Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Wednesday, 17 August 2011

Meresapi kepedihan

al hallaj (shams al qulob)
kikiya.web.com
Sedih-senang, tawa-canda, cepat-lambat adalah dua sisi mata uang yang mesti di rasakan. Panjang dan pendek dalam menjalani kehidupan adalah pengakuan takdir kita atas kekuasaan Allah Jalla Jalaaluh. Tak ada manusia yang ingin miskin! Tidak ada manusia yang ingin kalah, bodoh, terluka atau apalah itu namanya! maka timbullah pertanyaan, mengapa Allah ciptakan kesedihan? Mengapa harus terjadi padaku, anak, istri, pangkat, rumah dsb?

Uraian ini sungguhlah panjang dan tak kita uraikan satu persatu disini. Bolehlah kiranya kita hanya melihat cerita disebalik cerita, pesan himah dibaliknya dan sekelumit Ihsannya muslim dalam memahami sebuah kepedihan. Semoga Allah melimpahkan kemudahn dalam pemahaman buat aku dan kamu semua...amin.

Seharusnya ringan terasa kepedihan bala yang menimpamu karena engkau mengetahui bahwa Allah saw yang menguji padamu, maka Tuhan menyampaikan kepadamu takdir itu. Dia pula
yang telah biasa memberi kepadamu sebaik-baik apa yang dipilihkan untukmu.

Abu Ali Addaqqaq berkata, "Suatu tanda seseorang itu mendapat taufiq karunia Allah, ialah terpeliharanya iman (tauhid) diwaktu menghadapi bala' ujian bencana.

"Mungkin kamu tidak suka pada sesuatu padahal itu baik untukmu"

Abu Thalib Al Makki bekata, "Manusia tidak suka miskin, hina dan penyakit, padahal semua mungkin baik baginya untuk bekal di akhirat, sebaliknya ia suka kaya, sehat, dan terkenal, padahal semua itu bahaya disisi Allah, dan beakibat buruk."

Al Junaid berkata, "Ketika saya tidur di tempat Assariyu Saqati tiba-tiba saya dibanguni, lalai ia berkata,      "Ya Junaid, saya telah bermim[pi seolah-olah berhadapan dengan Allah swt, lalau Allah swt berkata kepadaku, "Hai Sari, ketika aku menjadikan makhluk maka semua mengaku cinta kepadaKu, kemudian Aku membuat dunia. Maka mereka lari dari padaKu 99% dari makhlukku, dan tersisa 10%. Kemudian Aku membuat syurga maka larilah mereka kepadaku sembilan puluh persen dari sisanya itu. Lalu aku membuat neraka maka lari daripadaKu sembilan puluh persen dari sisanya itu, kemudian Aku menurunkan bala' maka lari daripadaKu sembilan puluh persen dari sisa-sisa itu.
Maka Aku berkata kepada sisa yang tinggal itu, "Dunia kamu tidak mau, syurga juga kamu tidak suka, neraka kamu tidak takut, dari bala' musibah juga kamu tidak lari, maka apakah keinginanmu? Jawab mereka, "Engkau telah mengetahui keinginan kami." Aku berkata, "aku akan menuangkan kepadamu bala' yang tidak akan sanggup menanggungnya. Sabarkah kamu? Jawab mereka, "Apabila Engkau yang menguji, maka mereka terserahlah kepadaMu (berbuatlah sekehendakMu). Mereka itulah hambaKu yang sebenarnya.


Abu Hurairah ra. berkata: bersabda Rosulullah saw, "siapa yang dikehendaki Allah untuknya kebaikan, maka diujinya dengan musibah."

Abu hurairah dan Abu Said berkata bahwa Roslullah saw bersabda, tiada sesuatu yang mengenai seorang mukmin berupa penderitaan dan kelelahan (penat) atau risau hat/fikiran melainkan kesemuanya iru akan menjadi penebus dosa (bukhari muslim)

Ibnu Masud berkata: Rosulullah saw bersabda, tiada seorang muslim yang terkena musibah bala' gangguan atau penyakit, dan yang lebih ringan dari itu melainkan Allah menggugurkan dosanya bagaikan gugurnya daun pohon.

Dangkalnya pandangan manusia sehingga tidak dapat melihat adanya nikmat rahmat karnia Allah dalam takdir musibah bala' itu. Lemahnya keyakinan akan qadha dan qadar Allah dan tidak adanya husnusdzan terhadap Allah saw yang Maha Bijaksana dan Maha rahmat.

Marilah kita simak sebuah kisah Imran bin Husein ra. Beliau menderita penyakit buang air  selama 30 tahun. Beliau tak dapat bergerak sedikitpun dan hanya tergoleh di tempat tidurnya, sehingga dibuatlah lobang dibawah tempat tidur untuk bung air kecel dan besar.
Suatu hari datanglah saudaranya Al Alaa' atau Mutharrif bin Asysykhhir, lalau menangis melihat penderitaan Imran bin Al husein, maka ditanya oleh Imran: Mengapa engkau menangis?
Jawabnya: karena saya melihat keadaanmu.
Berkata Imran, "Janganlah menangis, karena saya suka apa yang disukai Allah unukku.
Kemudian Imran berkata, "Saya akan berkata kepadamu semoga bermanfaat bagimu, tetapi jangan engkau buka kepada orang lain sehingga aku mati.

"Sesungguhnya para Malaikat berziarah kepadaku dan memberi salam kepadaku, sehingga saya senang dengan adanya mereka." 

Urwah bin Azzubair ra ketika menderita sakit yanh oleh sang dokter diputuskan harus di potong betisnya. Ketika akan dilaksanakan, diberilah obat tidur agak tidak terasa sakitnya betis yang akan dipotong. Berkata Urwah, "Jangan diberi obat tidur, teruslah untuk memeotong tanpa harus obat tidur. Ketika gergaji penyentih kulit, terus masuk muncrat darah hingga memotong otot terus samapai ke tulang. Sakit lagi ngilu sejadi-jadinya. Tidak ada keluhan sedikitpun, kecuali ucapan hasbi (cukup bagiku) yakni rahmat Allah.

Dan setelah selesai operasinya, ia menyuruh pesuruhnya supaya mencuci dan membungkus potongan betisnya itu dan menguburkannya di kuburan  kaum muslimin. lalu ia berkata, " Allah telah mengetahui bahwa kaki ini tidak pernah saya gunakan berjalan kepada maksiat," Lalu ia berkata " Ya Allah, jika engkau ambil sisanya, jika engkau memberi bala' masih banyaklah selamatnya.
(H. Salim Bahreisy)

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Meresapi kepedihan

al hallaj (shams al qulob)
kikiya.web.com
Sedih-senang, tawa-canda, cepat-lambat adalah dua sisi mata uang yang mesti di rasakan. Panjang dan pendek dalam menjalani kehidupan adalah pengakuan takdir kita atas kekuasaan Allah Jalla Jalaaluh. Tak ada manusia yang ingin miskin! Tidak ada manusia yang ingin kalah, bodoh, terluka atau apalah itu namanya! maka timbullah pertanyaan, mengapa Allah ciptakan kesedihan? Mengapa harus terjadi padaku, anak, istri, pangkat, rumah dsb?

Uraian ini sungguhlah panjang dan tak kita uraikan satu persatu disini. Bolehlah kiranya kita hanya melihat cerita disebalik cerita, pesan himah dibaliknya dan sekelumit Ihsannya muslim dalam memahami sebuah kepedihan. Semoga Allah melimpahkan kemudahn dalam pemahaman buat aku dan kamu semua...amin.

Seharusnya ringan terasa kepedihan bala yang menimpamu karena engkau mengetahui bahwa Allah saw yang menguji padamu, maka Tuhan menyampaikan kepadamu takdir itu. Dia pula
yang telah biasa memberi kepadamu sebaik-baik apa yang dipilihkan untukmu.

Abu Ali Addaqqaq berkata, "Suatu tanda seseorang itu mendapat taufiq karunia Allah, ialah terpeliharanya iman (tauhid) diwaktu menghadapi bala' ujian bencana.

"Mungkin kamu tidak suka pada sesuatu padahal itu baik untukmu"

Abu Thalib Al Makki bekata, "Manusia tidak suka miskin, hina dan penyakit, padahal semua mungkin baik baginya untuk bekal di akhirat, sebaliknya ia suka kaya, sehat, dan terkenal, padahal semua itu bahaya disisi Allah, dan beakibat buruk."

Al Junaid berkata, "Ketika saya tidur di tempat Assariyu Saqati tiba-tiba saya dibanguni, lalai ia berkata,      "Ya Junaid, saya telah bermim[pi seolah-olah berhadapan dengan Allah swt, lalau Allah swt berkata kepadaku, "Hai Sari, ketika aku menjadikan makhluk maka semua mengaku cinta kepadaKu, kemudian Aku membuat dunia. Maka mereka lari dari padaKu 99% dari makhlukku, dan tersisa 10%. Kemudian Aku membuat syurga maka larilah mereka kepadaku sembilan puluh persen dari sisanya itu. Lalu aku membuat neraka maka lari daripadaKu sembilan puluh persen dari sisanya itu, kemudian Aku menurunkan bala' maka lari daripadaKu sembilan puluh persen dari sisa-sisa itu.
Maka Aku berkata kepada sisa yang tinggal itu, "Dunia kamu tidak mau, syurga juga kamu tidak suka, neraka kamu tidak takut, dari bala' musibah juga kamu tidak lari, maka apakah keinginanmu? Jawab mereka, "Engkau telah mengetahui keinginan kami." Aku berkata, "aku akan menuangkan kepadamu bala' yang tidak akan sanggup menanggungnya. Sabarkah kamu? Jawab mereka, "Apabila Engkau yang menguji, maka mereka terserahlah kepadaMu (berbuatlah sekehendakMu). Mereka itulah hambaKu yang sebenarnya.


Abu Hurairah ra. berkata: bersabda Rosulullah saw, "siapa yang dikehendaki Allah untuknya kebaikan, maka diujinya dengan musibah."

Abu hurairah dan Abu Said berkata bahwa Roslullah saw bersabda, tiada sesuatu yang mengenai seorang mukmin berupa penderitaan dan kelelahan (penat) atau risau hat/fikiran melainkan kesemuanya iru akan menjadi penebus dosa (bukhari muslim)

Ibnu Masud berkata: Rosulullah saw bersabda, tiada seorang muslim yang terkena musibah bala' gangguan atau penyakit, dan yang lebih ringan dari itu melainkan Allah menggugurkan dosanya bagaikan gugurnya daun pohon.

Dangkalnya pandangan manusia sehingga tidak dapat melihat adanya nikmat rahmat karnia Allah dalam takdir musibah bala' itu. Lemahnya keyakinan akan qadha dan qadar Allah dan tidak adanya husnusdzan terhadap Allah saw yang Maha Bijaksana dan Maha rahmat.

Marilah kita simak sebuah kisah Imran bin Husein ra. Beliau menderita penyakit buang air  selama 30 tahun. Beliau tak dapat bergerak sedikitpun dan hanya tergoleh di tempat tidurnya, sehingga dibuatlah lobang dibawah tempat tidur untuk bung air kecel dan besar.
Suatu hari datanglah saudaranya Al Alaa' atau Mutharrif bin Asysykhhir, lalau menangis melihat penderitaan Imran bin Al husein, maka ditanya oleh Imran: Mengapa engkau menangis?
Jawabnya: karena saya melihat keadaanmu.
Berkata Imran, "Janganlah menangis, karena saya suka apa yang disukai Allah unukku.
Kemudian Imran berkata, "Saya akan berkata kepadamu semoga bermanfaat bagimu, tetapi jangan engkau buka kepada orang lain sehingga aku mati.

"Sesungguhnya para Malaikat berziarah kepadaku dan memberi salam kepadaku, sehingga saya senang dengan adanya mereka." 

Urwah bin Azzubair ra ketika menderita sakit yanh oleh sang dokter diputuskan harus di potong betisnya. Ketika akan dilaksanakan, diberilah obat tidur agak tidak terasa sakitnya betis yang akan dipotong. Berkata Urwah, "Jangan diberi obat tidur, teruslah untuk memeotong tanpa harus obat tidur. Ketika gergaji penyentih kulit, terus masuk muncrat darah hingga memotong otot terus samapai ke tulang. Sakit lagi ngilu sejadi-jadinya. Tidak ada keluhan sedikitpun, kecuali ucapan hasbi (cukup bagiku) yakni rahmat Allah.

Dan setelah selesai operasinya, ia menyuruh pesuruhnya supaya mencuci dan membungkus potongan betisnya itu dan menguburkannya di kuburan  kaum muslimin. lalu ia berkata, " Allah telah mengetahui bahwa kaki ini tidak pernah saya gunakan berjalan kepada maksiat," Lalu ia berkata " Ya Allah, jika engkau ambil sisanya, jika engkau memberi bala' masih banyaklah selamatnya.
(H. Salim Bahreisy)

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews