Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Sunday, 8 May 2011

Munculnya Tarekat (Part 1)

Sebenarnya sufi tidak terlalu banyak tau tentang tarekat dan seluk beluk sejarahnya secara mendalam. Tapi tak ada salahnya CS kutip dari beberapa lemabar kisah disini. Kebetulan sufi mampir ke rumah saudara, ketemu buku comprehensif (artinya apa ya? hihi..biarin deh ntar juga ngerti sendiri). Nih Sufi sarikan dari buku itu ya...Hepi Reading......

Jika ditelaah secara sosiologis yang lebih mendalam, tampaknya ada hubungan latar belakang lahirnya trend dan pola hidup sufistik dengan perubahan dan dinamika dalam kehidupan masyarakat pada waktu munculnya tarekat. Sebagai contoh adalah munculnya gerakan kehidupan zuhud dan 'uzlah yang dipelopori oleh Hasan al-Basri (110H) dan Ibrahim bin Adham (159H). Tentunya banyak lagi manusia-manusia genius lagi sholeh dan zuhud yang merancang pola dan tata cara dalam mendekatkan diri kepada Allah. Tentunya tetap dalam kaidah Rosul Muhammad saw. Gerakan ini muncul sebagai reaksi terhadap pola hidup masyarakat saat itu yang Hedonis (berfoya-foya) oleh penguasa Bani Umayyah (lihat Filsafat dan Mistisme dalam Islam, Harun Nasution).

Berkembangnya tasauf filosofis yang dipelopori oleh Al-Hallaj (309H) dan Ibnu Arabi (637H) tidak terlepas dari pengaruh global hedonis orang-orang Islam saat itu (sekarang masih hedonis ngak ya...?) yang cendrung tersilaukan oleh berkembangnya pola hidup rasional (lebih mengedapankan akal dengan tanpa melihat kebersihan hati). Hal ini merupakan pengaruh para filsuf paripatetik, seperti Al-Kindi, Ibnu Sina, Al Farabi dll.


Demikian juga dengan munculnya gerakan tasawwuf sunni yang dipelopori oleh Al Qusairi, Al Ghazali dan lain-lain juga tidak trlepas dari dinamika masyarakat Islam saat itu. Masyarakat banyak mengikuti pola kehidupan sufistik yang menjauhi syariat dan tenggelam dalam keasikan filsafatnya. Sehingga muncul gerakan kembali ke syariat dalam ajaran tasawwuf yang dikenal istilah tasawwuf sunni.

Adapun Tarekat, Sebagai gerakan kesufian populer sebagai bentuk terakhir gerakan tasawuf tampaknya tidak muncul begitu saja. Kemunculannya cukup beralasan baik dari sosiologis dan politis saat itu.

Setidaknya  ada dua faktor, yaitu kultural dan struktural. Dari segi politik, dunia Islam sedang mengalamai krisis berat. Di bagian barat dunia Islam,Palestina, Syiria, dan Mesir sedang menghadapi Perang Salib dari Kristen Eropa selama hampir Dua Abad (490-656H / 1096-1258M) dengan delapan kali pertempuran besar. (Lihat  A Study of Islamic History, K.Ali, 1990).

Hulagu (left) imprisoned Al-Mus'tasim with his treasure to starve in death.
Medieval depiction from "Le livre des merveilles", 15th century
Di bagian Timur orang Islam harus menghadapi tentara Mongol yang haus darah dan kekuasaan. Ia menghancurkan tiap wilayah yang dikuasai. Demikian juga itu terjadi di Bagdad, sebagai pusat kekuasaan dan peradaban Islam saat itu. Intern kekuasaan kacau dengan perebutan kekuasaan antar Amir (Turki dan Dinasti Buwaihi). 
Pengepungan Kota Bagdad
Secara formal, khalifah masih diakui, tetapi pada prakteknya penguasa sebenarnya adalah para amir dan sultan-sultan. Mereka membagi wilayah kekhalifahan Islam menjadi daerah-daerah otonom kecil-kecil. Ini disempurnakan (keburukannya) dengan penghancuran kota Bagdad oleh Hulagu Khan (1258M).

Peta Basrah, Irag Tempo Doloe
http://historiae.org/

Basrah Sekarang

Basrah dalam peta jalan kota
Sedih banget sufi bacanya. Islam dimakan kanan-kiri, atas-bawah.. Sufi sambung nanti ya.....
Wallu'alam.....

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Munculnya Tarekat (Part 1)

Sebenarnya sufi tidak terlalu banyak tau tentang tarekat dan seluk beluk sejarahnya secara mendalam. Tapi tak ada salahnya CS kutip dari beberapa lemabar kisah disini. Kebetulan sufi mampir ke rumah saudara, ketemu buku comprehensif (artinya apa ya? hihi..biarin deh ntar juga ngerti sendiri). Nih Sufi sarikan dari buku itu ya...Hepi Reading......

Jika ditelaah secara sosiologis yang lebih mendalam, tampaknya ada hubungan latar belakang lahirnya trend dan pola hidup sufistik dengan perubahan dan dinamika dalam kehidupan masyarakat pada waktu munculnya tarekat. Sebagai contoh adalah munculnya gerakan kehidupan zuhud dan 'uzlah yang dipelopori oleh Hasan al-Basri (110H) dan Ibrahim bin Adham (159H). Tentunya banyak lagi manusia-manusia genius lagi sholeh dan zuhud yang merancang pola dan tata cara dalam mendekatkan diri kepada Allah. Tentunya tetap dalam kaidah Rosul Muhammad saw. Gerakan ini muncul sebagai reaksi terhadap pola hidup masyarakat saat itu yang Hedonis (berfoya-foya) oleh penguasa Bani Umayyah (lihat Filsafat dan Mistisme dalam Islam, Harun Nasution).

Berkembangnya tasauf filosofis yang dipelopori oleh Al-Hallaj (309H) dan Ibnu Arabi (637H) tidak terlepas dari pengaruh global hedonis orang-orang Islam saat itu (sekarang masih hedonis ngak ya...?) yang cendrung tersilaukan oleh berkembangnya pola hidup rasional (lebih mengedapankan akal dengan tanpa melihat kebersihan hati). Hal ini merupakan pengaruh para filsuf paripatetik, seperti Al-Kindi, Ibnu Sina, Al Farabi dll.


Demikian juga dengan munculnya gerakan tasawwuf sunni yang dipelopori oleh Al Qusairi, Al Ghazali dan lain-lain juga tidak trlepas dari dinamika masyarakat Islam saat itu. Masyarakat banyak mengikuti pola kehidupan sufistik yang menjauhi syariat dan tenggelam dalam keasikan filsafatnya. Sehingga muncul gerakan kembali ke syariat dalam ajaran tasawwuf yang dikenal istilah tasawwuf sunni.

Adapun Tarekat, Sebagai gerakan kesufian populer sebagai bentuk terakhir gerakan tasawuf tampaknya tidak muncul begitu saja. Kemunculannya cukup beralasan baik dari sosiologis dan politis saat itu.

Setidaknya  ada dua faktor, yaitu kultural dan struktural. Dari segi politik, dunia Islam sedang mengalamai krisis berat. Di bagian barat dunia Islam,Palestina, Syiria, dan Mesir sedang menghadapi Perang Salib dari Kristen Eropa selama hampir Dua Abad (490-656H / 1096-1258M) dengan delapan kali pertempuran besar. (Lihat  A Study of Islamic History, K.Ali, 1990).

Hulagu (left) imprisoned Al-Mus'tasim with his treasure to starve in death.
Medieval depiction from "Le livre des merveilles", 15th century
Di bagian Timur orang Islam harus menghadapi tentara Mongol yang haus darah dan kekuasaan. Ia menghancurkan tiap wilayah yang dikuasai. Demikian juga itu terjadi di Bagdad, sebagai pusat kekuasaan dan peradaban Islam saat itu. Intern kekuasaan kacau dengan perebutan kekuasaan antar Amir (Turki dan Dinasti Buwaihi). 
Pengepungan Kota Bagdad
Secara formal, khalifah masih diakui, tetapi pada prakteknya penguasa sebenarnya adalah para amir dan sultan-sultan. Mereka membagi wilayah kekhalifahan Islam menjadi daerah-daerah otonom kecil-kecil. Ini disempurnakan (keburukannya) dengan penghancuran kota Bagdad oleh Hulagu Khan (1258M).

Peta Basrah, Irag Tempo Doloe
http://historiae.org/

Basrah Sekarang

Basrah dalam peta jalan kota
Sedih banget sufi bacanya. Islam dimakan kanan-kiri, atas-bawah.. Sufi sambung nanti ya.....
Wallu'alam.....

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews