghuni syurga. Dan barangsiapa membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia wafat sebelum waktu pagi, niscaya ia akan termasuk penghuni syurga." (HR. Bukhari)
Salah satu riwayat menyebutkan bahwa Sayyidina Jabir menjelaskan, Rosulullah saw bersabda: "Pelajarilah denga baik istighfar utama dan amalkanlah."
Doa Sayyidul istighfar mencakup berbagai makna. At Tayyibi menerangkan bahwa doa tersebut mengandung pengertian atas hubungan erat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Pengakuan atas segala kelalaian yang diperbuat dengan sengaja atau tidak sengaja. (liaht font warna biru pada arti diatas). 
Disisi lain tiap manusia yang hadir di muka bumi telah berjanji, bersumpah untuk melaksakan segala aturan yang telah ditetapkan oleh Allah sebelum manusia keluar dari rahim ibu (alam rahim). Tapi saudaraku, pecayalah bahwa ampunan Allah melebihi murkanya. Janji Allah adalah pasti. Dan Allah adalah sebaik-baik tempat mengadu (jadi ngak boleh lagi curhat ke manusia...try this things). Hingga kemakbulan sangat bergantung kembali kepada keyakinan akan Allah.
Dari Abdullah bin Abbas bahwa Rosulullah saw bersabda, "Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah menjadikan tiap kesedihannya jalan keluar; dan untuk tiap kesempitannya kelapangan; dan Allah memberi rezeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad, ABu Dawud, Ibnu Majah, dan Hakim)

Note: Kalimat atau Doa ini hanyalah sarana. Ibarat blog ini, tulisan ini hanyalah sarana buat bertukar pengalaman via indera kita. Kalaupun masalah telah berakhir dan doa telah dirasa terkabul, itu bukanlah karena doa ini. Karena memang Allah lah yang menghendaki semua itu terjadi. "Mintalah kepadaku maka pasti akan kusampaikan hajatmu. Kapankah itu? Sungguh semua itu bergantung pada keyakinan diri akan perkenalannya dengan Allah. Wallahu'alam bissawab.





Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Menjelajah Doa Raja Istighfar (Sayyidul Istighfar )

Dalam sebuah wilayah tentunya punya pimpinan. Layaknya tiap negara memiliki Presiden, Perdana Menteri ataupun Raja. Begitupula diantara Rosul yang Dua Puluh Lima(wajib diketahui) juga dikenal  pemimpinnya, yaitu Muhammadur Rosulullah saw. Bahkan beliau juga pemimpin bagi para Nabiyallah pula. Bahkan umat manusia sedunia. 

Doa istighfar bertujuan untuk meminta ampun
kepada Sang Khaliq pencipta nafas gratis seumur hidup (gimana rasanya kalau ada pajak nafas ya..heheee...). Pencipta detakan nadi dan jantung yang gratis tis..tis..Sebaliknya kebodohan dan kelalaian kita yang berlebihanlah yang mengundang neraka pada diri sendiri. Sesungguhnya engaulah yang telah menghijab dirimu sendiri"
Rosulullah banyak mengajarkan doa untuk meminta ampun kepada Allah. Dari yang paling singkat hingga doa yang panjang. Tak ada salahnya jika sebanyak itu pula doa istighfar, Rosulullah saw mengangkat seorang raja diantara doa-doa untuk memohon ampun. Semisal, doa istighfar (dapat pula dibaca berulang-ulang menjadi zikir) yang dibaca singkat dan padat dan sarat makna.

# astaghfarullah, alhamdulillah, subhanallah, allahuakbar.
# astaghfirullahal azhiim allazi laa ila ha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaik.
# Aghitsni. (ku) Aghistna.(kita)
# Laaila ha illallah muhammadur rosulullah
# dll

Banyak pula doa permohonan ampun lain yang tersurat didalam Quran dapat kita copot dari permohonan ampun Nabi Adam, Nabi Yunus dan banyak lagi semacamnya. Hal ini tek ada salahnya pula jika kita jadikan doa dan zikir pada tiap tarikan nafas hidup. Inilah bekal pembersih hati. Senjata pengkilap diri. Pengakuan kehinaan hamba dan pelepas lara kala dada terasa sesak oleh huru-hara dunia.

Oia bagi yang rada ribet baca arabnya, CS tampilkan latinnya juga dibawah ini:

Allahumma anta Rabbi la ilaha illa anta khalaqtani,  wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika, wawa' dika ma-statha’tu, a’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya wa abu’u bidzanbi fa-gfir li, fainnahu la yaghfirudz-dzunuba illa anta
Alangkah baiknya pula sewaktu di baca dan dihafal kita memaknainya di dalam hati akan artinya kalimat kalimat sakti tersebut...Tenang, saya kasi gratis terjemahnya dibawah ini:
Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yang tiada Tuhan pantas disembah melainkan Engkau. Tuhan yang telah menciptakan diriku.  Aku adalah hamba-Mu  dan aku ada dalam perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku aku laksanakan perintah-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari segala perbuatan buruk yang aku lakukan kepada-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sedangkan aku senantiasa berbuat dosa. Ampunilah dosaku karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Hakim)
Indah nian untaian arti doa ini. Halus dalam ratapan akan pengakuan kebodohan manusia. Penghianatan kita akan perjanjian yang telah di bukukan Allah ini ternyata menjadi bumerang bagi kita. Pantaslah jika Sahabat Ali Karamallhu wajhah berkata bahwa ia lebih baik menjadi sebuah bulu pada hewan yang sangat hina ketimbang memikul perjanjian menjadi manusia. Penghianatan. Yah..itulah manusia yang lemah.  Celakanya Allah lah yang kita khianati. Na'uzubillah hi manzalik
Insyallah, dengan mengetahui arti dalam doa (doa apa saja actually), maka kesungguhan dan kehadiran hati, dengan kata lain kekhusu'an kita bertambah. Amin.
Oia..sekedar flash news salah seorang tua yang kukenal menyarankan agar mengamalkan doa ini pada sujud terakhir sholat. Tentunya dengan tanpa lafaz, cukup di dalam hati. Awas batal sholatnya kalau terucap.
Tambahan lagi ya...berikanlah hatimu akan rasa takut kepada Allah (karena banyaknya dosa kita) dan penuh harap HANYA kepada Allah Jalla Jalaa luh. Keluarkanlah airmata atau paksalah ia keluar dari mata agar terasa hinanya diri. Sebenarnya banyak adab dalam berdoa. Insy akan saya posting kemudian. Dengan dua ini rasanya sudah membuat hati bergetar takut akan Kemurahan Allah.
Salah satu sandaran adalah: " Barangsiapa mengucapkan pada siang hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, niscaya ia termasuk penghuni syurga. Dan barangsiapa membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia wafat sebelum waktu pagi, niscaya ia akan termasuk penghuni syurga." (HR. Bukhari)
Salah satu riwayat menyebutkan bahwa Sayyidina Jabir menjelaskan, Rosulullah saw bersabda: "Pelajarilah denga baik istighfar utama dan amalkanlah."
Doa Sayyidul istighfar mencakup berbagai makna. At Tayyibi menerangkan bahwa doa tersebut mengandung pengertian atas hubungan erat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Pengakuan atas segala kelalaian yang diperbuat dengan sengaja atau tidak sengaja. (liaht font warna biru pada arti diatas). 
Disisi lain tiap manusia yang hadir di muka bumi telah berjanji, bersumpah untuk melaksakan segala aturan yang telah ditetapkan oleh Allah sebelum manusia keluar dari rahim ibu (alam rahim). Tapi saudaraku, pecayalah bahwa ampunan Allah melebihi murkanya. Janji Allah adalah pasti. Dan Allah adalah sebaik-baik tempat mengadu (jadi ngak boleh lagi curhat ke manusia...try this things). Hingga kemakbulan sangat bergantung kembali kepada keyakinan akan Allah.
Dari Abdullah bin Abbas bahwa Rosulullah saw bersabda, "Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah menjadikan tiap kesedihannya jalan keluar; dan untuk tiap kesempitannya kelapangan; dan Allah memberi rezeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad, ABu Dawud, Ibnu Majah, dan Hakim)

Note: Kalimat atau Doa ini hanyalah sarana. Ibarat blog ini, tulisan ini hanyalah sarana buat bertukar pengalaman via indera kita. Kalaupun masalah telah berakhir dan doa telah dirasa terkabul, itu bukanlah karena doa ini. Karena memang Allah lah yang menghendaki semua itu terjadi. "Mintalah kepadaku maka pasti akan kusampaikan hajatmu. Kapankah itu? Sungguh semua itu bergantung pada keyakinan diri akan perkenalannya dengan Allah. Wallahu'alam bissawab.





0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews