Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Sunday, 18 September 2011

Perkembangan Tarekat

Sebelum melanjutkan kalimat ini ada baiknya sobat menilik artikel sebelumnya:

Hukum tumbuh adalah berkembang berkembang. Beberapa teori tentang perkembangan tarekat yang telah melalui berbagai rintangan kelam dan terang. CS soba menguti dari salah satu pengamat Islam yang cukup pupoler, Harun Nasution . Secara garis besar perkembangan tarekat terbagi menjadi tiga tahapan yaitu, tahap khanaqah, tahap tariqah dan tahap tai'fah.
a. Tahap Khanaqah
Tahapan ini dapat diartikan sebagai pusat pertemuan sufi diaman syeikh mempunyai sejumlah murid yang hidup bersama-sama dibawah peraturan yang tidak ketat, syeikh menjadi mursid yang dipatuhi. Kontemplasi  dan latihan-latihan spiritual dilakukan secara individu dan secara kolektif. Ini terjadi sekitar abad 10 M. Gerakan ini mempunyai bentuk aristokratis. Masa khanaqah ini merupakan masa keemasan tasawuf.

b. Tahap Thariqah
Sekitar abad XII M telah terbentuk ajaran-ajaran, peraturan dan metode tasawuf dengan silsilah masing-masing. Muncullah pusat-pusat padepokan pengajaran tasawuf dengan silsilah masing-masing. Ini juga disertai dengan perkembangan metode yang kolektid dalam hal medekatkan diri kepada Allah. Disini tasawuf telah mencapai kedekatan diri kepada Sang Pencipta. Secara tak sengaja tasawuf telah mengambil bentuk kelas menengah.

c. Tahap Ta'fah
Sekitar abad XV M terjadi tranmisi ajaran dan peraturan pada pengikutnya. Masa ini bermunculan organisasi-organisasi (terorganisir hingga sekarang) tasawuf yang mempunyai cabang di tempat lain. Tahap Ta'fah inilah tarekat melebar maknanya menjadi organisasi sufi yang melestarikan ajaran syeikh tertentu. Tersebutla tarekat Qadariyah, tarekat Naqsabandiyah, Tarekat Syadziliyah dan lain-lain.

Sebenarnya munculnya tarekat dalam Islam secara garis besar sama halnya dengan munculnya mahzab dalam perkembangan mazhab dalam ilmu figh dan banyak firqah di ilmu kalam. Didalam kalam berkembang mazhab-mazhab yang disebut firqah seperti Khawarij, Murji'ah, Mu'tazilah, Asy'ariyah dan Maturidiyah. Disini istilah yang digunakan bukanlah mazhab melainkan firqah. Begitupula dengan ilmu figh, istilah pembagian ini disebut mazhab yang terbagi menjadi mazhab, Hanafi, Maliki, Hambali, Syafi'i, Zahiri, dan Syi'i.
Didalam perkembangan tasawuf juga berkembang banyak mazhab yang disebut dengan tarekat. Thariqah dalam tasawuf jumlahnya jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan perkembangan mazhab dan firqah. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tarekat juga mempunyai kedudukan dan posisi sebagaimana mazhab dan firqah didalam syariat Islam.

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Perkembangan Tarekat

Sebelum melanjutkan kalimat ini ada baiknya sobat menilik artikel sebelumnya:

Hukum tumbuh adalah berkembang berkembang. Beberapa teori tentang perkembangan tarekat yang telah melalui berbagai rintangan kelam dan terang. CS soba menguti dari salah satu pengamat Islam yang cukup pupoler, Harun Nasution . Secara garis besar perkembangan tarekat terbagi menjadi tiga tahapan yaitu, tahap khanaqah, tahap tariqah dan tahap tai'fah.
a. Tahap Khanaqah
Tahapan ini dapat diartikan sebagai pusat pertemuan sufi diaman syeikh mempunyai sejumlah murid yang hidup bersama-sama dibawah peraturan yang tidak ketat, syeikh menjadi mursid yang dipatuhi. Kontemplasi  dan latihan-latihan spiritual dilakukan secara individu dan secara kolektif. Ini terjadi sekitar abad 10 M. Gerakan ini mempunyai bentuk aristokratis. Masa khanaqah ini merupakan masa keemasan tasawuf.

b. Tahap Thariqah
Sekitar abad XII M telah terbentuk ajaran-ajaran, peraturan dan metode tasawuf dengan silsilah masing-masing. Muncullah pusat-pusat padepokan pengajaran tasawuf dengan silsilah masing-masing. Ini juga disertai dengan perkembangan metode yang kolektid dalam hal medekatkan diri kepada Allah. Disini tasawuf telah mencapai kedekatan diri kepada Sang Pencipta. Secara tak sengaja tasawuf telah mengambil bentuk kelas menengah.

c. Tahap Ta'fah
Sekitar abad XV M terjadi tranmisi ajaran dan peraturan pada pengikutnya. Masa ini bermunculan organisasi-organisasi (terorganisir hingga sekarang) tasawuf yang mempunyai cabang di tempat lain. Tahap Ta'fah inilah tarekat melebar maknanya menjadi organisasi sufi yang melestarikan ajaran syeikh tertentu. Tersebutla tarekat Qadariyah, tarekat Naqsabandiyah, Tarekat Syadziliyah dan lain-lain.

Sebenarnya munculnya tarekat dalam Islam secara garis besar sama halnya dengan munculnya mahzab dalam perkembangan mazhab dalam ilmu figh dan banyak firqah di ilmu kalam. Didalam kalam berkembang mazhab-mazhab yang disebut firqah seperti Khawarij, Murji'ah, Mu'tazilah, Asy'ariyah dan Maturidiyah. Disini istilah yang digunakan bukanlah mazhab melainkan firqah. Begitupula dengan ilmu figh, istilah pembagian ini disebut mazhab yang terbagi menjadi mazhab, Hanafi, Maliki, Hambali, Syafi'i, Zahiri, dan Syi'i.
Didalam perkembangan tasawuf juga berkembang banyak mazhab yang disebut dengan tarekat. Thariqah dalam tasawuf jumlahnya jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan perkembangan mazhab dan firqah. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tarekat juga mempunyai kedudukan dan posisi sebagaimana mazhab dan firqah didalam syariat Islam.

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews