Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Wednesday, 18 May 2011

Munculnya Tarekat (Part 2)

Nah kemarin Sufi udah cerita tentang perkembangan singkat Tarekat yang sedang berkembang. Nah..tu kan belon kelar smua kan. Sekarang akan Sufi sambung lagi ...........Have a nice sufi........!


  
Kebingungan Umat Islam Setelah diracuni Isme
Kerunyaman politik dan krisis kekuasaan telah membawa dampak negatif bagi kehidupan umat Islam di wilayah tersebut.  Disintegrasi sosia pun merebak luas memperparah pertentangan antara sunni dan syiah, khususnya golongan Turki, Arab dan Persia. 


Tak hanya sampai disini, Allah menambah bencana mereka dengan meluapkan sungai Dajlah hingga merusak sebagian besar tanah di Irak. Kehidupan sosial ekonomi merosot tajam, keamanan terganggu, umat Islam porak poranda.

Dengan begini sebagian umat berusaha menyelamatkan agamanya dengan doktrin menentramkan jiwa dan menjalin silaturahmi berkumpul dengan para al ulama al Salihin, banyak puasa, mengaji Quran, berdzikir serta mengasingkan diri dari keramaian dunia yang diyakini sebagai obat penentram jiwa. 

Masyarakat Islam memiliki warisan kulturan dari ulama yang dapat dijadikan pegangan. Tasawuf adalah lakon yang menentramkan hati mereka saat itu. Kepedulian ulama sufi yang mengayomi masyarakat yang sedang kehilangan kendali. Praktek tasawuf mengobati jiwa ummat yang kacau. Berkumlullah masyarakat awam melakukan dzikir yang membentuk kelompok tersendiri yang disebut tarekat.

Diantara ulama sufi yang memberika pengajaran tasauf adalah Abu Hamid Muhammad al-Ghazali                  (w 550H/1111M), Syeikh Abdul Qadir Jailani  dan Syeikh Ahmad Ibnu Ali al Rifai yang akhirnya dinisbatkan menjadi pendiri tarekat Qadariyah dan Rifaiyah yang masih kita temui sampai sekarang.

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Munculnya Tarekat (Part 2)

Nah kemarin Sufi udah cerita tentang perkembangan singkat Tarekat yang sedang berkembang. Nah..tu kan belon kelar smua kan. Sekarang akan Sufi sambung lagi ...........Have a nice sufi........!


  
Kebingungan Umat Islam Setelah diracuni Isme
Kerunyaman politik dan krisis kekuasaan telah membawa dampak negatif bagi kehidupan umat Islam di wilayah tersebut.  Disintegrasi sosia pun merebak luas memperparah pertentangan antara sunni dan syiah, khususnya golongan Turki, Arab dan Persia. 


Tak hanya sampai disini, Allah menambah bencana mereka dengan meluapkan sungai Dajlah hingga merusak sebagian besar tanah di Irak. Kehidupan sosial ekonomi merosot tajam, keamanan terganggu, umat Islam porak poranda.

Dengan begini sebagian umat berusaha menyelamatkan agamanya dengan doktrin menentramkan jiwa dan menjalin silaturahmi berkumpul dengan para al ulama al Salihin, banyak puasa, mengaji Quran, berdzikir serta mengasingkan diri dari keramaian dunia yang diyakini sebagai obat penentram jiwa. 

Masyarakat Islam memiliki warisan kulturan dari ulama yang dapat dijadikan pegangan. Tasawuf adalah lakon yang menentramkan hati mereka saat itu. Kepedulian ulama sufi yang mengayomi masyarakat yang sedang kehilangan kendali. Praktek tasawuf mengobati jiwa ummat yang kacau. Berkumlullah masyarakat awam melakukan dzikir yang membentuk kelompok tersendiri yang disebut tarekat.

Diantara ulama sufi yang memberika pengajaran tasauf adalah Abu Hamid Muhammad al-Ghazali                  (w 550H/1111M), Syeikh Abdul Qadir Jailani  dan Syeikh Ahmad Ibnu Ali al Rifai yang akhirnya dinisbatkan menjadi pendiri tarekat Qadariyah dan Rifaiyah yang masih kita temui sampai sekarang.

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews