Selamat Membaca dan Jangan Lupa Isikan Komentar Anda Ya.....
Barangsiapa belajar ilmu figh tanpa belajar tassawuf maka ia adalah fasiq. Siapa saja yang belajar Ilmu Tassawuf tanpa belajar Ilmu Figh maka ia adalah Zindiq, dan siapa saja yang mengumpulkan keduanya, maka ia adalah ahli Hakikat (Syeikh Al Fasi, Qawaid Al-Tasawwuf)

Wednesday, 6 July 2011

Jalan Kebahagiaan

Ilustration is copied from kikiya.web.com
Kebahagiaan memiliki satu jalan sedangkan kesengsaraan memiliki banyak jalan. Orang yang berakal adalah merenungkan sarana untuk mencapai jalan yang ditempuhnya. Betapa banyak orang yang menginginkan kebahagiaan sesaat, namun jalan-jalan kesesatan dan hawa nafsu telah menjerumuskan mereka kedalam kecelakaan.

Ibnu Qayyim berkata,”Diantara hal yang diwajibkan adalah menguasai ilmu pengetahuan, maksud dan keinginan, mengetahui bahwa semua manusia bahkan hewan berusaha meraih kebagiaan, kenikmatan, dan kebaikan kehidupan. Ini merupakan tuntutan yang benar yang mengandung empat hal berikut ini:

Pertama, mengetahui sesuatu yang bermanfaat sesuai bagi seorang hamba, yang menjadi sarana baginya untuk meraih kebahagiaan, kesenangan dan kegembiraan serta kebaikan hidupnya.
Kedua, mengetahui jalan untuk menghantarkannya kepada kebahagiaan.
Ketiga, menempuh jalan tersebut.
Keempat, mengetahui bahaya yang muncul yang akan merintangi dan mempersulit kehidupannya.
Kelima, mengetahui jalan yang jika ditempuhnya, maka ia akan mendapatkan kesulitan.
Keenam, menjauhkan diri dari hal tersebut.

Kesemuanya ini tidak akan menyempurnakan kebahagiaan, kesenangan, dan kegembiraan seorang hamba serta memperbaiki kondisinya kecuali ia menempuhnya. Jika salah satunya pincang maka ia akan kembali pada keburukan kondisinya dan kesulitan hidupnya.

*Source:
Dicuplik dari buku Be Happy dengan Kebahagiaan Hakiki,
Aidn bin Muhammad Al-Qarni dan Tim Kajian Darul Wathan

Artikel Terkait:

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

PRAY TIME

Jalan Kebahagiaan

Ilustration is copied from kikiya.web.com
Kebahagiaan memiliki satu jalan sedangkan kesengsaraan memiliki banyak jalan. Orang yang berakal adalah merenungkan sarana untuk mencapai jalan yang ditempuhnya. Betapa banyak orang yang menginginkan kebahagiaan sesaat, namun jalan-jalan kesesatan dan hawa nafsu telah menjerumuskan mereka kedalam kecelakaan.

Ibnu Qayyim berkata,”Diantara hal yang diwajibkan adalah menguasai ilmu pengetahuan, maksud dan keinginan, mengetahui bahwa semua manusia bahkan hewan berusaha meraih kebagiaan, kenikmatan, dan kebaikan kehidupan. Ini merupakan tuntutan yang benar yang mengandung empat hal berikut ini:

Pertama, mengetahui sesuatu yang bermanfaat sesuai bagi seorang hamba, yang menjadi sarana baginya untuk meraih kebahagiaan, kesenangan dan kegembiraan serta kebaikan hidupnya.
Kedua, mengetahui jalan untuk menghantarkannya kepada kebahagiaan.
Ketiga, menempuh jalan tersebut.
Keempat, mengetahui bahaya yang muncul yang akan merintangi dan mempersulit kehidupannya.
Kelima, mengetahui jalan yang jika ditempuhnya, maka ia akan mendapatkan kesulitan.
Keenam, menjauhkan diri dari hal tersebut.

Kesemuanya ini tidak akan menyempurnakan kebahagiaan, kesenangan, dan kegembiraan seorang hamba serta memperbaiki kondisinya kecuali ia menempuhnya. Jika salah satunya pincang maka ia akan kembali pada keburukan kondisinya dan kesulitan hidupnya.

*Source:
Dicuplik dari buku Be Happy dengan Kebahagiaan Hakiki,
Aidn bin Muhammad Al-Qarni dan Tim Kajian Darul Wathan

0 comments:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews