Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Wednesday, 1 May 2013

Perkembangan Islam di Korea - Abad 19-20

Ceritasufi -  Setelanh berpelesir ke Eropa, kali ini Cerita Sufi akan masuk sedikit dengan Islam di Korea. Perkenalan dengan Korea sekarang tidaklah susah. Dengan kerja keras pemerintah korea selatan khususnya telah menjadi trend setter dunia dalam dunia seni musik dan industri film nya. (indonesia kapan ya jadi trend setter...?) 
Waduh mangkin ngaur ni...yo wes. Lanjuut....

Islam termasuk barang baru. Barang aneh yang jauh dari kata sama di banding dengan budaya dan Agama di Korea. Makanan halal menjadi barang langka nan mahal bagi sorang muslim di negara Korea. 
Boleh jadi keterlambatan ini dimulai pada saat Perang panjang antara dua Isme Demokrasi Amerika Vs Sosialis Rusia telah menjadi hambatan bagi Islam untuk menyebar di negara Ginseng ini. Tanpa berpanjang-panjang. Mari kita simak Perkembangan Awal Islam di Korea - Abad 19-20
Perkenalan dengan Islam

Siapa yang tak ingat dengan perang saudara di Korea, yang akhirnya membelah darah persaudaran menjadi Korea Selatan dan Utara.  Tepat tanggal 25 Juli 1950 Darah mulai tumpah di jalan dan membunuh hampeir 10 juta manusia, setara dengan korban Perang Dunia Pertama.

Dalam masa perang ini, tersebut nama Zubbercoch dan Abdul rahman yang ikut andil dalam naungan PBB di Korea. Sebagia militer Angkatan Darat Turki selain menunaikan tugas militer, mereka juga mendirikan sebuah pondok Quonset kecil yang digunakan  sebagai Mesjid. Di gubuk inilah Islam mulai di kenal oleh Rakyat Korea.

Untuk penggiat awal dakwah, dibentuklah Perkumpulan Muslim Korea yang di pimpin oleh Almarhum Muhammad Umar Kim Jin Kyu.

Undangan untuk menghadiri kegiaatan Islam di luar Korea mulai berdatangan. Dikirimlah beberapa Muslim Korea untuk belajar Islam di Universitas Muslim di Malaysia yang dengan harapan menjadi da’i setelah mereka pulang ke Korea.

Delegasi Malaysia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Tunku Abdul Razak dan istri tertarik untuk membangun mesjid yang telah di usulkan sebelumnya. Kemudian atas usulan Haji Muhammad Nuh, salah seorang pejabat pemerintah Malaysia, melihat perlu adanya sarana utuk keberlangsungan dakwah Islam di Kora.
Bantuan sebesar 33.000 dolar pun di berikan kepada komunitas Perkumpulan Muslim Korea untuk membangun Mesjid pertama di Korea pada tahun 1963. Sayangnya pembangunan mesjid tidak dapat diselesaikan karena inflasi.
Dakwah Islam di Negara minoritas Islam bukanlah hal gampang, Terlebih di Korea yang sebagian besar penganut Budha. Keterbatasan Sarana Ibadah dan penguruh kebiasaan setempat sudah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Muslim minoritas di Korea.

Tahapan demi tahapan berlalu, dakwah seperti jalan di tempat akhirnya sebuah titik indah muncul. Kemudahan itu Allah swt hadirkan saat Pemerintah Korea  menyetujui untuk memasukkan Islam dalam daftar resmi Departemen Kebudayaan dan Informasi dengan Registrasi 114, 13 Maret 1967. Mulai saat ini Islam tak lagi menjadi Illegal Religion dan dakwah terhadap sesama/diluar muslim menjadi lebih terorganisir.
Legalitas dari pemerintah Korea memberikan angin segar untuk lebih memudahkan umat Islam dalam menjalankan Syariat Islam tentunya. Geliat pengajian Alquran dan Hadits mulai semarak. Tak ada lagi pandang aneh sinistik dan terisolir seperti sebelum pengakuan Pemerintah Korea.

Tahun 1976, mimpi panjang untuk memiliki Mesjid menemui titik cerah. Dibukanya Pusat Kajian Islam (Islamic Center) dan Mesjid Jami adalah titik balik penting dalam sejarah Muslim Korea. Pembukaan Mesjid pertama di Korea memberikan konstribusi besar terhadap perkembangan Islam nantinya.

Dalam peresmian ini, dihadiri oleh 55 perwakilan tokoh Islam dari 20 Negara. Acara yang dikonsep biasa ternyata berbuah luar biasa. Sambutan berdatangan dari Negara-negara Islam, termasuklah Perdana Menteri Choi Gyu Hwa.

Orang Korea Berangkat Haji

Layaknya muslim lainnya, Muslim Korea juga tak mau ketinggalan untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekkah. Sebagai salah satu kewajiban seorang muslim yang mampu, kelompok masyarkat muslim Korea yang dipimpin oleh Haji Subri Seo Jung Gil pada tahun 1960 akhirnya menunaikan ibadah haji terbesar saat itu.

Tercatat bahwa perjalan Haji terbesar saat awal penyebaran Islam di Korea terjadi pada tahun 1978 dengan 130 jamaah haji (ada ayng mengatakan 132) seperti yang dikatakan di islamkorea.com

Kronologi Penyebaran Islam dari Abad 19
Tahun
Kejadian
September 1955 :
Imam Zubercoch dan Abdul Rahman, Berpartisipasi dalam Perang Korea sebagai anggota dinas militer.

Oktober 1955 :
Korean Komite Muslim Korea di dirikan dengan Umar Kim Jin Kyu sebagai Ketua: Imam dan Sekretaris Jenderal uhammad Doo Yoon Young)

September 1961 :
Empat belas orang Pendakwah yang dipimpin oleh Senator Ubaidulla dari Malaysia tinggal di Korea selama 13 hari.

Agustus 1962 :
Perdana Menteri Malaysia Tunku Abdul Rahman menyumbangkan $ 33.000 untuk dana pembangunan Masjid Sentral Muslim Korea

Oktober 1963 :
Haji Muhammad Noh mengunjungi Korea (berjanji untuk mengusulkan kepada pemerintah Malasian untuk pengembangan Korea Muslim)

Maret 1967 :
Yayasan Islam Korea disetujui oleh Departemen Kebudayaan dan Informasi Korea (Persetujuan No 114, tanggal 3 Maret 1967) (Ketua Suleiman Lee Hwa Shik), Sekretaris Jenderal Adul Aziz Kim Il Cho)

Desember 1974 :
Presiden Park Jung Hee, tanah menyumbangkan tanah  1.500 m2 untuk pembangunan Masjid Sentral.

Mei 1974 :
Di resmikan Pembangunan Seoul Central Masjid dan Islamic

Desember 1976 :
Pembangunan Mesjid sementara di Pusan dengan juru dakwah Br. Kim Myung Hwan.

Maret 1976 :
Dibangun Pusat Kebudayaan Islam Korea di Jeddad, Arab Saudi.

April 1978 :
Masjid sementara dibuka pada Yok-ri Gwangjoo-eup, Gyunggi-do, Korea: Abdullah Deuk Juni menjadi pelopor pergerakan dakwah.

Oktober 1978 :
Kelompok ziarah terbesar dari 132 orang melakukan haji untuk pertama kalinya dalam sejarah Korea.
Mesjid Kuwait Sementara mulai beroperasi

Mei 1980 :
Perdana Choi Gyu Hwa berjanji kepada Raja Khalid dari Saudia Arabia untuk menyumbangkan tanah untuk pembangunan Islamic College Korea selama comminique sendi.

Juli 1980 :
130 ribu Pyongs tanah disumbangkan untuk pembangunan Islamic College di Yongin, Gyunggi-do, Korea.

September 1980 :
Pembukaan upacara Pusan ​​Al-Fatah Masjid

Juni 1981 :
Pembukaan upacara Kwang Ju-Masjid

Agustus 1982 :
Kantor Perwakilan Indonesia didirikan

Agustus 1983 :
Kegiatan W.A.M.Y. Seoul Regional Camp diadakan di bawah naungan OKI & W.A.M.Y.

Agustus 1984 :
Kegiatan W.A.M.Y. Camp Muslim lokal.

Juli 1985 :.
Kegiatan  The 1st Kepemimpinan Camp Pelatihan

Agustus 1985 :
Kegiatan  The 2nd W.A.M.Y. Camp Muslim setempat

April 1986 :
Pembukaan Anyang Rabitah Al-Alam Al-Islam Masjid

September 1986 :
Pembukaan Jeon Joo Abu Bakar sidiq masjid

Agustus 1987 :
Kegiatan  87 W.A.M.Y. Camp Muslim

Agustus 1988 :
Kegiatan 88 W.A.M.Y. Camp Muslim



Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Perkembangan Islam di Korea - Abad 19-20

Ceritasufi -  Setelanh berpelesir ke Eropa, kali ini Cerita Sufi akan masuk sedikit dengan Islam di Korea. Perkenalan dengan Korea sekarang tidaklah susah. Dengan kerja keras pemerintah korea selatan khususnya telah menjadi trend setter dunia dalam dunia seni musik dan industri film nya. (indonesia kapan ya jadi trend setter...?) 
Waduh mangkin ngaur ni...yo wes. Lanjuut....

Islam termasuk barang baru. Barang aneh yang jauh dari kata sama di banding dengan budaya dan Agama di Korea. Makanan halal menjadi barang langka nan mahal bagi sorang muslim di negara Korea. 
Boleh jadi keterlambatan ini dimulai pada saat Perang panjang antara dua Isme Demokrasi Amerika Vs Sosialis Rusia telah menjadi hambatan bagi Islam untuk menyebar di negara Ginseng ini. Tanpa berpanjang-panjang. Mari kita simak Perkembangan Awal Islam di Korea - Abad 19-20
Perkenalan dengan Islam

Siapa yang tak ingat dengan perang saudara di Korea, yang akhirnya membelah darah persaudaran menjadi Korea Selatan dan Utara.  Tepat tanggal 25 Juli 1950 Darah mulai tumpah di jalan dan membunuh hampeir 10 juta manusia, setara dengan korban Perang Dunia Pertama.

Dalam masa perang ini, tersebut nama Zubbercoch dan Abdul rahman yang ikut andil dalam naungan PBB di Korea. Sebagia militer Angkatan Darat Turki selain menunaikan tugas militer, mereka juga mendirikan sebuah pondok Quonset kecil yang digunakan  sebagai Mesjid. Di gubuk inilah Islam mulai di kenal oleh Rakyat Korea.

Untuk penggiat awal dakwah, dibentuklah Perkumpulan Muslim Korea yang di pimpin oleh Almarhum Muhammad Umar Kim Jin Kyu.

Undangan untuk menghadiri kegiaatan Islam di luar Korea mulai berdatangan. Dikirimlah beberapa Muslim Korea untuk belajar Islam di Universitas Muslim di Malaysia yang dengan harapan menjadi da’i setelah mereka pulang ke Korea.

Delegasi Malaysia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Tunku Abdul Razak dan istri tertarik untuk membangun mesjid yang telah di usulkan sebelumnya. Kemudian atas usulan Haji Muhammad Nuh, salah seorang pejabat pemerintah Malaysia, melihat perlu adanya sarana utuk keberlangsungan dakwah Islam di Kora.
Bantuan sebesar 33.000 dolar pun di berikan kepada komunitas Perkumpulan Muslim Korea untuk membangun Mesjid pertama di Korea pada tahun 1963. Sayangnya pembangunan mesjid tidak dapat diselesaikan karena inflasi.
Dakwah Islam di Negara minoritas Islam bukanlah hal gampang, Terlebih di Korea yang sebagian besar penganut Budha. Keterbatasan Sarana Ibadah dan penguruh kebiasaan setempat sudah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Muslim minoritas di Korea.

Tahapan demi tahapan berlalu, dakwah seperti jalan di tempat akhirnya sebuah titik indah muncul. Kemudahan itu Allah swt hadirkan saat Pemerintah Korea  menyetujui untuk memasukkan Islam dalam daftar resmi Departemen Kebudayaan dan Informasi dengan Registrasi 114, 13 Maret 1967. Mulai saat ini Islam tak lagi menjadi Illegal Religion dan dakwah terhadap sesama/diluar muslim menjadi lebih terorganisir.
Legalitas dari pemerintah Korea memberikan angin segar untuk lebih memudahkan umat Islam dalam menjalankan Syariat Islam tentunya. Geliat pengajian Alquran dan Hadits mulai semarak. Tak ada lagi pandang aneh sinistik dan terisolir seperti sebelum pengakuan Pemerintah Korea.

Tahun 1976, mimpi panjang untuk memiliki Mesjid menemui titik cerah. Dibukanya Pusat Kajian Islam (Islamic Center) dan Mesjid Jami adalah titik balik penting dalam sejarah Muslim Korea. Pembukaan Mesjid pertama di Korea memberikan konstribusi besar terhadap perkembangan Islam nantinya.

Dalam peresmian ini, dihadiri oleh 55 perwakilan tokoh Islam dari 20 Negara. Acara yang dikonsep biasa ternyata berbuah luar biasa. Sambutan berdatangan dari Negara-negara Islam, termasuklah Perdana Menteri Choi Gyu Hwa.

Orang Korea Berangkat Haji

Layaknya muslim lainnya, Muslim Korea juga tak mau ketinggalan untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekkah. Sebagai salah satu kewajiban seorang muslim yang mampu, kelompok masyarkat muslim Korea yang dipimpin oleh Haji Subri Seo Jung Gil pada tahun 1960 akhirnya menunaikan ibadah haji terbesar saat itu.

Tercatat bahwa perjalan Haji terbesar saat awal penyebaran Islam di Korea terjadi pada tahun 1978 dengan 130 jamaah haji (ada ayng mengatakan 132) seperti yang dikatakan di islamkorea.com

Kronologi Penyebaran Islam dari Abad 19
Tahun
Kejadian
September 1955 :
Imam Zubercoch dan Abdul Rahman, Berpartisipasi dalam Perang Korea sebagai anggota dinas militer.

Oktober 1955 :
Korean Komite Muslim Korea di dirikan dengan Umar Kim Jin Kyu sebagai Ketua: Imam dan Sekretaris Jenderal uhammad Doo Yoon Young)

September 1961 :
Empat belas orang Pendakwah yang dipimpin oleh Senator Ubaidulla dari Malaysia tinggal di Korea selama 13 hari.

Agustus 1962 :
Perdana Menteri Malaysia Tunku Abdul Rahman menyumbangkan $ 33.000 untuk dana pembangunan Masjid Sentral Muslim Korea

Oktober 1963 :
Haji Muhammad Noh mengunjungi Korea (berjanji untuk mengusulkan kepada pemerintah Malasian untuk pengembangan Korea Muslim)

Maret 1967 :
Yayasan Islam Korea disetujui oleh Departemen Kebudayaan dan Informasi Korea (Persetujuan No 114, tanggal 3 Maret 1967) (Ketua Suleiman Lee Hwa Shik), Sekretaris Jenderal Adul Aziz Kim Il Cho)

Desember 1974 :
Presiden Park Jung Hee, tanah menyumbangkan tanah  1.500 m2 untuk pembangunan Masjid Sentral.

Mei 1974 :
Di resmikan Pembangunan Seoul Central Masjid dan Islamic

Desember 1976 :
Pembangunan Mesjid sementara di Pusan dengan juru dakwah Br. Kim Myung Hwan.

Maret 1976 :
Dibangun Pusat Kebudayaan Islam Korea di Jeddad, Arab Saudi.

April 1978 :
Masjid sementara dibuka pada Yok-ri Gwangjoo-eup, Gyunggi-do, Korea: Abdullah Deuk Juni menjadi pelopor pergerakan dakwah.

Oktober 1978 :
Kelompok ziarah terbesar dari 132 orang melakukan haji untuk pertama kalinya dalam sejarah Korea.
Mesjid Kuwait Sementara mulai beroperasi

Mei 1980 :
Perdana Choi Gyu Hwa berjanji kepada Raja Khalid dari Saudia Arabia untuk menyumbangkan tanah untuk pembangunan Islamic College Korea selama comminique sendi.

Juli 1980 :
130 ribu Pyongs tanah disumbangkan untuk pembangunan Islamic College di Yongin, Gyunggi-do, Korea.

September 1980 :
Pembukaan upacara Pusan ​​Al-Fatah Masjid

Juni 1981 :
Pembukaan upacara Kwang Ju-Masjid

Agustus 1982 :
Kantor Perwakilan Indonesia didirikan

Agustus 1983 :
Kegiatan W.A.M.Y. Seoul Regional Camp diadakan di bawah naungan OKI & W.A.M.Y.

Agustus 1984 :
Kegiatan W.A.M.Y. Camp Muslim lokal.

Juli 1985 :.
Kegiatan  The 1st Kepemimpinan Camp Pelatihan

Agustus 1985 :
Kegiatan  The 2nd W.A.M.Y. Camp Muslim setempat

April 1986 :
Pembukaan Anyang Rabitah Al-Alam Al-Islam Masjid

September 1986 :
Pembukaan Jeon Joo Abu Bakar sidiq masjid

Agustus 1987 :
Kegiatan  87 W.A.M.Y. Camp Muslim

Agustus 1988 :
Kegiatan 88 W.A.M.Y. Camp Muslim



0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews