Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Wednesday, 24 August 2011

Senyum Rosulullah di Bulan Puasa (Al Baqarah 187)

Rosulullah Shallahu alaihi wa Sallam akan tersenyum jika mendengar para sahabat berijtihad dalam suatu hukum, lalu dia salah dalam ijtihadnya, sehingga karena ijtihadnya itu pun dia membebani dirinya dengan amal tertentu. Beliau tersenyum saat mendengar yang seperti itu, lalu memberitahukan kepada sahabat tersebut mana yang benar yang tidak diketahuinya sebelumnya.


Dikisah ini kita akan melihat begitu indahnya akhlaq Baginda Rosul bercanda dengan tidak merendahkan satu sama lain (sahabat dan orang disekelilingnya). Sungguh mulia akhlak Rosulullah Shallahu alaihi wa Sallam yang melihat sebuah perbedaan pemahaman dalam mengamalkan Islam. 
Tanpa berpanjang-panjang, marilah kita simak kisah hikmah ini.
Sebuah peristiwa tentang kesalahpahaman itu terukir indah ketika seorang yang bernama Ady bin Hatym memahami firman Allah yang berkaitan dengan puasa,

"...hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (Al-Baqarah: 187).

Mari kita biarkan dulu Ady bin Hatim untuk menuturkan sendiri kejadian tersebut. "Tatkala turun ayat diatas, akupun mengambil tali berwarna putih dan satu tali lagi berwarna hitam, lalu kuletakkan dibawah bantalku. Maka yang kulakukan ini kusampaikan kepada Rosulullah Shallahu alaihi wa Sallam yang membuat beliau tersenyum. Beliau bersabda, "Kalau begitu bantalmu itu panjang dan lebar. Maksudnya adalah malam dan siang.."

Utsman berkata , "Itu adalah gelapnya malam dan putihnya siang." (diriwayatkan Bukhari, Muslim dan Nasa'i)

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Senyum Rosulullah di Bulan Puasa (Al Baqarah 187)

Rosulullah Shallahu alaihi wa Sallam akan tersenyum jika mendengar para sahabat berijtihad dalam suatu hukum, lalu dia salah dalam ijtihadnya, sehingga karena ijtihadnya itu pun dia membebani dirinya dengan amal tertentu. Beliau tersenyum saat mendengar yang seperti itu, lalu memberitahukan kepada sahabat tersebut mana yang benar yang tidak diketahuinya sebelumnya.


Dikisah ini kita akan melihat begitu indahnya akhlaq Baginda Rosul bercanda dengan tidak merendahkan satu sama lain (sahabat dan orang disekelilingnya). Sungguh mulia akhlak Rosulullah Shallahu alaihi wa Sallam yang melihat sebuah perbedaan pemahaman dalam mengamalkan Islam. 
Tanpa berpanjang-panjang, marilah kita simak kisah hikmah ini.
Sebuah peristiwa tentang kesalahpahaman itu terukir indah ketika seorang yang bernama Ady bin Hatym memahami firman Allah yang berkaitan dengan puasa,

"...hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (Al-Baqarah: 187).

Mari kita biarkan dulu Ady bin Hatim untuk menuturkan sendiri kejadian tersebut. "Tatkala turun ayat diatas, akupun mengambil tali berwarna putih dan satu tali lagi berwarna hitam, lalu kuletakkan dibawah bantalku. Maka yang kulakukan ini kusampaikan kepada Rosulullah Shallahu alaihi wa Sallam yang membuat beliau tersenyum. Beliau bersabda, "Kalau begitu bantalmu itu panjang dan lebar. Maksudnya adalah malam dan siang.."

Utsman berkata , "Itu adalah gelapnya malam dan putihnya siang." (diriwayatkan Bukhari, Muslim dan Nasa'i)

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews