Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Sunday, 28 August 2011

Ajaran Ujian dari Syeikh Abdul Qadir Jailani

Sei Duri afternoon view
Manakala seorang hamba Allah diuji oleh Allah, maka mula-mula is akan melepaskan dirinya dari ujian atau cobaan yang menyusahkannya itu.
Jika tidak brehasil, maka ia meminta pertolongan kepada orang-orang disekitarnya hingga sang presiden/raja,para penguasa ataulah para hartawan, ataupun jika ia sakit maka ia meminta pertolongan kepada dokter atau dukun.


Jika hal itupun tak berhasil, maka ia kembali menghadapkan wajahnya kepada Allah Jalla Jalaaluh untuk memohon dan meratap kepadaNya.
Selagi ia dapat menolong dirinya, ia tidak akan meminta pertolongan kepada orang lain. Dan selagi pertolongan lain masih ia dapatkan, maka ia tidak akan meminta pertolongan kepada Allah penguasa alam dan penggerak tiap yang bernama makhluk,


Jika ia belm mendapat pengkabulan dari Allah, maka ia akan tetap meratap, shalat, berdoa, dan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Sesekali Allah tak akan menerima ratapannya sebelum ia memutuskan dirinya dari keduniaan.
Setelah keduniaan itu terlepas maka tampaklah ketentuan dan keputusan Allah pada orang itu,selanjutnya hanya tinggal ruh sajalah yang tinggal padanya.

Tidak pelaku dan penggerak kecuali Allah Ta'ala saja. Tidak ada kebaikan dan keburukan, tak ada tangis ataupun tawa, tidak ada mati taupun hidup, tidak ada keuntungan ataupun kerigian melainkan semuanya adalah hanya atas kehendak Allah saja.

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Ajaran Ujian dari Syeikh Abdul Qadir Jailani

Sei Duri afternoon view
Manakala seorang hamba Allah diuji oleh Allah, maka mula-mula is akan melepaskan dirinya dari ujian atau cobaan yang menyusahkannya itu.
Jika tidak brehasil, maka ia meminta pertolongan kepada orang-orang disekitarnya hingga sang presiden/raja,para penguasa ataulah para hartawan, ataupun jika ia sakit maka ia meminta pertolongan kepada dokter atau dukun.


Jika hal itupun tak berhasil, maka ia kembali menghadapkan wajahnya kepada Allah Jalla Jalaaluh untuk memohon dan meratap kepadaNya.
Selagi ia dapat menolong dirinya, ia tidak akan meminta pertolongan kepada orang lain. Dan selagi pertolongan lain masih ia dapatkan, maka ia tidak akan meminta pertolongan kepada Allah penguasa alam dan penggerak tiap yang bernama makhluk,


Jika ia belm mendapat pengkabulan dari Allah, maka ia akan tetap meratap, shalat, berdoa, dan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Sesekali Allah tak akan menerima ratapannya sebelum ia memutuskan dirinya dari keduniaan.
Setelah keduniaan itu terlepas maka tampaklah ketentuan dan keputusan Allah pada orang itu,selanjutnya hanya tinggal ruh sajalah yang tinggal padanya.

Tidak pelaku dan penggerak kecuali Allah Ta'ala saja. Tidak ada kebaikan dan keburukan, tak ada tangis ataupun tawa, tidak ada mati taupun hidup, tidak ada keuntungan ataupun kerigian melainkan semuanya adalah hanya atas kehendak Allah saja.

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews