Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Thursday, 2 May 2013

Jejak Muslim Pertama di Korea: Kota Itaewon

taken from saffuanjaffar.blogspot.com
Ceritasufi - Pada artikel lalu telah kita singgung bagaimana Islam berkembang di Korea secara Umum. Tak lain tak bukan, Kota Itaewon adalah pusat tumbuhnya komunitas muslim di korea. 

Secara Historical detail akan kita lihat bahwa sebenarnya Islam telah bersentuhan dengan Korea sejak lama (sebelum legalitas Pemerintah Korea-lihat artikel Perkembangan Islam di Korea)

Sejak zaman penjajahan Jepang, Itaewon telah menjadi daerah pemukiman utama bagi orang-orang dari luar negeri. Itaewon dulunya digunakan sebagai barak tentara Jepang,
dan setelah 1945 wilayah ini menjadi milik tentara AS. Hingga sekarang kota Itaewon dikembangkan sebagai magnet bagi orang asing di Seoul.Itaewon didominasi oleh sebuah bangunan sebuah masjid. Bangunan yang menggambarkan dirnya sebagai icon Muslim Kota Itaewon dan juga sebagai pengingat dari kebangkitan komunitas Muslim di di Korea secara umum.

Islam telah hadir di negara ini untuk waktu yang sangat lama. Pada abad ke-8 dan ke-9, para pelaut dan pedagang Arab sering berkunjung ke perairan pantai Selatan dan Asia Timur. Tersebutlah nama Korea di dalam 845 buku dalam perjalan mereka ke Koreahingga dikenallah istilah: 

"Diseberang laut Cina terletak sebuah negara pegunungan indah yang disebut 'Silla', yang kaya emas. Hingga Muslim yang tiba di sana begitu tertarik dengan kehidupan mereka hingga menetap di sana selamanya dan tidak ingin meninggalkannya.'' Saat itulah sejumlah pedagang Muslim membuat Itaewon menjadi rumah mereka.
Beberapa orang Korea juga membuat perjalanan epik ke negara Barat. Catatan sejarah menyebutkan bahwa  727 biksu Heoch'o Budha juga pernah mengunjungi Arab Timur Dekat dalam perjalanannya kembali dari India.
Selama periode Koryo (918-1392) Kaesong, ibukota negara, Kota Itaewon menjadi rumah bagi komunitas Muslim hingga mereka mendirikan mesjid disana. Salah satu anggota klan berkuasa saat itu, keluarga Chang dari Toksu, di dirikan oleh seorang Muslim yang datang ke Korea selama era Koryo. Namun, saat dinasti Yi merebut kekuasaan pada tahun 1392, kebiakan berubah menjadi lebih introspektif dari pendahulunya, sehingga hubungan silaturahmi dengan Timur Dekat secara bertahap meredup.
Kebangkitan Islam terjadi selama Perang Korea. Perang ini dimotori oleh Amerika Serikat yang tentunya dengan bantuan sekutu, di antaranya Turki, pada waktu itu sekutu dekat Washington. Jadilah Perang ini di dominasi oleh
15.000 tentara terlatih Turki.
Orang Turki membawa Islam kembali ke Korea. Mereka terbukti tidak hanya sebagai pejuang terbaik tetapi juga Mubaligh yang sukses. "Tenda adalah Mesjid kami" yang pada awalnya hanya untuk kegiatan ibadah para tentara Turki kini berubah menjadi pusat kegiatan dakwah. Dengan tangan terbuka Orang Turki yang tinggal di tenda-tenda mempersilakan penduduk lokal untuk mempelajari Islam dan saling membantu dalam keseharian mereka. Mereka juga membuat kegiatan kemanusiaan dalam skala yang besar hingga menarik simpati warga korea di iItaewon.

Saat perang telah usai, Tentara Turki meninggalkan sebuah komunitas Muslim lokal kecil tapi sangat aktif. Masyarakat Muslim Korea diresmikan pada tahun 1955. Perkumpulan ini akhirnya diberi nama Yayasan Islam Korea, satu-satunya dan yang pertama. Yayasan Muslim ini mengirim anggota ke luar negeri untuk belajar Islam. Cita-citanya adalah membangun Mesjid yang Permanen. Hingga bantuan hibah datang dari pemerintah Malaysia, tetapi belum mampu menyelesaikan cita-cita mereka. Kegiatan Ibadah Muslim akhirnya diadakan di gedung darurat, dengan menara yang terbuat dari papan kayu dan bingkai besi.
Pada masa ini Dakwah Islam di Korea mulai surut dan sedikit demi sedikit bangkit pada saat terjadi pengiriman sejumlah pekerja ke wilayah Timur Dekat. Kebangkitan dakwah ini terjadi sekitar tahun 1960-an. Perusahaan Korea terlibat dalam berbagai proyek pembangunan. Beberapa pekerja yang kembali dari Timur Dekat telah beralih menjadi Muslim dan menjadi pendakwah diantara rekan sekerja mereka.
1970an mimpi untuk mendirikan MESJID PERMANEN terwujud. Dengan dukungan penuh dana Pemerintah Arab Saudi, pada  tahun 1976 Mesjid impian warga Muslim Itaewon khususnya dan seluruh Muslim Korea pada umumnya resmi berdiri. Mesjid di Itaewon yang menjadi Mesjid Pertama dan gedung termegah pada saat itu.

Seperti pemberitaan Korean Times bahawa pada tahun 2002 jumlah umat Islam di Korea sekitar 45.000 di samping 100.000 pekerja asing dari negara-negara Muslim. Ada enam masjid permanen di seluruh negeri, dan secara umum, Islam adalah agama yang berkembang di sini.

Resto dan tempat makanan Halal banyak di sekitar Mesjid


Pose habis Sholat

Pose rame-rame depan mesjid. Allahu Akbar nya Gede banget ya....
Lagi baca Dua Kalimat Shaahadat......Allah Bless U... Korean Brothers



Tentara Korea yang udah masuk Islam...

Plang Nama arah ke Mesjid Seoul Central Mesjid..Hayoo...Apa Nama Islam Mesjid ini?


Foto Jadul nya...hehehe
 Source: Various

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Jejak Muslim Pertama di Korea: Kota Itaewon

taken from saffuanjaffar.blogspot.com
Ceritasufi - Pada artikel lalu telah kita singgung bagaimana Islam berkembang di Korea secara Umum. Tak lain tak bukan, Kota Itaewon adalah pusat tumbuhnya komunitas muslim di korea. 

Secara Historical detail akan kita lihat bahwa sebenarnya Islam telah bersentuhan dengan Korea sejak lama (sebelum legalitas Pemerintah Korea-lihat artikel Perkembangan Islam di Korea)

Sejak zaman penjajahan Jepang, Itaewon telah menjadi daerah pemukiman utama bagi orang-orang dari luar negeri. Itaewon dulunya digunakan sebagai barak tentara Jepang,
dan setelah 1945 wilayah ini menjadi milik tentara AS. Hingga sekarang kota Itaewon dikembangkan sebagai magnet bagi orang asing di Seoul.Itaewon didominasi oleh sebuah bangunan sebuah masjid. Bangunan yang menggambarkan dirnya sebagai icon Muslim Kota Itaewon dan juga sebagai pengingat dari kebangkitan komunitas Muslim di di Korea secara umum.

Islam telah hadir di negara ini untuk waktu yang sangat lama. Pada abad ke-8 dan ke-9, para pelaut dan pedagang Arab sering berkunjung ke perairan pantai Selatan dan Asia Timur. Tersebutlah nama Korea di dalam 845 buku dalam perjalan mereka ke Koreahingga dikenallah istilah: 

"Diseberang laut Cina terletak sebuah negara pegunungan indah yang disebut 'Silla', yang kaya emas. Hingga Muslim yang tiba di sana begitu tertarik dengan kehidupan mereka hingga menetap di sana selamanya dan tidak ingin meninggalkannya.'' Saat itulah sejumlah pedagang Muslim membuat Itaewon menjadi rumah mereka.
Beberapa orang Korea juga membuat perjalanan epik ke negara Barat. Catatan sejarah menyebutkan bahwa  727 biksu Heoch'o Budha juga pernah mengunjungi Arab Timur Dekat dalam perjalanannya kembali dari India.
Selama periode Koryo (918-1392) Kaesong, ibukota negara, Kota Itaewon menjadi rumah bagi komunitas Muslim hingga mereka mendirikan mesjid disana. Salah satu anggota klan berkuasa saat itu, keluarga Chang dari Toksu, di dirikan oleh seorang Muslim yang datang ke Korea selama era Koryo. Namun, saat dinasti Yi merebut kekuasaan pada tahun 1392, kebiakan berubah menjadi lebih introspektif dari pendahulunya, sehingga hubungan silaturahmi dengan Timur Dekat secara bertahap meredup.
Kebangkitan Islam terjadi selama Perang Korea. Perang ini dimotori oleh Amerika Serikat yang tentunya dengan bantuan sekutu, di antaranya Turki, pada waktu itu sekutu dekat Washington. Jadilah Perang ini di dominasi oleh
15.000 tentara terlatih Turki.
Orang Turki membawa Islam kembali ke Korea. Mereka terbukti tidak hanya sebagai pejuang terbaik tetapi juga Mubaligh yang sukses. "Tenda adalah Mesjid kami" yang pada awalnya hanya untuk kegiatan ibadah para tentara Turki kini berubah menjadi pusat kegiatan dakwah. Dengan tangan terbuka Orang Turki yang tinggal di tenda-tenda mempersilakan penduduk lokal untuk mempelajari Islam dan saling membantu dalam keseharian mereka. Mereka juga membuat kegiatan kemanusiaan dalam skala yang besar hingga menarik simpati warga korea di iItaewon.

Saat perang telah usai, Tentara Turki meninggalkan sebuah komunitas Muslim lokal kecil tapi sangat aktif. Masyarakat Muslim Korea diresmikan pada tahun 1955. Perkumpulan ini akhirnya diberi nama Yayasan Islam Korea, satu-satunya dan yang pertama. Yayasan Muslim ini mengirim anggota ke luar negeri untuk belajar Islam. Cita-citanya adalah membangun Mesjid yang Permanen. Hingga bantuan hibah datang dari pemerintah Malaysia, tetapi belum mampu menyelesaikan cita-cita mereka. Kegiatan Ibadah Muslim akhirnya diadakan di gedung darurat, dengan menara yang terbuat dari papan kayu dan bingkai besi.
Pada masa ini Dakwah Islam di Korea mulai surut dan sedikit demi sedikit bangkit pada saat terjadi pengiriman sejumlah pekerja ke wilayah Timur Dekat. Kebangkitan dakwah ini terjadi sekitar tahun 1960-an. Perusahaan Korea terlibat dalam berbagai proyek pembangunan. Beberapa pekerja yang kembali dari Timur Dekat telah beralih menjadi Muslim dan menjadi pendakwah diantara rekan sekerja mereka.
1970an mimpi untuk mendirikan MESJID PERMANEN terwujud. Dengan dukungan penuh dana Pemerintah Arab Saudi, pada  tahun 1976 Mesjid impian warga Muslim Itaewon khususnya dan seluruh Muslim Korea pada umumnya resmi berdiri. Mesjid di Itaewon yang menjadi Mesjid Pertama dan gedung termegah pada saat itu.

Seperti pemberitaan Korean Times bahawa pada tahun 2002 jumlah umat Islam di Korea sekitar 45.000 di samping 100.000 pekerja asing dari negara-negara Muslim. Ada enam masjid permanen di seluruh negeri, dan secara umum, Islam adalah agama yang berkembang di sini.

Resto dan tempat makanan Halal banyak di sekitar Mesjid


Pose habis Sholat

Pose rame-rame depan mesjid. Allahu Akbar nya Gede banget ya....
Lagi baca Dua Kalimat Shaahadat......Allah Bless U... Korean Brothers



Tentara Korea yang udah masuk Islam...

Plang Nama arah ke Mesjid Seoul Central Mesjid..Hayoo...Apa Nama Islam Mesjid ini?


Foto Jadul nya...hehehe
 Source: Various

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews