Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Monday, 6 February 2012

Koreksi Ulang Ilmu dan Akhlaq Ulama Mesir (Salafy)

Melihat apa yang terjadi pada Salafiyah Mesir yang sebelumnya menolak partai dan politik namun kini berjibaku di dalamnya, Syeikh Hatim Al Auni menyampaikan bahwa kurangnya pengetahuan tentang kondisi waqi’ menjadi penyebab penting yang mendasari keputusan-keputusan komunitas Salafiyah sebelum revolusi. Demikian lansir islamonline.net (1/2/2012).

Pakar ilmu hadits Universitas Umm Al-Qura Makkah ini sejatinya tidak mempermasalahkan perubahan ijtihad atau perbedaan pendapat pada Salafiyah Mesir itu. Akan tetapi masalahnya  menurutnya adalah tidak ada pengakuan bahwa keputusan lama merupakan keputusan yang salah.

Yang perlu Dikoreksi dalam Salafiyah

Masih menurut Al Auni, bahwa Salafiyah kontemporer seperti halnya komunitas lainnya perlu untuk melakukan koreksi ulang terhadap sejumlah persoalan,”Namun saya konstrasi ke Salafiyah karena saya sendiri Salafy dalam makna yang menyeluruh.”

Al Auni melihat, bahwa Salafiyah perlu meninjau ulang dari segi ilmu dan akhlak. Termasuk dalam hal itu sarannya untuk peningkatan dalam bertafaqquh secara mendalam, dan meninggalkan apa yang desebut Al Auni sebagai “fiqih kulit”, yang banyak dipakai saat ini.

Menurut Al Auni dalam menyikapi masalah perbedaan, Salafiyah kontemporer perlu juga meninggalkan klaim yaqin dan qath’i dalam masalah yang sebenarnya dzanniyah, serta bermudah-mudah dalam mebid’ahkan, ”Bahkan terkadang sampai kepada derajat pengkafiran.
Sepertinya fenomena di kampungku.....

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Koreksi Ulang Ilmu dan Akhlaq Ulama Mesir (Salafy)

Melihat apa yang terjadi pada Salafiyah Mesir yang sebelumnya menolak partai dan politik namun kini berjibaku di dalamnya, Syeikh Hatim Al Auni menyampaikan bahwa kurangnya pengetahuan tentang kondisi waqi’ menjadi penyebab penting yang mendasari keputusan-keputusan komunitas Salafiyah sebelum revolusi. Demikian lansir islamonline.net (1/2/2012).

Pakar ilmu hadits Universitas Umm Al-Qura Makkah ini sejatinya tidak mempermasalahkan perubahan ijtihad atau perbedaan pendapat pada Salafiyah Mesir itu. Akan tetapi masalahnya  menurutnya adalah tidak ada pengakuan bahwa keputusan lama merupakan keputusan yang salah.

Yang perlu Dikoreksi dalam Salafiyah

Masih menurut Al Auni, bahwa Salafiyah kontemporer seperti halnya komunitas lainnya perlu untuk melakukan koreksi ulang terhadap sejumlah persoalan,”Namun saya konstrasi ke Salafiyah karena saya sendiri Salafy dalam makna yang menyeluruh.”

Al Auni melihat, bahwa Salafiyah perlu meninjau ulang dari segi ilmu dan akhlak. Termasuk dalam hal itu sarannya untuk peningkatan dalam bertafaqquh secara mendalam, dan meninggalkan apa yang desebut Al Auni sebagai “fiqih kulit”, yang banyak dipakai saat ini.

Menurut Al Auni dalam menyikapi masalah perbedaan, Salafiyah kontemporer perlu juga meninggalkan klaim yaqin dan qath’i dalam masalah yang sebenarnya dzanniyah, serta bermudah-mudah dalam mebid’ahkan, ”Bahkan terkadang sampai kepada derajat pengkafiran.
Sepertinya fenomena di kampungku.....

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews