Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Thursday, 5 December 2013

F T W

Ceritasufi - Sekian bulan sudah tak kusentuh dasbor ceritasufi00.blogspot.com/ ini. Ada rasa rindu untuk menambah lagi artikel, tapi kesibukan otak masih harus menyita perhatian lebih. Entah itu lebih banyak berkutat dalam alam pikiran atau raga.

Lama pula aku tak mengeluarkan tumpahan isi kepala. Jikapun harus tumpah, berusak ku menjadi tumpahan lebih bermanfaat bagi ku dan kalian.

Carut marut sistem birokrasi memang menjadi hal yang cukup menjauhkan diriku.
Aku tak berani sama sekali untuk mengakui kehebatan ke jeniusan diri dari mereka. Tapi sungguh tanpa kusadari aku hanyut dalam alam materi mereka. Penuh dengan aturan manusia yang sesekali membuatku harus tertunduk lama. Menahan rasa dengan nafas diatur sedemikian rupa agar tak memecahkan meja di hadapan kami.

Hari penantian yang belum juga dapat keputusan untuk hijrah. Hijrah dari embanan tugas yang sebenarnya aku sangat enggan menerimanya. Hanya lantaran tak ada lagi pilihan lain, maka jadilah aku sasaran tembak yang jitu. Tak kuasa menolak karena memang aku susah berkata tidak.

Sungguh Allah mneganugrahkan keyakinan akan takdir. Allah tahu aku mampu. Tapi setelah itu, aku berkata, "Aku tak mampu Ya..Allah..!"

Begitu banyak dunia abu-abu yang selalu menjadi hijab. Yah...penghalang akan melihat kebesaran Allah.

Berurusan dengan lembar yang di beri nilai oleh manusia-money memang rentan dengan rejeki abal-abal. Tak rela rasanya hanya gara-gara serupiah aku harus bercengkrama dengan malaikat penyiksa kubur. Tak rela, pikirku, jika harus berhadapan dengan tuntutan akhirat.

"Selamatkan Aku, Wahai Zat Maha Pelindung bagi hamba yang yang meminta perlindungan. Segerakanlah Ya Allah...!", Segerakanlah Ya Allah...!"Segerakanlah Ya Allah...!"

Bukan aku tak rela menerima semua tanggung jawab ini. Tapi aku tak rela jika ini menjadi pemicu untuk menjanda dengan Tuhanku. Aku khawatir ini menjadi awal menduda dengan Nya.

Entah berapa banyak kongkuw-kongkuw yang terpaksa harus kujalankan demi kemudahan birokrasi. Disisi lain batinku teriak. Menolak segala perlakuan dan kelakuan sbejat sendiri. Sebagian besar bukan untuk diriku sebenarnya, tapi untuk orang-orang ku tanggung.

"Meminimalisir kebejatan birokrasi.. " Hanya itu usaha terbaikku saat ini.

Hasbunallah wa ni'mal wakil Ni'mal maula wa Ni'mal wakil

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

F T W

Ceritasufi - Sekian bulan sudah tak kusentuh dasbor ceritasufi00.blogspot.com/ ini. Ada rasa rindu untuk menambah lagi artikel, tapi kesibukan otak masih harus menyita perhatian lebih. Entah itu lebih banyak berkutat dalam alam pikiran atau raga.

Lama pula aku tak mengeluarkan tumpahan isi kepala. Jikapun harus tumpah, berusak ku menjadi tumpahan lebih bermanfaat bagi ku dan kalian.

Carut marut sistem birokrasi memang menjadi hal yang cukup menjauhkan diriku.
Aku tak berani sama sekali untuk mengakui kehebatan ke jeniusan diri dari mereka. Tapi sungguh tanpa kusadari aku hanyut dalam alam materi mereka. Penuh dengan aturan manusia yang sesekali membuatku harus tertunduk lama. Menahan rasa dengan nafas diatur sedemikian rupa agar tak memecahkan meja di hadapan kami.

Hari penantian yang belum juga dapat keputusan untuk hijrah. Hijrah dari embanan tugas yang sebenarnya aku sangat enggan menerimanya. Hanya lantaran tak ada lagi pilihan lain, maka jadilah aku sasaran tembak yang jitu. Tak kuasa menolak karena memang aku susah berkata tidak.

Sungguh Allah mneganugrahkan keyakinan akan takdir. Allah tahu aku mampu. Tapi setelah itu, aku berkata, "Aku tak mampu Ya..Allah..!"

Begitu banyak dunia abu-abu yang selalu menjadi hijab. Yah...penghalang akan melihat kebesaran Allah.

Berurusan dengan lembar yang di beri nilai oleh manusia-money memang rentan dengan rejeki abal-abal. Tak rela rasanya hanya gara-gara serupiah aku harus bercengkrama dengan malaikat penyiksa kubur. Tak rela, pikirku, jika harus berhadapan dengan tuntutan akhirat.

"Selamatkan Aku, Wahai Zat Maha Pelindung bagi hamba yang yang meminta perlindungan. Segerakanlah Ya Allah...!", Segerakanlah Ya Allah...!"Segerakanlah Ya Allah...!"

Bukan aku tak rela menerima semua tanggung jawab ini. Tapi aku tak rela jika ini menjadi pemicu untuk menjanda dengan Tuhanku. Aku khawatir ini menjadi awal menduda dengan Nya.

Entah berapa banyak kongkuw-kongkuw yang terpaksa harus kujalankan demi kemudahan birokrasi. Disisi lain batinku teriak. Menolak segala perlakuan dan kelakuan sbejat sendiri. Sebagian besar bukan untuk diriku sebenarnya, tapi untuk orang-orang ku tanggung.

"Meminimalisir kebejatan birokrasi.. " Hanya itu usaha terbaikku saat ini.

Hasbunallah wa ni'mal wakil Ni'mal maula wa Ni'mal wakil

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews